Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Harga Nener Nyungsep, Petambak Menjerit

Bali Tribune / TAMBAK - Salah satu tambak milik petani di Desa Patas Kecamatan Gerokgak, Buleleng

balitribune.co.id | Singaraja - Sejak dua bulan belakangan petani tambak (petambak) di Buleleng yang bergerak diusaha nener (anakan bandeng) menjerit. Penyebabnya selain harganya jatuh ke titik terendah, nener yang siap masuk pasar juga tidak ada yang membeli. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak bulan Mei 2024 dan belakangan semakin parah akibat pengusaha dibebani operational cost yang tinggi.

“Sekarang kita seperti menerima buah simalakama, kalau usaha dihentikan dan diambil kebijakan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) mengakibatkan banyak tenaga kerja akan menjadi pengangguran. Usaha dilanjutkan kami sudah tidak bisa bernafas,” keluh Indrawan salah satu pengusaha tambak di Desa/Kecamatan Gerokgak, Senin (29/7).

Ia menyebut kondisi menurunnya peminat dengan nener terjadi sejak bulan Mei lalu. Diawali dengan harga yang terus turun sampai harga paling rendah yakni Rp 2/ekor. Padahal, menurutnya, untuk berada di titik impas harga per ekor setidaknya ada di kisaran Rp 10 keatas. Ia pun mengaku tidak mengetahui penyebab anjloknya harga nener.

“Petani tambak semua menjerit, kita juga tidak mengetahui apa sebabnya. Buleleng sebagai sentra pembibitan bandeng sedang tidak baik-baik saja. Saat ini bisa untuk menutup biaya listrik saja sudah syukur,” imbuhnya.

Ia pun mengaku tidak bisa memastikan akan kuat berapa lama bertahan dengan kondisi saat ini. Bibit bandeng yang masih berada di kolam/tambak dibuang dengan banyak pertimbangan diantaranya biaya pemeliharaan dan ketiadaan pasar. “Biasanya tidak seperti ini. Tahun-tahun lalu juga tapi tidak separah ini,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan pemilik CV Putra Bahari Desa Patas Hengky Putro Raharjo. Ia mengatakan, jangankan harga dikisaran Rp 2/ekor dengan harga Rp 5/ekor penghasilan petani berada di posisi minus.

“Ini sebetulnya dengan harga rendah itu telah terjadi berbulan-bulan tidak pernah beranjak naik signifikan. Ada kenaikan harga namun tidak bisa bertahan lama dan kembali jatuh tanpa ada kalkulasinya,” kata Hengky.

Ia mengatakan, penurunan nener tidak terserap pasar sebanyak 75 persen dari total produksi keseluruhan petambak di Buleleng. Namun ia mengaku masih optimis dengan harga yang cenderung fluktuatif kendati masih rendah.

“Minggu lalu naik ke Rp 6 sampai Rp 9 hanya dalam hitungan hari, belum berjalan tiga hari sudah anjlok lagi di harga Rp 5 kebawah. Harga terendah ini berjalan dan bertahan lama dari beberapa bulan kemarin. Hitungan kasar kita penurunan penjualan nener sekitar 75 an persen tidak terserap keluar,” ungkapnya.

Namun demikian, menurut Hengky ia tetap menjalankan usahanya sambil melakukan terobosoan untuk membuka peluang pasar baru. Diantarnya dengan membangun model baru pengembangan usaha seperti melalui Keramba Tancap Laut (KTL) dan Keramba Jaring Apung (KJA).

“Nener hasil penetasan dikolam dengan jumlah sedikit kita besarkan lagi sampai ke ukuran gelondongan atau siap tebar ke laut. Kita tetap juga membeli nener di petani kita, terutama petani yang sudah lama kerja sama dengan kita.Tinggal kita arahkan saja ke ukuran grade A,” ucap Hengky.

Hengky menyebut metode pembibitan dan pembesaran melalui KTL dan KJA akan sangat bisa menjadi solusi karena kondisi usaha tambak nener saat ini ibarat bekerja seperti berpacu dengan waktu. Jika tidak dikelola dengan baik Buleleng sebagai sentra pembibitan bandeng terbesar akan tinggal cerita. Untuk itu ia mengajak semua pihak harus turun tangan untuk memperbaiki keadaan terutama mutu dan kualitas nener produksi Buleleng. Memperluas penyerapan nener dalam negeri atau domestik melalui pemanfaatan wilayah laut (pesisir pantai) terutama budidaya sistim KTL KJA.

“Kalau kita saja yang bergerak akan sangat lamban. Harus kerja sama semua pihak dan butuh banyak tangan pemangku daerah / kehadiran pemerintah untuk bisa mempercepat ke budidaya KTL dan juga ke KJA. Seperti kerja sama kita dengan Kodim 1609/Buleleng yang berlanjut hingga saat ini,” ungkapnya.

Jika tidak segera dilakukan langkah penyelamatan, kata Hengky maka Buleleng akan tinggal cerita sebagai sentra penghasil nener terbesar didunia.

“Besok tinggal cerita bahwa dulu Kecamatan Gerokgak, Buleleng adalah penghasil nener (bibit bandeng) terbesar di dunia. Amit-amit dan jangan sampai itu terjadi,” tandasnya.

wartawan
CHA
Category

Suhu Pilkel Menghangat, Bhabinkamtibmas Intensifkan Dialog Warga

balitribune.co.id I Gianyar - Calon perbekel sudah ditetapkan di sejumlah desa  menuju Pilkades serentak. Proses kontestansi pun semakin hangat dan ketat, terutamanya  yang memiliki dua calon atau head to head. Mengingat potensi konflik seiring banyak jeda " abu-abu" dalam  jadwal, aparat keamanan pun intensifkan dialog warga untuk menjaga kondusivitas.

Baca Selengkapnya icon click

1,4 Juta Unit Kendaraan Beredar di Denpasar

balitribune.co.id I Denpasar - Ruas jalan yang minim tak sebanding dengan terus meningkatnya volume kendaraan yang beraktivitas setiap harinya, ditambah masih rendahnya minat masyarakat menggunakan transportasi publik, membuat kepadatan lalu lintas terus terjadi setiap harinya di Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berkibar Run 2026 Semarakkan HUT ke-81 RI, Wawali Arya Wibawa Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga

balitribune.co.id | Denpasar - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Denpasar diisi dengan kegiatan olahraga dan kebersamaan melalui Berkibar Run 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Syukuran HUT ke-81  Kemerdekaan RI, Bupati Badung Guyur Anggota Paskibraka dan Pelatih dengan Uang Pembinaan

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi kepada anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Apresiasi tersebut diberikan dalam acara syukuran di Area Jaba Pura Lingga Bhuana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Senin (17/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bubarkan Paskibraka Klungkung 2026, Bupati Satria: Kalian Dididik Jadi Calon Pemimpin

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria resmi membubarkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Klungkung Tahun 2026 yang telah menuntaskan tugas pengibaran dan penurunan bendera Sang Merah Putih dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Senin (17/8/2026) sore.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Satria Serahkan Bantuan Chest Freezer untuk KUB Segara Rejeki

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menyerahkan bantuan berupa chest freezer kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Rejeki di Sekretariat KUB Segara Rejeki, Dusun Telaga, Desa Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, Selasa (18/8/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.