Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Financial Resilience Index 2026: Biaya Hidup Tinggi Jadi Tantangan Utama Ketahanan Finansial Rumah Tangga Indonesia

mengelola keuangan
Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | Denpasar - Financial Resilience Index 2026, sebuah studi yang menunjukkan kenaikan biaya hidup sebagai faktor utama yang mempengaruhi ketahanan rumahtangga. Survei yang dilakukan pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia menemukan bahwa 80% masyarakat merasakan tekanan dari meningkatnya biaya hidup. Studi ini juga menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi ketahanan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi, sekaligus mencatat meningkatnya pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) sebagai sumber informasi dan panduan dalam mengelola keuangan. 

Dari keseluruhan responden yang disurvei, hasil studi menunjukkan bahwa hanya 14% responden yang merasa sangat aman secara finansial, sementara 45% menyatakan mampu bertahan lebih dari enam bulan tanpa penghasilan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa masih banyak rumahtangga memiliki bantalan keuangan yang terbatas. Secara keseluruhan, ketahanan finansial memang mencatat sedikit perbaikan, dengan kelompok yang tergolong sangat tangguh meningkat dari 30% menjadi 34%. Namun, penurunan pada kelompok menengah membuat proporsi rumahtangga dengan ketahanan rendah justru meningkat, menandakan pemulihan yang belum merata.

Temuan studi juga menunjukkan meningkatnya fokus masyarakat pada prioritas keuangan jangka pendek. Hampir separuh responden (48%) belum memiliki rencana keuangan jangka panjang atau hanya merencanakan keuangan mereka hingga satu tahun kedepan, yang mengindikasikan bahwa tekanan finansial saat ini dapat membatasi perencanaan keuangan jangka panjang. Sejalan dengan kondisi tersebut, pengelolaan pengeluaran sehari-hari menjadi prioritas keuangan utama bagi 56% responden dalam 12 bulan kedepan, melampaui menabung, berinvestasi, maupun tujuan keuangan jangka panjang lainnya.

Bagi banyak masyarakat Indonesia, kenaikan biaya hidup tidak hanya memengaruhi anggaran rumahtangga, tetapi juga membatasi kemampuan mereka untuk meningkatkan kondisi keuangan. Sebanyak 30% responden menilai kenaikan biaya hidup sebagai tantangan terbesar dalam memperbaiki kondisi keuangan mereka, mengungguli faktor pendapatan yang tidak stabil maupun keterbatasan pengetahuan keuangan. Untuk mengelola peningkatan biaya hidup, banyak masyarakat mengambil langkah-langkah penyesuaian jangka pendek. Hampir seperempat responden (23%) menggunakan tabungan yang dimiliki, 26% mengurangi atau menunda pengeluaran kebutuhan penting, dan 5% menunda kontribusi dana pensiun. 

Meskipun langkah-langkah tersebut dapat membantu menghadapi tekanan finansial saat ini, dalam jangka panjang kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesiapan dan ketahanan finansial mereka.

Albertus Wiroyo, President Director Perusahaan Asuransi mengatakan temuan ini mencerminkan bagaimana banyak masyarakat Indonesia menyeimbangkan kebutuhan finansial jangka pendek dengan tujuan jangka panjang. Di tengah perubahan kondisi ekonomi, kesiapan finansial menjadi kunci utama untuk membangun ketahanan finansial. Di sinilah peran mitra keuangan yang dapat dipercaya, The one you can rely on, menjadi semakin penting, untuk memberikan rasa tenang dalam menghadapi ketidakpastian saat ini sekaligus membantu merencanakan masa depan," jelasnya dalam siaran persnya, Rabu (10/6).

