Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Obor Literasi Menuju Transformasi Sekolah

pendidik
Bali Tribune / I Komang Warsa - Kepala SMA N 1 Tembuku dan Guru Ajeg Bali

balitribune.co.id | Sekolah memiliki Visi yang terkoneksitas dengan Visi pemerintah daerah agar Kepala Sekolah sebagai nahkoda dalam menjalankan program sekolah menjadi terarah dan terukur sesuai kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah. Sekolah sebagai rumah peradaban dalam mendidik bukan hanya untuk belajar tetapi harus memiliki indikator pendidikan yang terukur untuk menjabarkan Visi pemerintah agar betul-betul menjadi sekolah yang memperkuat akar-budaya bangsa. Anak bangsa harus kuat secara intelektual akademisnya tanpa melupakan akar adat-budaya bangsanya. Sekolah sebagai tempat penanaman nilai-nilai karakter tanpa mengabaikan kearifan lokal. Pemebalajaran diharapkan mampu mengintegrasikan kearifan lokal dan melahirkan kecerdasan berimbang antara IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient). Sekolah harus dibangun dengan fondasi kecerdasan dengan baik melalui Visi yang terukur sebagai menara api bukan sebagai menara gading. Sebagai menara api berarti sekolah harus bisa menerangi sekelilingnya bukan hanya pajangan gedung megah dan indah bagaikan menara gading yang tidak memberikan kontribusi sinar pada sekelilingnya. Visi sekolah tetap menjabarkan tujuan pendidikan secara nasional dan visi Pemerintah Daerah yang dijabarkan melalui Pergub 7 tahun 2026. Sekolah tetap menghargai peradaban adat-budaya daerah tanpa memberangus identitas pendidikan secara nasional atau program pendidikan pusat mengabaikan tradisi local sehingga program pusat dan daerah harus bersinergi.

Mewujudkan Sekolah sebagai Rumah Peradaban dalam Mendidik Pikiran dan Akhlak Menuju Profil Lulusan yang utuh yang dilandasi Upasananing Wahita Hredaya” konsep melayani dengan sepenuh hati oleh guru dalam mendidik pun dengan hati. Sekolah bukan saja sebagai tempat belajar tapi sebagai tempat mengolah dan mendidik pikiran, mengolah hati dan mengolah raga agar lahir anak yang utuh secara intelektual, sehat, dan berkarakter. Sekolah adalah tempat mendidik pikiran anak bangsa agar memiliki pikiran yang terarah dan tidak liar. Pikiran liar sungguh amat berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa sedangkan pikiran yang tertata ibarat tumbuhan bonsai kecil tapi indah dan mahal. Sekolah bukan hanya membentuk satu kecerdasan akademik saja tetapi bagaimana mendidik pikiran agar menjadi manusia yang manusiawi atau manusia yang berkeadaban. Menjadikan sekolah sebagai taman pendidikan sebagai tempat berproses memuliakan murid sehingga sekolah sebagai taman yang indah untuk menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Belajar murid boleh di mana saja dan dengan siapa saja tetapi pendidikan harus diperoleh di tempata yang benar dan orang yang benar. Sekolah membedah dan berselancar dalam visi dan misi yang diimplementasikan menjadi program-program sekolah yang menyentuh pendidikan pikiran yang bertumbuh dan berkembang tanpa menghampakan nilai-nila etika-moralitas. Rumah peradaban pendidikan bukanlah penjara yang mengekang kreativitas murid tetapi perlu diingat tata tertib tetap terdepan untuk menerapkan disiplin positif untuk menggawangi karakter murid.

Inovasi program sebagai titik transpormasi sekolah untuk menumbuhkembangkan pendidikan di rumah peradaban yang disebut sekolah. Program literasi sekolah tentu sebagai pemantik transpormasi pikiran yang menjelma menjadi program sekolah yang berlandaskan olah rasa, olah pikir, dan olah raga agar tetap bertumbuh secara holistik. Olah pikir sebagai cahaya pengetahuan, lewat program literasi sekolah secara masif. Program literasi untuk memberdayakan murid untuk berpikir kritis, kreatif dan analitis sebagai kunci utama transformasi pendidikan bukan sekadar belajar di kelas semata. Literasi ibarat percikan api sebagai pemantik dan menyala sebagai menara api sekolah. Pada setiap kata yang dipikirkan adalah percikan api yang siap menyala menjadi obor yang memberikan penerangan sebagai ciri transpormasi sekolah. Literasi sebagai menara api yang siap memberikan cahaya agar sekolah tidak gelap dari cahaya literasi. Setiap karya warga sekolah adalah pemantik agar pikiran terus bertumbuh sebagai menara api kecerdasan yang siap memberikan sinar setiap sudut sekolah yang masih redup dan remang-remang. Program literasi bukan sebagai menara gading yang indah tapi kurang bermanfaat dengan sekelilingnya tetapi sebagai menara api yang tidak pernah redup apalagi sampai padam. Kolaborasi program sekolah dengan pemangku tradisi adat dan budaya yang dituangkan sebagai penguat yaitu Pergub 7 tahun 2026, terus digemakan melalui sarasehan adat-budaya, bedah buku, dan juga membudayakan dan mengadatkan pendidikan sebagai program lokal genius (kearipan lokal) sekolah. Sehingga pendidikan bisa diberdayakan untuk melindungi tradisi adat-budaya dan bukan malah sebaliknya. Mengisi ulang ke-Bali-an orang Bali melalui program kearifan lokal (muatan lokal) adalah satu strategi yang saangat signifikan.

