Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Merayakan Natal di Tengah Kemerosotan Ekologis

natal
Bali Tribune / Arnoldus Dhae, S.Fil

balitribune.co.id | Sebentar lagi gereja sejagat merayakan Natal. Liturgi meriah, paduan suara gegap gempita. Banyak kota-kota di dunia juga di Indonesia memberi warna dan ciri tersendiri. Ada pohon natal menjulang tinggi, dihiasi lampu warna-warni. Pernak pernik Natal ini dipasang di banyak sudut kota, di mall, pusat keramaian dan sebagainya. Bahkan, Natal bukan lagi milik agama tertentu saat ini, tetapi milik semua umat manusia, milik semua penguasa milik semua kaum di bumi.

Namun demikian tidak semua orang paham bahwa Natal adalah peristiwa agung ketika Allah hadir ke dunia dalam kesederhanaan. Misteri inkarnasi tersingkap dengan terang benderang. Artinya, Allah yang kuat kuasa, Allah yang agung dan mulia hadir ke dunia dalam dalam rupa bayi lemah tak berdaya. Saat itulah manusia dan dunia disucikan, yang lemah tak berdaya ditinggikan, dimuliakan. Dalam bahasa rohani orang Katolik disebut dengan ditebus dosanya. Sang Putra Allah lahir bukan di istana megah, melainkan di palungan, di tengah alam dan kehidupan yang sederhana. Kelahiran Yesus mengingatkan kita bahwa Allah begitu mengasihi dunia, bukan hanya manusia, tetapi seluruh ciptaan.

Lalu apa korelasinya dengan Kemerosotan ekologis. Tahun 2025 adalah tahun dengan bencana alam parah. Di Indonesia misalnya, terjadi bencana alam terutama banjir bandang di beberapa titik. Di Bali, menelan korban jiwa. Dan yang paling parang di Indonesia saat ini adalah banjir bandang di Pulau Sumatra hingga Aceh. Semuanya adalah akibat kemerosotan ekologis. Penyebab Kemerosotan ekologis ini adalah manusia sendiri. Natal kali ini memang dirayakan dalam situasi ekologi yang sedang rusak oleh ulah manusia.

Dalam terang Natal, kita diajak untuk merenungkan kembali relasi kita dengan alam. Dunia yang Tuhan ciptakan dengan baik dan indah kini menghadapi berbagai krisis antara lain kerusakan lingkungan, pencemaran, perubahan iklim, dan eksploitasi alam yang berlebihan. Semua ini menunjukkan bahwa manusia seringkali lupa akan panggilannya sebagai penjaga ciptaan, bukan penguasa yang semena-mena.

Cerita Kitab Suci yang paling relevan adalah saat tiga orang Majus dari timur datang mengunjungi Yesus di Betlehem. Kisah ini secara lengkap tertulis dalam Injil Matius 2:1-12. Majus itu dari bahasa Latin yang berarti orang bijak, para ilmuwan. Sejarah gereja membenarkan jika tiga orang diduga kuat berasal dari seputar Persia dan Babilonia. Sekarang menjadi Iran dan Irak. Tradisi gereja Katolik memberi nama mereka sebagai Gaspar, Melkhior dan Baltazar. Mereka adalah ahli astrologi kuno atau ilmu perbintangan. Kepada mereka inilah bintang menampakkan diri dan tidak seperti biasanya saat itu. Mereka meyakini bahwa jika bintang itu muncul maka itu adalah pertanda lahirnya raja baru. Kemudian tiga orang Majus tersebut dengan dituntun bintang menelusuri jejak di mana raja baru itu berada. Ketika tiba di Betlehem, ketiganya menemui Raja Herodes yang sedang berkuasa saat itu. Herodes bertanya dimana raja yang baru lahir itu. Mereka menjelaskan bahwa mereka hanya dituntun bintang bahwa ada raja baru yang sudah lahir. Dengan dendam membara, Herodes mempersilahkan mereka meneruskan pencarian tetapi setelah menemukan raja baru, Herodos meminta untuk segera kembali ke istana memberitahukan di mana tempat raja baru dilahirkan. Dikisahkan bahwa bintang tersebut menuntun mereka sampai di atas tempat kelahiran Yesus Kristus dan berhenti disitu. Namun menariknya, setelah menemukan Yesus, mereka tidak kembali menemui Herodes tetapi pulang ke negaranya melalui jalan lain.

