Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Blackout, Pak Koster, dan Bali Mandiri Energi 2030-2050

Umat Ibnu Al-Khatab
Bali Tribune / Umat Ibnu Al-Khatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Peristiwa blackout listrik di Bali beberapa waktu yang lalu telah membuat Bali mengalami kerugian yang tidak sedikit, para pengamat ekonomi memperkirakan kurang lebih ratusan miliar hilang dalam beberapa jam, dan para pengamat merinci sektor-sektor mana yang terdampak besar, di antaranya pariwisata, perdagangan, dan jasa, serta gangguan pada sistem pembayaran elektronik, juga pada sektor rumah tangga, dan lain-lain, sementara penyebab blackout, sebagaimana yang kita baca di media, ditengerai oleh adanya gangguan pada kabel bawah laut yang menghubungkan Jawa dan Bali yang kemudian menyebabkan semua pembangkit listrik di Bali mati secara bersamaan, pihak PLN Bali menyebutkan bahwa ratusan personel PLN langsung diterjunkan untuk merespons gangguan tersebut dan membutuhkan kurang lebih 12 jam untuk memulihkan keadaan, dan Pak Koster, dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Bali, memantau langsung pemulihan tersebut.

Kembali ke persoalan blackout, jika disimpulkan, maka kejadian tersebut lebih disebabkan oleh system error, bukan human error, yakni gangguan pada kabel bawah laut, sesuatu yang bisa saja sulit diketahui oleh orang awam, tetapi bagi yang telah bekerja sekian lama di PLN gangguan sistem itu akan dengan cepat diketahui, dan itulah yang kita rasakan bahwa dalam waktu sekian jam, gangguan sistem itu ditemukan dan kemudian dilakukan pemulihan dalam waktu segera, namun demikian, apapun penyebabnya, peristiwa blackout memperlihatkan betapa Bali sangat rentan terhadap gangguan listrik karena sebagian besar pasokan listriknya berasal dari sistem kelistrikan Jawa melalui kabel laut, artinya Bali sangat tergantung kepada pasokan listrik dari Jawa, dan inilah yang mendorong Pak Koster mengambil inisiatif untuk melepaskan Bali dari ketergantungan akan pasokan listrik dari Jawa, inisiatif ini termuat dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Bali Tahun 2020-2050.

Sebagai publik, kita patut mendukung inisiatif pak Koster ini, karena gagasannya untuk melepaskan Bali dari ketergantungan terhadap pasokan listrik dari luar Bali menemukan alasan pembenarannya, bahwa resiko krisis energi bisa terjadi kapan saja, seperti peristiwa blackout yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dan krisis energi itu membawa dampak kerugian yang sangat besar, dengan alasan ini, kemandirian energi bagi Bali sangat penting  dan tidak bisa ditunda, apalagi data menunjukkan bahwa kelistrikan Bali memiliki daya mampu 1.388 MW dengan beban puncak tertinggi di tahun 2025 diperkirakan mencapai 1.189 MW, dengan cadangan 199 MW atau sekitar 14%, artinya cadangan listrik akan terus berkurang jika melihat kebutuhan akan listrik senantiasa meningkat dari tahun ke tahun, dan dengan mandiri energi maka Bali akan memasok sendiri kebutuhan listriknya dengan memanfaatkan potensi energi terbaruan yang dimilikinya, seperti yang bisa dilihat dari hasil kajian peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyebutkan bahwa total potensi energi terbarukan Bali mencapai 11.806 MW (sumber, diksimerdeka.com, Sabtu, 3/5/2025), dengan jumlah ini, tentunya Bali mampu memenuhi seluruh kebutuhan listriknya sendiri tanpa mengandalkan pasokan dari luar.

