Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Direktur Baru Perusda Harus Berinovasi

INSPEKSI - Wabup Kembang Hartawan, melakukan inspeksi ke Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Jembrana, Rabu (7/4) pagi.

Negara, Bali Tribune

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Rabu (7/4) pagi melakukan inspeksi ke Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Jembrana.

Saat tiba di kantor Perusda yang terletak di sebelah timur Mendopo Kesari Negara dan bertemu dengan Direktur Perusda yang baru I Gusti Ngurah Kusuma Wijaya, Wabup Kembang menilai kondisi kantor Perusda sangat mengkhawatirkan. Sejumlah ruangan yang di inspeksi Kembang, kondisinya sangat kotor dan banyak tumpukan barang yang tidak tertata. Ketika Wabup Kembang menginspeksi toilet, juga kondisinya kotor, hingga Wabup Kembang meminta Direktur Perusda mengambil sapu dan membersihkan lantai menuju toilet. “Meskipun bangunannya jelek, tetapi yang penting bersih,” tegas Kembang.

Meski kondisi kantor Perusda mengkhawatirkan, Wabup Kembang meminta Direktur Perusda tidak mengeluh dan harus melakukan inovasi. Kembang berkeyakinan sebelum menjadi direktur, Kusuma Wijaya sudah memiliki cita-cita untuk memajukan Perusda, sekarang sudah saatnya cita-cita itu diraih.

Wabup mengungkapkan, sejak empat tahun lalu semasih direktur yang lama, ia menyarankan untuk merintis BPR (Bank Pasar Rakyat), namun tidak terwujud sampai direkturnya berganti. “Saya minta direktur yang baru jangan mengeluh, lakukan inovasi agar ke depan mampu memberikan kontribusi yang lebih bagi pemerintah,” ujar Kembang. Direktur Perusda juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan pengambil kebijakan di Pemkab baik itu kepada Bupati maupun DPRD. “Sampaikan kondisi riil Perusda, tapi bukan untuk mengeluh,” tambah Kembang. Adaptasi dengan lingkungan dan karyawan perusda menurut Kembang juga wajib dilakukan, untuk mengetahui karakter karyawan Perusda.

Kembang kaget dengan laporan sejumlah karyawan yang menyebutkan Badan Pengawas Perusda nyaris tidak pernah mengawasi jalannya Perusda, padahal mereka itu diberikan gaji. “Badan Pengawas bukan pajangan, orang diberikan gaji, tidak bisa seperti itu, harus tahu kondisi perusda,nanti saya akan panggil,” sebut Kembang di hadapan seluruh karyawan yang dikumpulkan Wabup di ruang rapat Perusda.

Direktur Perusda Jembrana Kusuma Wijaya merasa sangat terhormat dikunjungi Wakil Bupati karena hal tersebut menurutnya akan menjadi penyemangat dalam mengelolaan perusahaan. Kusuma Wijaya yang terpilih sebagai Direktur Perusda melalui berbagai tes secara ketat dan obyektif ini mengakui, mental karyawannya menurun lantaran selama enam bulan mereka bekerja tanpa pemimpin.

Kondisi kantor yang mengkhawatirkan merupakan warisan dari sebelumnya. Meski begitu Kusuma Wijaya mengatakan akan lebih giat dan siap untuk memajukan perusahaan. “Kami siap mengembangkan perusahaan daerah ini dan melaksanakan petunjuk Pak Wakil Bupati,” tandas Kusuma Wijaya.

wartawan
habit

APBD Buleleng Defisit Rp200 Miliar, Pembangunan RSUD Dibiayai Lewat Pinjaman Daerah

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Kebijakan tersebut berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp200 miliar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Banjir, Sedimentasi di Tukad Mati Kembali Dikeruk

balitribune.co.id |  Denpasar - Bencana banjir bandang yang terjadi tahun lalu, belantaran Tukad Mati Denpasar yang terparah. Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan pengerukan sedimentasi di alur Tukad Mati, Jalan Pura Demak I, Pemecuta kelod, Selasa (22/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perajin Pelinggih Keluhkan Penurunan Kualitas Bahan Batu Alam

balitribune.co.id | Bangli - Perajin batu alam di Kabupaten Bangli saat ini kerap menerima permintaan pesanan dari kalangan rumahtangga, akomodasi wisata dan pihak pengelola Pura. Batu alam yang dijadikan bahan untuk membuat Pelinggih atau bangunan suci umat Hindu Bali, ketersediaannya masih memadai namun terjadi penurunan kualitas batu alam. 

Baca Selengkapnya icon click

Pengurus Pura Kawitan Tangkas Koriagung Somasi Bendesa Adat Tangkas

balitribune.co.id | Semarapura - Konflik kewenangan antara lembaga adat desa dan pengurus soroh / kawitan mencuat di Kabupaten Klungkung.

Pengurus (Prajuru) Pura Kawitan Pusat Pangeran Tangkas Kori Agung secara resmi melayangkan Surat Somasi kepada Bendesa Desa Adat Tangkas, I Nyoman Sudarma.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.