Bintang atau alam semesta sesungguhnya bisa menuntun orang untuk menempuh jalan lain. Upaya mengambil jalan lain ini juga berguna dalam menghadapi ancaman kiamat atau kerusakan ekologis. Mengambil jalan lain ini berarti juga pertobatan ekologis untuk menghentikan semua perilaku yang selama ini menyakiti alam dan sebaliknya makin bersahabat dengan alam. Perayaan Natal kali ini kiranya memberanikan kita semua untuk tampil sebagai penyembuh dan penawar kehidupan dengan ikut serta menyelamatkan alam ini.

Bagaimana caranya? Jawabannya sangat sederhana. Pertama, menggunakan kembali bahan yang telah digunakan (reuse). Di sekitar kita daa banyak bahan atau barang yang kelihatan seperti tidak akan digunakan lagi. Kita yang cerdas bisa kembali menggunakan bahan tersebut untuk manfaat tertentu. Kedua, mengurangi pemakaian barang dan sumber daya tertentu (reduce). Ketiga, mengganti bahan yang merusak lingkungan dengan bahan ramah lingkungan (replace). Keempat, mendaur ulang barang bekas pakai (recycle) untuk bisa dipakai lagi secara baru dengan fungsi yang berbeda. Sikap ini sejalan dengan prinsip-prinsip Kristiani yang perlu diterapkan dalam rangka peduli lingkungan, yaitu bertobat atau mengaku atas perlakuan buruk terhadap lingkungan, mengendalikan diri, menghargai ciptaan Tuhan (respect), dan bertanggung jawab atas ciptaan Tuhan yang diberikan kepada kita (responsible). Menjalankan keempat prinsip lingkungan yang sejalan dengan prinsip Kristiani merupakan bentuk ibadah perayaan Natal yang sesungguhnya.

Natal juga mengundang kita pada pertobatan ekologis, yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak terhadap lingkungan. Pertobatan ini bukan sekadar wacana, melainkan sikap iman yang nyata. Jika kita sungguh menyambut Kristus yang lahir di dunia, maka kita juga dipanggil untuk merawat dunia tempat Ia hadir.

Kesederhanaan palungan mengajarkan kita gaya hidup yang tidak berlebihan. Natal bukan hanya tentang perayaan dan konsumsi, tetapi tentang kasih, kepedulian, dan tanggung jawab. Kita dapat memulai pertobatan ekologis dengan langkah-langkah kecil seperti mengurangi sampah, menggunakan sumber daya secara bijak, menanam pohon, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Dengan merawat ciptaan, kita sedang menghormati Sang Pencipta. Dengan menjaga bumi, kita sedang mewariskan harapan bagi generasi mendatang. Natal menjadi semakin bermakna ketika damai sejahtera yang dibawa Kristus juga dirasakan oleh seluruh alam.

Para Majus yang diminta Raja Herodes justru menunjukkan keberanian untuk menunjukkan jalan lain. Jalan ini masih penuh tanda tanya, memiliki tantangan dan ancaman lain, serta penuh misteri dibandingkan jalan yang mereka tempuh sebelumnya, tetapi mereka tak cemas. Ini tentu membutuhkan sebuah keberanian tersendiri, yakni berani tidak menaati Raja dan menghindar untuk tidak terlibat dalam maksud jahat itu.

Keberanian dan jalan lain ini pun mewujud dalam perjalanan untuk menemukan secara kreatif jalan baru dalam menghadapi realitas di sekeliling kita. Perjumpaan Ilahi melalui perayaan Natal memampukan kita untuk berjalan bersama untuk ’pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat’, membangun kembali kehidupan dari keterpurukan akibat bencana alam yang sangat dahsyat dan merenggut korban jiwa dan harta. Tugas mulia seluruh umat Kristiani dan bahkan seluruh umat manusia adalah menggemakan pertobatan ekologis di tengah maraknya kerusakan lingkungan.

