Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua SMA Negeri di Tabanan Krisis Murid

siswa baru
Bali Tribune / MPLS - Suasana MPLS di SMAN 1 Marga di awal tahun ajaran 2026/2027.

balitribune.co.id I Tabanan - Dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Tabanan sedang menghadapi krisis murid pada tahun ajaran 2026/2027. Fenomena ini dipicu oleh perubahan minat lulusan SMP yang kini lebih condong memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan atau SMK ketimbang SMA negeri.

Kondisi paling mencolok terjadi di SMAN 1 Kerambitan yang hanya berhasil menjaring 36 siswa dari total daya tampung sebanyak 360 orang. Jumlah pendaftar tahun ini merosot tajam hingga hanya cukup untuk mengisi satu rombongan belajar (rombel) saja.

Kepala SMAN 1 Kerambitan, Ketut Muliana, mengonfirmasi bahwa penurunan angka partisipasi siswa baru tersebut terjadi secara drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Pihaknya mengaku kesulitan menarik minat siswa meskipun telah melakukan berbagai upaya promosi ke sekolah-sekolah penyangga. “Dari daya tampung sekitar 360 siswa, kami hanya dapat 36 orang,” ungkap Muliana pada Rabu (15/7/2026).

Daya serap murid di tahun ajaran kali ini turun drastis dibandingkan tahun ajaran lalu. “Tahun lalu saja kami masih sempat kelebihan satu rombel hingga 75 siswa,” sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa tren pilihan lulusan SMP saat ini sudah bergeser ke arah pendidikan vokasi, baik di sekolah negeri maupun swasta. Hal inilah yang membuat sekolah-sekolah penyangga yang dulunya menjadi tumpuan SMAN 1 Kerambitan kini beralih arah. “Sekarang (lulusan SMP) kecenderungannya ke SMK. Sekolah penyangga hampir semua lari ke sana,” katanya.

Pihaknya sendiri sudah mengupayakan berbagai promosi ke sejumlah SMP di sekitarnya. “Tapi peningkatannya hanya satu sampai dua siswa saja,” imbuhnya.

Padahal, SMAN 1 Kerambitan telah berinovasi dengan menyediakan ekstrakurikuler tata boga lengkap dengan fasilitas dapur yang memadai agar siswa memiliki keterampilan praktis. Namun, upaya tersebut belum mampu membendung dampak sistem zonasi yang membuat pasokan siswa dari wilayah Desa Pejaten dan Belalang di Kecamatan Kediri anjlok. “Dulu dari wilayah seperti Pejaten dan Belalang hampir 60 siswa per tingkat masuk ke sini. Setelah zonasi, jumlah itu terus turun,” beber Muliana yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tabanan ini.

Kondisi yang sama juga dialami SMAN 1 Marga yang hanya kebagian 45 orang murid baru dari 12 rombel yang telah disiapkan. Ini merupakan kali kedua bagi SMAN 1 Marga mengalami krisis murid. Jumlahnya tidak terpaut jauh dengan penerimaan murid baru pada awal tahun ajaran lalu yakni 44 orang.

Kepala SMAN 1 Marga, I Wayan Dedi Armana, menilai fenomena ini merupakan dampak nyata dari perubahan pola pikir masyarakat mengenai masa depan pendidikan anak. Menurutnya, sekolah kejuruan dianggap lebih menjanjikan karena memberikan keahlian yang siap digunakan untuk bekerja. “Sekarang lulusan SMP lebih banyak mencari sekolah kejuruan. Kalau tidak diterima di SMK negeri, mereka beralih ke SMK swasta,” ujarnya.

Terlepas dari itu, pihaknya menjamin bahwa kegiatan belajar mengajar bagi murid yang ada tetap akan berjalan normal. Pihak sekolah kini fokus mengoptimalkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk membentuk karakter serta mental para peserta didik baru.

wartawan
JIN
Category

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.