Namun di tengah tekanan tersebut, studi ini menunjukkan pola yang jelas, dimana mereka yang lebih siap secara finansial cenderung lebih mampu menghadapi situasi ketidakpastian dengan baik, dalam hal ini literasi keuangan menjadi faktor pembeda utama. Artinya, meskipun tekanan ekonomi memengaruhi rumahtangga di seluruh kelompok pendapatan, kemampuan untuk menghadapi tantangan tersebut semakin dipengaruhi oleh pengetahuan dan kesiapan finansial masing-masing individu. 

Menurutnya, individu yang melek finansial, yaitu mereka yang mampu memahami, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan secara tepat, menunjukkan tingkat kepercayaan diri finansial yang jauh lebih tinggi. Mereka mencatat skor 53 poin lebih tinggi dalam indeks kepercayaan finansial (skala 100 poin) dan tiga kali lebih mungkin merasa siap menghadapi kenaikan biaya hidup. Mereka juga memiliki tingkat optimisme terhadap kondisi keuangan di masa depan yang 47 poin lebih tinggi dan secara signifikan lebih kecil kemungkinannya mengalami stres finansial secara berkelanjutan dibandingkan mereka yang memiliki tingkat literasi keuangan yang lebih rendah. Selain itu, mereka lebih siap menghadapi keadaan darurat serta memiliki kebiasaan perencanaan jangka panjang yang lebih konsisten.

Di antara responden yang memiliki rencana keuangan jangka panjang, 86% merasa yakin dapat mencapai tujuan keuangan mereka, dibandingkan hanya 25% di antara mereka yang tidak memiliki rencana keuangan. Selain itu, 78% merasa siap menghadapi keadaan darurat finansial, jauh lebih tinggi dibandingkan 13% pada responden yang tidak memiliki perencanaan keuangan jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga membentuk cara seseorang merespons tekanan ekonomi.

wartawan
YUE
Category

Siat Geni di Tuban, Tradisi Melempar Api untuk Menetralisasi Energi Negatif

balitribune.co.id | Mangupura - Puluhan yowana Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, kembali melaksanakan tradisi Siat Geni di sisi Timur Pura Dalem Kahyangan Tuban, Sabtu (26/9/2026) malam. Tradisi ini digelar bertepatan dengan Purnama Kapat dan menjadi bagian dari rangkaian Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, dan Tawur Balik Sumpah Utama.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bapenda Perkuat Penagihan Pajak, Kejar PAD Rp 9,71 Triliun

balitribune.co.id | Mangupura - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung memperkuat strategi penarikan pajak untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 9,71 triliun dalam Rancangan Perubahan APBD 2026.

Target PAD tersebut mencapai Rp 9.713.977.236.804, naik sekitar Rp 181,91 miliar atau 1,91 persen dibandingkan target dalam APBD induk 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Dukung Pendidikan Vokasi, Astra Motor Bali Gelar Uji Kompetensi Berstandar Industri di SMKN 1 Manggis

balitribune.co.id | Amlapura - Astra Motor Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi berstandar industri. Melalui Vocational Program, Astra Motor Bali menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda bagi siswa kelas XII SMKN 1 Manggis, Karangasem, Senin (28/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Resmikan Desa Sejahtera Astra Bengkaung, Dorong Potensi Desa secara Berkelanjutan

balitribune.co.id | Mataram – Astra Motor terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA). Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Astra Motor, Desa Bengkaung yang berada di daerah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, resmi menjadi Desa Sejahtera Astra Bengkaung binaan Astra Motor, Jumat (25/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Diduga Nyambi DJ dan Overstay 402 Hari, Empat WNA Diamankan Tim Gabungan di Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Petugas gabungan mengamankan empat warga negara asing (WNA) dalam Operasi Penegakan Tertib (Gaktib) Polisi Militer "Waspada Wira Tombak" pada Kamis (24/9/2026) malam. Tiga di antaranya diduga menyalahgunakan izin tinggal dengan bekerja sebagai Disc Jockey (DJ) di sebuah klub malam, sementara satu WNA lainnya kedapatan overstay hingga 402 hari.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.