Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Megawati dan Elit PDIP Hadiri Pelebon Geriya Sedhawa

megawati
Bali Tribune / PELEBON - Hadiri Pelebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra, Megawati didampingi sejumlah elit PDIP

balitribune.co.id | Gianyar - Sebagai penghormatan terakhir, Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara pelebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra di Geriya Sedhawa,  Tegaltugu, Gianyar, Kamis (28/8).

Ikut mendampingi, Prananda Prabowo, pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie, serta sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan pusat dan daerah. Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster yang juga menjabat Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta serta Bupati Gianyar I Made Mahayastra.

Kehadiran Megawati beserta jajaran PDIP ini menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra, sosok yang semasa walaka, sebelum menjadi sulinggih, bernama Ida Bagus Putu Wesnawa, dikenal sebagai kader senior PDIP.

Yang bersangkutan juga pernah memimpin partai berlambang banteng moncong putih ini di Bali selama dua periode, yakni 1999–2004 dan 2004–2009. Pantauan di Geriya Sedhawa, Megawati diterima pihak geriya, di bale gede (gedong). Setelah sempat ngobrol Santai, Megawati yang menggunakan kebaya berwarna putih lalu didekati oleh Bupati Gianyar Made Mahayastra.

Mahayastra mempersilakan Megawati menuju tempat untuk memberikan doa terakhir kepada Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra. Sekitar 10 menit melakukan doa, Megawati bersama rombongan lalu meninggalkan Geriya Sedhawa sekitar pukul 12.01 Wita dengan menaiki mobil hitam plat B 2327.

Ida Bagus Sadhawa, adik dari Ida Pedanda Gede Sadhwa Jelantik Putra menyatakan terima kasih atas kehadiran Megawati Soekarno Putri. 

“Bagi kami keluarga almarhum, ini menunjukkan suatu ikatan kekeluargaan antara Ibu Megawati dengan keluarga almarhum, Walaupun dipersatukan lewat partai tapi  kebersaamaan dan kehadiran beliau itu luar biasa,” kata Ida Bagus Sadhawa.

Menurut Ida Bagus Sadhawa kehadiran Megawati di Geriya Sedhawa merupakan suatu penghargaan kepada almarhum ketika masih aktif di partai. Sekaligus sebagai  wujud terima kasih partai melalui kehadiran putri sulung Presiden Soekarno ini. 

“Pihak keluarga menyampaikan terima kasih dan mohon maaf, saat beliau (almarhum) menjadi kader partai ada hal yang kurang berkenan. Tapi Ibu Mega menyatakan tidak ada Pak Wes (bertindak salah). Justru melaksanakan tugas-tugas partai dengan baik,” imbuh Ida Bagus Sadhawa.

Sebagaimana diketahui, Waktu walaka, almarhum adalah salah satu politisi sepuh PDI Perjuangan. Berlatar belakang pendidik, sosoknya dikenang sebagai figur rendah hati, tegas, dan memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan PDI Perjuangan di Bali, terutama pada masa-masa sulit pascareformasi.

Sosok yang pernah menjadi salah satu tokoh penting dalam panggung politik Bali, menghembuskan nafas terakhir dalam usia 86 tahun. Darah politik mengalir kental di tubuh Ida Bagus Wesnawa. Ayahandanya adalah tokoh pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI) di Gianyar.

Upacara pelebon yang digelar di areal setra ( tunon)  yang  berlangsung khidmat dengan nuansa adat Bali yang kental. Ribuan warga turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Prosesi ini sekaligus menjadi wujud rasa hormat masyarakat kepada salah satu tokoh spiritual sekaligus mantan politisi yang mengabdikan hidupnya untuk agama, budaya, dan perjuangan politik.

wartawan
ATA
Category

Ribuan Botol Miras Berpita Cukai Palsu Disita di Bali, Negara Selamatkan Potensi Kerugian Rp2,14 Miliar

balitribune.co.id I Badung - Sinergi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil menggagalkan peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras (miras) ilegal yang diduga menggunakan pita cukai palsu di Bali. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas menyita sebanyak 19.142 botol atau setara 14.400,36 liter MMEA dengan nilai barang mencapai Rp12,55 miliar.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Ribuan Pamedek Iringi Pacepukan Patapakan di Catus Pata Gianyar, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

balitribune.co.id I Gianyar - Ribuan pamedek menyemut di areal Catus Pata Kota Gianyar, mengiringi prosesi sakral 'pamendak agung' dan 'pacepukan patapakan barong' dalam rangkaian piodalan di Pura Dalem Serongga, Gianyar. Banyaknya warga yang mengikuti prosesi ini sempat membuat arus lalu lintas di Kota Gianyar lumpuh, Selasa (28/7/2026) pagi. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemilihan Bendesa Adat Pejarakan Gunakan Sistem Voting, Wayan Sudana Raih Suara Terbanyak

balitribune.co.id I Singaraja - Proses pemilihan Bendesa Adat (Kelian Desa Adat) Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, masa ayahan 2026–2031 berlangsung lancar dan kondusif meski menggunakan mekanisme pemungutan suara langsung (pasuaran krama). Mekanisme tersebut dipilih berdasarkan aspirasi mayoritas krama desa, meski sebelumnya terdapat pedoman dari Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali yang lebih mengedepankan musyawarah mufakat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Sidang Kasus Pengoplos Gas LPG Bersubsidi di PN Amlapura, JPU Hadirkan Saksi Ahli

balitribune.co.id I Amlapura - Sidang kasus pidana pengoplosan Gas Elpiji ukuran 3 Kilogram kedalam tabung gas non subsidi ukuran 5,5 Kg,12 Kg, dan 50 Kg dengan 10 orang terdakwa terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Amlapura.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kontingen Karangasem Raih Juara II Lomba Senam, Ny. Mas Parwata Hadiri Puncak HKG PKK ke-54 Provinsi Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Kontingen TP PKK Kabupaten Karangasem kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali. Tim Lomba Senam perwakilan Kabupaten Karangasem dari SMAN 2 Amlapura berhasil meraih Juara II pada ajang yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (24/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Harga Seekor Ayam dan Harga Sebuah Nyawa

balitribune.co.id | "Seekor ayam mungkin hanya bernilai ratusan ribu rupiah. Namun, ketika seekor ayam dibayar dengan hilangnya satu nyawa manusia, sesungguhnya yang paling mahal bukanlah ayam itu, melainkan lunturnya kemanusiaan, runtuhnya penghormatan terhadap hukum, dan pudarnya nilai Tat Twam Asi yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Bali."

Ketika Amarah Mengalahkan Kebijaksanaan

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.