Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gunakan Pupuk Organik, Petani Kopi Kintamani Berkesempatan Pameran di Carbon and Biodiversity Summit 2026

gubernur bali
Bali Tribune / BERBINCANG - Gubernur Bali, Wayan Koster saat berbincang dengan salah seorang petani kopi Desa Catur, Kintamani yang dihadirkan PT Koop Kopi Indonesia pada acara Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026, di Nusa Dua, Badung, Selasa (8/9/2026).

balitribune.co.id I Badung - Ni Wayan Srianti salah seorang petani kopi perempuan di Desa Catur memamerkan produknya saat Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 pada 8-9 September yang berlangsung di Nusa Dua, Badung. 

Kopi yang dipamerkan pada acara internasional terkait karbon ini merupakan hasil dari pertanian organik petani kopi Desa Catur, Kintamani Kabupaten Bangli. 

Pada kesempatan itu, Gubernur Bali, Wayan Koster usai memberikan sambutan, mengunjungi booth kopi petani Desa Catur sekaligus mencoba rasa kopi yang menggunakan pupuk organik ini. "Harus pakai pupuk organik ya," ujar Koster kepada petani kopi Desa Catur di Nusa Dua, Badung, Selasa (8/9/2026).

Ia mengatakan sejak setahun ini kebun kopi seluas 70 are telah beralih menggunakan pupuk organik. Ia mulai meninggalkan pupuk kimia sejak menjadi binaan Coop Coffee Indonesia. "Sekarang mulai menggunakan pupuk organik dari hasil ngolah sendiri bahan-bahan yang digunakan sampah dapur, canang, rumput, kotoran sapi, sampah. Coop Coffee yang membina membuat pupuk organik sudah dari satu setengah tahun," katanya yang akrab disapa Bu Ole. 

Coop Coffee Indonesia melalui PT Koop Kopi Indonesia menghadirkan kopi petani Desa Catur, Kintamani Kabupaten Bangli saat acara Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026. Ia mengakui sejak memanfaatkan pupuk organik, daun pohon kopi tidak gampang kering dan menambah kualitas biji kopi. "Sejak pakai pupuk organik biji kopinya lumayan lebih bagus, biji kopi lebih besar dan daunnya tetap hijau tidak kering," ucapnya yang sejak kecil sudah menekuni pertanian kopi. 

Ia menyebutkan, sekali panen mampu menghasilkan sebanyak 3 ton biji kopi. Sementara itu, Program Manager Blended Finance Scheme Coop Coffee Foundation, Sascha Poespo mengatakan, dalam jangka panjang, Coop Coffee Indonesia ingin membangun sebuah model dimana kopi menjadi pintu masuk menuju living landscape economy. Konsumen tidak hanya mengenal kopi berdasarkan rasa, kualitas, atau asal geografisnya, tetapi juga dapat memahami lanskap yang menghasilkan kopi tersebut. Siapa yang merawatnya, bagaimana lahan dikelola, bagaimana biodiversitas dijaga, bagaimana karbon diukur, dan bagaimana masyarakat memperoleh manfaat.

Kata dia, Coop Coffee Indonesia bekerja dari sumbernya, yaitu lanskap kopi dan masyarakat yang mengelolanya, dengan membangun kapasitas petani, mengembangkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, menghubungkan pengetahuan lokal dengan teknologi, serta memastikan bahwa perubahan di tingkat lahan dapat terdokumentasi dan terukur.

Sascha menjelaskan, peran Coop Coffee Indonesia bukan sekadar sebagai pelaksana program kopi berkelanjutan namun berperan sebagai origination and implementation platform yang mempertemukan komunitas petani, khususnya perempuan, dengan teknologi, pengetahuan, data, praktik pertanian, biodiversitas, dan peluang ekonomi karbon.

"Model tersebut mengubah cara kita melihat pemberdayaan. Pemberdayaan bukan lagi hanya memberikan pelatihan atau bantuan kepada perempuan, tetapi memberikan mereka kapasitas untuk menjadi bagian dari sistem yang menciptakan dan mengukur nilai," kata Sascha.

Ia menambahkan, Coop Coffee Indonesia menempatkan perempuan kopi sebagai bagian penting dari masa depan tersebut. Ketika perempuan, teknologi, data, kopi, biodiversitas, dan karbon dapat bekerja dalam satu ekosistem, maka sebuah kebun kopi tidak lagi hanya menjadi tempat menghasilkan komoditas.

Sascha mengatakan, petani kopi di Desa Catur juga diedukasi untuk memilah sampah organik diolah dijadikan pupuk di perkebunan kopi milik petani setempat. Menurut dia, dengan mempraktikkan pemilahan sampah yang dilakukan para petani kopi di Desa Catur, selain menciptakan lingkungan desa yang bersih juga bermanfaat untuk perkebunan kopi.

"Sampah organik dari hasil yang dipilah ibu-ibu petani kopi di Catur dijadikan pupuk. Dari sebanyak 1 ton sampah organik yang dikumpulkan menjadi pupuk untuk 100 tanaman kopi. Ingredient sampah organik yang dikumpulkan menjadi pupuk itu ada batang, daun-daunan kering-kering yang rontok-rontok, potongan rumput-rumput liar dan kotoran sapi, buah-buahan, sisa-sisa canang," jelasnya.

wartawan
YUE
Category

Penetrasi Asuransi Baru 1,3 Persen, OJK Pacu Reformasi Industri

balitribune.co.id | Jakarta - Indonesia terus membenahi sektor asuransi dan dana pensiun untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus memperluas perlindungan keuangan masyarakat. Reformasi tersebut menjadi salah satu agenda penting yang dipaparkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan RI dalam forum "Accession Review" Working Party on Insurance and Pensions (WPIP) OECD di Paris, Prancis, 2–5 November 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Bencana, 178 Personel Gabungan Disiagakan

balitribune.co.id | Bangli - Melihat topografi kabupaten Bangli yang berada di ketinggian,  maka di tengah kondisi  cuaca  yang tidak bersahabat potensi terjadi  terjadi bencana  alam sangat tinggi. Mengantisipasi potensi bencana yang lebih besar, Polres Bangli menggelar apel kesiapsiagaan dengan melibatkan 178 personel gabungan dari berbagai instansi, Kamis (5/11/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Turun ke Jembrana, Wagub Giri Prasta Bersama Bupati Kembang Salurkan Bantuan

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak berjuang sendirian menghadapi persoalan hidup maupun musibah. Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turun langsung meninjau calon penerima program bedah rumah sekaligus menyerahkan bantuan sosial bagi warga korban kebakaran di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Kabel Listrik Semrawut Diduga Jadi Penyebab Kebakaran 

balitribune.co.id | Semarapura - Sambungan kabel listrik yang semrawut diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran hebat yang menimpa bangunan dapur warga. Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Kamis (5/11/26), menuturkan kejadian kebakaran dapur milik Ketut Kena (69) warga Dusun Sengkiding Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung terjadi pada Rabu (4/11/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Klungkung Resmikan Dua Inovasi Daerah "Klungkung KEDAS" dan "Segara Rasa"

balitribune.co.id | Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan tata kelola pembangunan daerah yang berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan peluncuran secara resmi dua inovasi daerah unggulan, yakni Klungkung KEDAS dan Segararasa, oleh Bupati Klungkung I Made Satria di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Kamis (5/11/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Jangan Hanya Bertumpu di Selatan, BI Dorong Mesin Ekonomi Baru di Bali Utara

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerataan pertumbuhan ekonomi Bali menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan. Selama ini, aktivitas ekonomi, investasi, dan pembangunan infrastruktur masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.