balitribune.co.id | Mangupura - Hujan deras yang mengguyur kawasan Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Minggu (1/11/2026) malam, berujung bencana. Dua pengunjung Eco Park Pelaga Glamping Retreat dilaporkan hilang setelah longsor menerjang kawasan penginapan tersebut.
Satu bangunan glamping bahkan diduga hanyut terbawa derasnya arus sungai yakni Room 6 yang ditempati korban hilang. Sedangkan Rom 3, 4 dan 5 ikut roboh dihantam longsor susulan.
Dua korban yang hingga Senin (2/11/2026) masih dalam pencarian masing-masing bernama Bangkit Mubarok, warga negara Indonesia (WNI), dan seorang warga negara asing (WNA) berusia 40 tahun. Keduanya diketahui menempati Glamping Room 6 yang berada di area terdampak longsor.
Kapolsek Petang AKP I Putu Darma Santika menjelaskan, hujan deras mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 15.00 Wita. Situasi semakin genting sekitar pukul 23.00 Wita ketika sejumlah tamu di Room 2 dan Room 3 mendengar suara gemuruh. Mereka kemudian berteriak meminta pertolongan karena terjadi longsor.
Saat petugas resepsionis melakukan pengecekan ke area bawah, Glamping Room 6 sudah tidak berada di tempat. Bangunan tersebut diduga hanyut terseret derasnya arus sungai. Kondisi semakin parah sekitar pukul 23.20 Wita setelah longsor susulan merobohkan Room 3, Room 4, dan Room 5.
Pengelola kemudian mengevakuasi seluruh tamu yang berjumlah 23 orang menuju area restoran untuk menyelamatkan diri. Namun, dua pengunjung yang berada di Room 6 tidak diketahui keberadaannya. Hingga kini, keduanya belum ditemukan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada Senin (2/11/2026) pukul 06.10 Wita dari Kadek Suardika. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya kemudian mengerahkan sembilan personel rescue dari Jimbaran menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TRC BPBD Kabupaten Badung, BPBD Provinsi Bali, Polda Bali, Polres Badung, Polsek Petang, Koramil, Rescue Damkar Badung, serta aparat Desa Pelaga. Sebelum operasi dimulai, personel mengikuti apel kesiapan yang dipimpin langsung Kapolres Badung.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa juga turun langsung meninjau lokasi bencana. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Badung bersama jajaran dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali turut melakukan pemantauan serta koordinasi operasi pencarian.
Namun, upaya pencarian tidak berjalan mudah. Tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses jalan yang tertutup material longsor, kondisi medan yang curam, hingga hujan yang masih mengguyur kawasan tersebut. Operasi SAR pun terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan seluruh personel.
Hingga Senin (2/11/2026), dua pengunjung tersebut masih belum ditemukan. Tim gabungan terus mengoptimalkan pencarian di sekitar lokasi longsor dan aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya bangunan glamping.