balitribune.co.id | Bangli - Perumda Air MInum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli menerapkan pola -genap- ganjil dalam pendistribusian air khusus untuk daerah layanan di Kecamatan Kintamani. Pola ini ditempuh dalam rangka menjaga kestabilan dan pemerataan pasokan air bersih kepada pelanggan ditengah musim kemarau dan keterbatasan produksi air baku.
Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, I Wayan Gunawan mengatakan pola genap -ganjil dalam pendistribusian air untuk daerah layanan KIntamani telah diterapkan sejak tanggal 20 Oktober 2026. “Sebelum penerapan pola genap-ganjil diberlakukan diawali dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat lewat kepala desa,” ujar Wayan Gunawan, Rabu (28/10/2026).
Menurut Wayan Gunawan mekanisme pola genap-ganjil dalam pendistribusian air sesuai penanggalan kalender dan dibagi menjadi dua zona. Pada hari genap pendistribusian air menyasar pelanggan Subunit KIntamani diantaranya wilayah Desa Kintamani, Batur Utara dan Batur Tengah . Pada hari ganjil menyasar pelanggan di wilayah selatan meliputi Abang Batu Dinding, Suter, Binyan dan Tabih. ”Dalam penerapan pola ini petugas kami di lapangan akan mengatur pendistribusian air lewat pengaturan palev,” jelas pria asal Desa Kayubihi, Bangli ini.
Dengan pemberlakukan pola genap -ganjil ini serta merta akan dapat menuntaskan permasalahan air di Kintamani, karena produksi air kita belum bisa memenuhi kebutuhan air secara menyeluruh. ”Dengan pola ini paling tidak rentan waktu pendistribusian air bisa diperpanjang yang awalnya hanya 1 jam bisa menjadi 2 jam,” ungkap Wayan Gunawan.
Kata Wayan Gunawan selama ini untuk mengcover produksi air di wilayah Kintamani hanya memanfaatkan sumber mata air Pebini Catur dengan kapasitas 35 liter per detik . Sejatinya untuk mendongkrak produksi air bisa memanfaatkan sumber mata air Kutalambi, Desa Bunutin, namun butuh dan investasi yang besar.”Kami sejatinya telah mengajukan usulan untuk pemanfaatan sumber mata air Kutalambi yang memiliki kapasitas debit mencapai 100 liter per detik , jika itu bisa terealisasi dapat dipastikan seluruh desa di Kintamani bisa terlayani dengan optimal,” ungkap Wayan Gunawan.