Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hadapi Tekanan Cuaca, Petani Berharap Kopi Badung Utara Tetap Eksis

Petani Kopi
Bali Tribune / PETANI KOPI - I Ketut Kartika salah seorang petani kopi di Desa Belok/Sidan Kecamatan Petang Kabupaten Badung.

balitribune.co.id | Badung - Petani kopi di Desa Belok/Sidan Kecamatan Petang Kabupaten Badung mengalami peningkatan produksi biji kopi pascamenggunakan pupuk organik. 

I Ketut Kartika salah seorang petani kopi di desa setempat dari Perkumpulan Petani Kopi atau UPH Kelompok Tani Jempanang Lestari berharap kopi Badung Utara ini tetap eksis, karena selain memiliki nilai ekonomi juga memiliki kearifan lokal kebudayaan kopi Bali itu sendiri. 

"Jadi selain untuk nilai ekonomi juga nilai konservasinya ada di kopi itu. Jadi untuk menjaga lingkungan itu sangat bagus di kopi," ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu di Badung.

Kata dia, kelompok tani ini mengelola perkebunan kopi dengan nilai Tri Hita Karana dengan sistem sirkular ekonomi. 

"Jadi kopi-kopi yang kita produksi itu memang hasil dari budidaya organik yang dihasilkan oleh para petani dan luas lahan kita ada 14 hektare dari 19 anggota. Jadi untuk kopi-kopinya sendiri, kami mulai dari budidaya sendiri dari pembibitan terus budidaya di perkebunan, pascapengolahan, pascapanen dan sampai ke pengolahan dan roasting dan sampai pengiriman dan penyeduhan kopi," jelasnya.

Kelompok tani kopi di Desa Belok/Sidan ini melakukan berbagai inovasi pengolahan kopi. Adapun kopi yang dihasilkan yakni Robusta dan Arabika untuk memenuhi permintaan sejumlah kedai kopi di Badung Selatan seperti Kuta, Ungasan hingga keluar Bali. 

"Kalau untuk selama ini, untuk pemasaran kita masih tergolong sangat stabil. Jadi karena kebutuhan pasar sekarang sebenarnya untuk kopi itu sangat tinggi, kita sebagai supplier juga sebetulnya sangat kewalahan sebenarnya. Kenapa begitu? Karena ada berbagai faktor salah satunya adalah banyaknya alih fungsi dari perkebunan kopi menjadi perkebunan lainnya," tutur Ketut Kartika. 

Saat ini petani kopi di desa tersebut mengalami peningkatan permintaan hingga 30 persen. "Dari kebutuhan kemarin, kita kurang lagi 30 persen dari kebutuhan pasar. Jadi kalau untuk masalah pasar, kalau di kopi itu tidak ada masalah. Bahkan kalau untuk kita sekarang itu malahan ditantang oleh pasar, siapkan produk dulu baru melakukan pemasaran. Kalau untuk masalah pasar tidak ada. Tapi diproduksi sedikit," katanya. 

Kendati produksi kopi di Desa Belok/Sidan mengalami peningkatan pascamenggunakan pupuk organik, namun belum mampu sepenuhnya memenuhi permintaan pasar. 

"Kami dari Anggota Kelompok Jempanang Lestari untuk tahun kemarin dan 2 tahun yang lalu untuk hasil produksinya relatif meningkat. Di tahun 2024 kami dengan 13,35 hektare itu kita menghasilkan 42 ton kopinya. Untuk tahun 2026 ini kita mendapatkan 52 ton. Ada signifikan peningkatan karena pengelolaan lahan kita yang memang organik. Jadi jenjangnya untuk kedepannya lebih bagus gitu sih," imbuh Ketut Kartika. 

Pihaknya menyebutkan, per bulan mendapatkan permintaan 100 kilogram hingga 200 kilogram biji kopi untuk  sejumlah kedai kopi dan pengiriman ke Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 "Selain kedai kopi ada beberapa vila, restoran juga ada. Area pemasaran kami adalah daerah Kuta Selatan, Ungasan, terus ada dari Tabanan, pesisir Tanah Lot. Kalau di luar Bali, kita kirimnya ke Jakarta, Jawa Tengah sama Jawa Timur. Rata-rata perbulannya permintaan kami itu dari 100 sampai 200 kilo per bulan," sebutnya.

Ia menambahkan, untuk tahun-tahun selanjutnya berharap kondisi cuaca akan lebih baik dari tahun 2026 ini. "Belum dapat kita pastikan gimana hasil perkembangannya (tahun depan), karena kita tahu sendiri musim panen musim sekarang itu panasnya agak ekstrem. Jadi banyak pohon kopi yang layu kurang air, nutrisi. Karena kopi itu kalaupun kita siram dengan air biasa itu tidak akan bagus seperti kena air hujan. Karena dia memang sifatnya unik. Jadi memang kita harapannya sih tetap stabil untuk tahun depan, tapi kita tidak memungkiri juga karena cuaca seperti ini ya mungkin akan ada penurunan dari hasil produksinya. Puncak panennya itu biasanya di bulan Juni-Juli," tambahnya. 

wartawan
YUE
Category

Semarak HUT ke-131 BRI, BRILiaN Sportartcular 2026 Region 17 Denpasar Resmi Digelar

balitribune.co.id | Denpasar - Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-131, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 17 Denpasar resmi menggelar BRILiaN Sportartcular 2026. Kegiatan tersebut resmi dimulai melalui acara kick off yang berlangsung di Bali Racquet Society, Denpasar, Sabtu (24/10/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

World Sight Day: Waspadai Retinopati Hipertensi, Ancaman Penglihatan di Balik Tekanan Darah Tinggi

balitribune.co.id | Tekanan darah tinggi sering dikaitkan dengan stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Namun, dampaknya terhadap mata belum banyak mendapat perhatian. Hipertensi yang tidak terkendali dapat merusak pembuluh darah retina dan mengancam penglihatan. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Simbol Jembatan Budaya, Ida Rsi Manuaba Serahkan Genta Bali di India

balitribune.co.id | Jakarta - Tokoh spiritual sekaligus pendiri Ashram Gandhi Puri, Ida Rsi Putra Manuaba, menyerahkan genta khas Bali kepada Chief Minister Madhya Pradesh, HE Mohan Yadav, di Kushabhau Thakre Hall, Bhopal, India, Sabtu (24/10/2026). Penyerahan instrumen suci ini menjadi simbol persahabatan spiritual dan kebudayaan bertajuk TitiBanda Indonesia–India.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Pengurus PHDI Masa Bakti 2026-2031 Gelar Mejaya-Jaya dan Masimakrama di Pura Agung Besakih

balitribune.co.id | Amlapura - Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Masa Bakti 2026-2031 melaksanakan upacara Mejaya-Jaya dan Masimakrama di Pura Agung Besakih, Karangasem, Sabtu (24/10/2026). Upacara bertema "Guyub Hindu Nusantara dalam Satu Rumah Besar PHDI" ini diikuti unsur Saba Pandita, Saba Walaka, Pengurus Harian, serta Pengurus PSN Pusat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wisuda XI OTC Bali Tahun 2026 Kukuhkan 1.245 Wisudawan/Wisudawati Siap Bekerja di Industri

balitribune.co.id | Mangupura - Lembaga pendidikan tinggi vokasi dan pelatihan profesional di bidang perhotelan serta kapal pesiar atau OTC Bali (Overseas Training Center Bali) mengukuhkan 1.245 siswa latih saat Wisuda XI OTC Bali Tahun 2026, Sabtu (24/10) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.