Kita berharap, Pak Koster tetap gigih memperjuangkan kemandirian energi ini, dan karena itu kita mendukung komitmennya untuk Bali mandiri energi sebagaimana yang kembali beliau gaungkan dalam acara Sosialisasi Bali Mandiri Energi melalui Percepatan Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang Ramah Lingkungan di Provinsi Bali, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar pada Kamis 15 Mei 2025, bahwa kemandirian energi dengan energi bersih bagi Pulau Bali adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi, sekaligus sebagai pelaksanaan dari amanah Perda Nomor 9 Tahun 2020 yang meminta agar Bali memiliki sistem pengelolaan energi yang mandiri, mudah terjangkau, berkeadilan, berkelanjutan, dan mensejahterakan, dan Pak Koster ingin sekali agar Bali menjadi contoh dalam transisi energi di Indonesia, dari fosil ke energi terbarukan, seperti halnya PLTS Atap yang menurutnya adalah salah satu cara paling realistis dan cepat, karena Bali benar-benar perlu mandiri energi agar tidak terjadi blackout lagi seperti sebelumnya.

Akhirnya, kita berharap agar gagasan Bali mandiri energi bisa terwujud, dan kita yakin bahwa Pak Koster serius untuk mewujudkan hal itu, ada kata bijak, tidak ada yang tidak mungkin jika diusahakan dengan keras, sebagai publik, kita ingin agar mandiri energi adalah solusi yang bisa dipakai untuk menghadapi krisis iklim dan mengurangi ketergantungan energi fosil, tentu saja terbebaskan dari blackout yang menjadi momok bagi Bali yang dikenal sebagai jantung pariwisata Indonesia, wallahu a'alamu bish-shawab..

Tabanan, 15 Mei 2025

wartawan
Umat Ibnu Al-Khatab
Category

Polres Gianyar Obok-Obok Live Star Bali, Dua Orang Positif Narkotika

balitribune.co.id | Gianyar - Jajaran Polres Gianyar melaksanakan sweeping tempat hiburan malam Live Star Bali, Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Keramas, Blahbatuh, Minggu (18/10/2026) dini hari. Dari pelaksanaan sidak tersebut, dua orang laki-laki dinyatakan positif narkotika berdasarkan hasil tes urine. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Jual Pertalite Rp100 Ribu Per Liter, Buruh Bangunan Diciduk Polisi

balitribune.co.id | Bangli - Pengecer bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yakni JP kini harus berurusan dengan pihak berwajib karena menjual BBM bersubsidi tersebut dengan harga yang tidak wajar. Pria asal Wonogiri, Jawa Tengah ini  menjual BBM jenis Pertalite dengan harga Rp100 ribu per liter.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BBM Langka, Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Merosot Hampir 50 Persen

balitribune.co.id | Mangupura - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali beberapa hari belakangan mulai menunjukkan dampak nyata terhadap industri pariwisata. Bukan hanya antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), persoalan pasokan BBM kini merembet ke meja reservasi agen perjalanan, kendaraan wisata, hingga jumlah kunjungan ke destinasi.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

UMKM Hijau Bali Unjuk Gigi di ISEF 2026, Limbah Disulap Jadi Produk Bernilai

balitribune.co.id | Jakarta - Dari Bali, cerita tentang ekonomi syariah tidak hanya soal produk halal. Ada pula cerita tentang bagaimana limbah produksi diubah menjadi barang bernilai ekonomi, sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berharap Kontribusi, ASITA Bali Dorong "Regenerative Tourism"

balitribune.co.id | Mangupura - Pariwisata Bali sedang menghadapi tantangan yang tidak lagi cukup dijawab dengan mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan. Di tengah persoalan lingkungan, kepadatan lalu lintas hingga gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM), industri pariwisata mulai didorong untuk memikirkan kembali cara Bali menerima dan melayani wisatawan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Kesulitan Akses Hibah, DPRD Badung Dorong Kemenag Percepatan  Penerbitan TDP Pura

balitribune.co.id | Mangupura - Persyaratan Tanda Daftar Pura (TDP) menjadi kendala bagi sejumlah pengelola pura di Kabupaten Badung dalam mengakses bantuan hibah pemerintah daerah. DPRD Badung mendorong Kementerian Agama mempercepat penerbitan TDP agar proses administrasi rumah ibadah dapat diselesaikan sesuai ketentuan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.