balitribune.co.id | Semarapura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung terus mendorong implementasi program Bali Rendah Emisi. Untuk mengawali langkah tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klungkung untuk mulai beralih menggunakan kendaraan listrik.
Tak sekadar mengimbau, I Made Satria mengaku telah memberikan teladan langsung dengan beralih menggunakan kendaraan listrik untuk operasional harian.
“Yang pertama tentu kami akan melakukan sosialisasi dan menjadi pionir untuk menjadi contoh. Sebagai contohnya adalah ASN. Kita harapkan agar bisa memakai kendaraan listrik,” kata Satria pada awak media, Senin (19/10/2026).
“Saya sendiri sudah memakai kendaraan listrik," imbuhnya.
Politisi PDIP itu menjelaskan, Pemkab Klungkung juga telah berkolaborasi dengan pihak investor serta penyedia sarana untuk memfasilitasi pengadaan kendaraan listrik bagi ASN. Namun, ia memberi catatan penting bahwa penyediaan infrastruktur dan sumber energi listrik bersih harus disiapkan terlebih dahulu secara terintegrasi.
“Namun sebelum ke arah sana, energi listriknya pun harus disediakan terlebih dahulu. Sebab, kalau energi listriknya masih menggunakan batu bara, kan sama saja. Di satu sisi kita menghendaki energi rendah emisi, tapi listriknya justru bersumber dari fosil atau batu bara. Ini kan tidak bagus. Sehingga ini harus dipersiapkan terintegrasi, tidak hanya kendaraannya, tapi energi listriknya juga," tegasnya.
Bahas Kelangkaan BBM
Dalam kesempatan yang sama, Satria terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Klungkung atas ketidaknyamanan akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang sempat terjadi di seluruh wilayah Bali beberapa hari lalu.
“Kemarin, beberapa hari yang lalu ada keluhan BBM di seluruh Bali, tidak cuma di Klungkung. Ini cukup memprihatinkan sekali. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Klungkung atas ketidaknyamanan itu," tuturnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi gerak cepat Gubernur Bali yang langsung berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk menambah pasokan BBM bersubsidi maupun Pertamax, sehingga kondisi antrean panjang mulai kembali normal.
Lebih lanjut, Satria menyampaikan bahwa komitmen Bali Rendah Emisi merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara pemerintah pusat, provinsi, serta empat kabupaten/kota yang menjadi pilot project (pionir), yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Klungkung.
Menurutnya, konsep Bali Rendah Emisi tidak hanya berfokus pada penggunaan kendaraan listrik (green mobility), melainkan mencakup ekosistem lingkungan secara menyeluruh, termasuk pengelolaan sampah dan penggunaan energi listrik ramah lingkungan.
“Ini harus dipahami betul oleh masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Klungkung bersama Denpasar, Badung, dan Gianyar menjadi pilot project untuk energi rendah emisi. Sasarannya adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas pariwisata Bali agar bisa naik kelas," pungkasnya.