balitribune.co.id | Mangupura - Kemarau panjang mulai menekan ketersediaan air baku di Bali. Penurunan debit sejumlah mata air dan sungai menjadi tantangan bagi penyediaan air bersih, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pesatnya perkembangan pariwisata.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung. Perusahaan daerah yang dikenal PDAM Badung itu berupaya mengoptimalkan sumber air yang tersedia sekaligus menjajaki potensi sumber air baru untuk menjaga keberlanjutan pelayanan.
Direktur Perumdam Tirta Mangutama Badung I Wayan Suyasa, mengatakan penurunan debit air selama kemarau panjang berdampak pada ketersediaan air baku, baik yang bersumber dari mata air maupun sungai.
“Langkah-langkah terobosan terus kami lakukan agar pelayanan air minum kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Suyasa dalam sarasehan memperingati HUT ke-50 Perumdam Tirta Mangutama di Kantor Perumdam Tirta Mangutama, Kapal, Mengwi, Rabu (21/10/2026).
Menurut Suyasa, ketersediaan air sungai juga dipengaruhi kondisi lingkungan di wilayah hulu. Kerusakan kawasan hulu berpotensi mengganggu pasokan air di wilayah hilir sehingga kelestarian lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Untuk mengantisipasi penurunan debit, Perumdam Tirta Mangutama mengoptimalkan sumber air yang ada agar instalasi pengolahan tetap dapat beroperasi. Penjajakan sumber air baru juga dilakukan sebagai upaya mendukung kebutuhan pelayanan ke depan.
Di sisi lain, pertumbuhan penduduk dan perkembangan pariwisata, terutama di wilayah Badung Selatan, turut meningkatkan kebutuhan air minum. Kondisi ini menambah tantangan pengelolaan air baku, khususnya ketika pasokan air berkurang akibat perubahan musim.
Memasuki usia 50 tahun, Perumdam Tirta Mangutama berupaya memperkuat pengelolaan sumber air untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat. Namun, keberlanjutan pasokan air juga membutuhkan perhatian terhadap kelestarian lingkungan dan ketersediaan sumber air di tengah meningkatnya kebutuhan di Bali.