Sikap para Majus ini patut diteladani, yakni sikap berani berpihak kepada korban yang merupakan jalan kasih yang perlu ditempuh saat ini, ketika dunia mengalami defisit cinta kasih, dan surplus kebencian, kekerasan, kemiskinan dan beragam masalah lainnya. Keberanian mengambil jalan lain dan tergerak oleh belas kasih untuk menolong yang kurang beruntung dalam hidup ini perlu dihidupkan dan diwujudkan dalam keseharian.

Mengambil jalan lain yakni jalan kasih ini bisa saja berupa jalan sunyi berisiko dan penuh tantangan. Kendati demikian, langkah mengambil jalan lain ini bukan tindakan frustasi, tetapi lebih merupakan keputusan iman. Kiranya melalui perayaan Natal kita kali ini seluruh umat manusia akan memiliki sukacita karena telah bertemu dengan Yesus, sukacita yang sama dengan orang Majus itu. Sukacita yang melahirkan keberanian mereka mengambil jalan lain. Jalan berbeda namun membawa kebaikan bersama.

wartawan
RED
Category

Longsor Terjang Tiga Rumah di Sanggulan

balitribune.co.id | Tabanan – Tanah longsor menerjang kawasan pemukiman di Perumahan Puskopad II, Banjar Jadi Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, pada Selasa (27/10/2026) malam.

Hujan deras yang mengguyur lokasi sekitar pukul 20.00 Wita memicu ambrolnya tebing tanah hingga mengakibatkan tiga unit rumah warga mengalami kerusakan parah serta dua penghuninya dilarikan ke rumah sakit.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Bupati Satria Sidak Seluruh Proyek di Nusa Penida 

balitribune.co.id | Semarapura - 

Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra memimpin langsung kegiatan monitoring pelaksanaan pembangunan fisik di Kecamatan Nusa Penida, Selasa (27/10/2026). Peninjauan ini melibatkan Tim Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah untuk memastikan seluruh proyek strategis berjalan sesuai standar kualitas dan target waktu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PDAM Terapkan Pola Genap-Ganjil Pendistribusian Air Wilayah Kintamani

balitribune.co.id | Bangli - Perumda Air MInum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli menerapkan pola -genap- ganjil dalam pendistribusian air khusus untuk daerah layanan di Kecamatan Kintamani. Pola ini ditempuh dalam rangka menjaga kestabilan dan pemerataan pasokan air bersih kepada pelanggan ditengah musim kemarau dan keterbatasan  produksi air baku.

Baca Selengkapnya icon click

Pohon Beringin Tumbang Timpa Bangunan Pura Puseh di Desa Sengkidu

balitribune.co.id | Amlapura - Hujan disertai angin kencang dilaporkan menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem sepanjang Selasa malam hingga Rabu (28/10/2026) pagi. 

Di Dusun Mendira, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, sebuah pohon beringin raksasa yang disucikan warga setempat, tumbang dan menghantam bangunan Pura Puseh pada Rabu pagi, tepat saat berlangsungnya upacara agama di dalam pura tersebut.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Atasi Kekurangan Pasokan Listrik di Nusa Penida, PLN Datangkan Mesin Pembangkit Tambahan dari Lombok

balitribune.co.id | Semarapura - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra meninjau Kantor PLN ULP Klungkung Nusa Penida di Desa Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, Selasa (27/10/2026). Kunjungan ini dilakukan di sela-sela kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Klungkung.

Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Inflasi Jelang Saraswati, Pasar Murah Disperindag Gianyar Diserbu Warga 

balitribune.co.id | Gianyar - Pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar diserbu warga, Rabu (28/10/2026). 

Masyarakat bahkan sudah mengantre sejak pukul 06.30 Wita, meski kegiatan di area Food Court Alun-Alun Gianyar tersebut dijadwalkan dimulai pukul 07.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.