balitribune.co.id | Mangupura - Tingginya angka kasus kebakaran di Kabupaten Badung belum diimbangi dengan peremajaan sarana pendukung yang memadai. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Badung hingga kini masih mengoperasikan sejumlah armada uzur, termasuk kendaraan operasional pengadaan tahun 1995.
Kepala Bidang Penunjang dan Pengendali Damkar Badung, I Gusti Ayu Sari, membenarkan bahwa jajaran armadanya memiliki variasi tahun pengadaan yang cukup jauh, mulai dari tahun 1995 hingga unit terbaru tahun 2024.
"Memang ada yang sudah lama usianya. Kalau ada yang rusak tetap kita perbaiki, sementara masih bisa dipakai untuk membantu masyarakat," ujar Ayu Sari saat dikonfirmasi via telepon, [Hari/Tanggal].
Ia tidak menampik bahwa sejumlah kendaraan tua tersebut kerap mengalami penurunan performa saat digunakan di lapangan. Meski demikian, pihak pemadam terus mengupayakan perbaikan berkala agar seluruh unit tetap siap mendukung operasional petugas.
"Semua masih bisa dipakai," tegasnya.
Selain faktor usia, Ayu Sari mengakui keberadaan armada saat ini masih jauh dari kata ideal untuk menjangkau seluruh wilayah pelayanan di Kabupaten Badung. Kendati demikian, pihaknya terus berupaya memaksimalkan potensi yang ada.
"Jumlah masih kurang, tapi yang ada kita optimalkan," tuturnya.
Sayangnya, ia belum dapat memberikan rincian data terkait jumlah pasti kendaraan, kondisi teknis, maupun peta kelayakan operasional per unit secara detail. Ia menyatakan bahwa data resmi baru dapat dibuka setelah ada permohonan bersurat.
“Untuk data lengkap belum bisa kami sampaikan. Harus bersurat dulu, baru kami kasih,” kata Ayu Sari.
Kondisi sarana prasarana yang menua ini menjadi tantangan serius bagi pelayanan darurat di Badung. Pembaruan serta peremajaan armada dinilai mendesak guna memangkas response time (waktu tanggap) dan meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menangani musibah kebakaran.