Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua Mobil Penyedot Tinja Mangkrak, DPRD Bangli Minta Segera Dioperasikan untuk Tambah PAD

Ketua
Bali Tribune / Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika

balitribune.co.id | Bangli - Keberadaan dua unit armada mobil penyedot tinja yang tidak kunjung beroperasi mendapat sorotan tajam dari kalangan DPRD Kabupaten Bangli. Dewan mendesak agar kendaraan bantuan dari pemerintah pusat tersebut segera difungsikan karena berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, menyayangkan aset pengadaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut terkesan mubazir akibat perencanaan yang tidak matang dari dinas teknis. Padahal, keberadaan armada tersebut sangat dibutuhkan masyarakat sekaligus bisa menjadi sumber retribusi daerah.

“Ini menggambarkan segala sesuatunya tidak direncanakan secara matang, sehingga bantuan yang ada justru menjadi mubazir,” ujar Suastika, Minggu (11/10/2026).

Menanggapi alasan dinas terkait mengenai belum adanya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kabupaten Bangli, Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan hal tersebut tidak boleh dijadikan dalih. Menurutnya, sejak awal pengadaan armada, dinas teknis seharusnya sudah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung secara terintegrasi.

"Seharusnya begitu ada pengadaan kendaaran, sarana dan prasarana pendukungnya sudah disiapkan sekalian. Jadi tidak ada alasan aset mangkrak akibat keterbatasan fasilitas," tegasnya.

Suastika pun mendesak dinas terkait untuk segera mengkaji dan merencanakan pembangunan IPLT. Namun, ia mengingatkan agar kelayakan dan kondisi teknis kedua kendaraan tersebut diperiksa terlebih dahulu mengingat sudah cukup lama tidak dioperasikan.

Ia menilai, jasa penyedotan limbah domestik ini merupakan peluang bisnis daerah sekaligus pelayanan publik yang sangat prospektif. Pasalnya, selama ini belum ada penyedia jasa lokal di Bangli sehingga masyarakat maupun pengelola fasilitas publik masih mengandalkan armada penyedot tinja dari luar daerah, seperti Denpasar.

"Untuk lokasi IPLT nantinya harus dikaji secara matang terlebih dahulu, agar tidak menimbulkan permasalahan sosial atau lingkungan di kemudian hari," pungkas Suastika.

wartawan
SAM
Category

Tipikor Polres Bangli Obok-Obok Pengerjaan Proyek Revitalisasi SD dan SMP

balitribune.co.id | Bangli - Guna memastikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Bangli berjalan sesuai dengan juknis, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bangli melakukan klarifikasi dengan menyasar sekolah (SD-SMP) penerima bantuan program pemerintah pusat tersebut. Kegiatan revitalisasi menyasar 20SD dan 4 SMP dengan total anggaran sekitar Rp 24 miliar lebih

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Bupati Kembang Tinjau Langsung Perbaikan Sejumlah SD di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Perbaikan sejumlah fasilitas sekolah di Kabupaten Jembrana mendapat perhatian khusus dari Bupati I Made Kembang Hartawan. Tak ingin hanya menerima laporan di atas meja, Bupati Kembang turun langsung meninjau proses perbaikan di SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat pada Selasa (15/9/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Kuat di Tengah Normalisasi Aktivitas Ekonomi

balitribune.co.id | Denpasar - Keyakinan konsumen di Bali tetap berada pada level optimistis pada Agustus 2026. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali berada di level 123,1, masih jauh di atas ambang optimistis 100 dan lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat 118,5.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Panjang Ancam Habitat Satwa Liar di TNBB

balitribune.co.id | Singaraja - Musim kemarau berkepanjangan mulai menjadi perhatian di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kondisi kering tidak hanya berpotensi menurunkan ketersediaan sumber air bagi satwa liar, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Petani Garam Karangdadi Kusamba Kembali ke Sistem Tradisional

balitribune.co.id | Semarapura - Petani garam tradisional di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, resmi meninggalkan sistem pembuatan garam media tunnel. Metode yang diperkenalkan Kementerian Sosial (Kemensos) sejak tahun 2022 tersebut tidak lagi digunakan lantaran hasil produksinya ditolak oleh pasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.