Program sekolah olah rasa/hati adalah program yang bisa menggugah dan menyentuh hati setiap siswa agar memiliki kepedulian dan kepekaan sosial baik secara kemanusiaan maupun lingkungan sehingga program sekolah berkelindan dengan konsep ajaran Hindu, yakni Tri Hita Karana, yaitu hubungan manusia dengan manusia dalam bentuk kegiatan kemanusiaan, hubungan manusia dengan Tuhan dalam bentuk program taman spiritual, berdoa sebelum masuk kelas, dan hubungan manusia dengan lingkungan dalam bentuk peduli masalah sampah yang dimulai dari dunia pendidikan. Pemantik pola pikir bertumbuh harus diberikan ruang dan waktu setiap warga sekolah agar mau dan percaaya diri untuk berinovasi dalam karya.

Program sekolah dibidang olah raga (tubuh) adalah program Jumat sehat sebagai bukti program ini terlaksana, adanya senam sehat untuk siswa dan guru. Sekolah perlu mengadakan parade adat-budaya sebagai bentuk program kepedulian tarhadap budaya nusantara yang hidup, berkembang dan bertahan di Bali. Gerakan literasi sebagai bentuk transpormasi pendidikan di sekolah untuk berubah arah yang lebih baik dan kemajuan. Dampak transpormasi pendidikan dilihat dari nyala program yang bisa memberikan sinar terang di sekelilingnya bagaikan menara api tanpa pernah padam. Jadikan program literasi dari setiap pikiran jadikan percikan api menjadi nyala literasi sebagai menara api yang memberikan sinarnya pada sekeliling sekolah.

Sekolah bukan semata pajangan gedung yang megah bagaikan menara gading indah terkadang tidak bermanfaat sekelilingnya. Jadikanlah sekolah sebagai taman pendidikan yang bertumbuh dengan menara bercahaya yang memberikan sinar.

wartawan
RED
Category

Pelabuhan Celukan Bawang Kembali Disinggahi Kapal Pesiar Internasional

balitribune.co.id I Singaraja - Aktivitas kapal pesiar internasional kembali menggeliat di Pelabuhan Celukan Bawang. Setelah sempat jeda sejak April 2026, pelabuhan di Kabupaten Buleleng ini kembali menerima kunjungan kapal pesiar MV Island Sky. Di tengah rencana pengembangan layanan roll-on/roll-off (Ro-Ro), aktivitas kapal pesiar tetap menjadi salah satu bagian dari kegiatan kepelabuhanan di Celukan Bawang.

Baca Selengkapnya icon click

Zero Complaint

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster) mencanangkan zero complaint di periode kedua pemerintahannya. Lewat Instruksi Gubernur Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Peningkatan Kinerja, Kualitas, dan Integritas Penyelenggaraan Program dan Pelayanan Publik di Provinsi Bali, Pak Koster ingin agar seluruh jajaran birokrasi di Bali bekerja dengan standar tertinggi, yakni cepat, tepat, transparan, dan bebas dari keluhan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rekayasa Lalu Lintas di Ubud akan Dievaluasi

balitribune.co.id I Gianyar - Dua hari uji coba rekayasa arus lalu lintas di Ubud rupanya masih akan dievaluasi. Meskipun efektif mengurai kemacetan di Jalan Raya Peliatan (Jalan Cok Gede Rai), kemacetan berpindah ke Jalan Sugriwa, Padang Tegal Ubud. Jalur pengecualian dua arah di persimpangan Setra Dalem Puri menuju parkiran juga menuai sorotan.

Baca Selengkapnya icon click

Desa Adat Yeh Sanih Menangkan Sengketa Lahan Seluas 5.580 Meter Persegi

balitribune.co.id I Singaraja - Sengketa lahan seluas 5.580 meter persegi di Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, telah melalui rangkaian proses hukum hingga tingkat Peninjauan Kembali (PK). 

Dalam perkara perdata Nomor 255/Pdt.G/2023/PN Sgr tersebut, Desa Adat Yeh Sanih menjadi pihak yang mempertahankan penguasaan atas objek lahan yang disengketakan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Melihat Tradisi Ngurisang, Metabur dan Megibung Warga Muslim Kampung Sindu Sidemen Saat Perayaan Maulid Nabi

balitribune.co.id I Amlapura - Berbagai tradisi unik digelar oleh warga muslim di sejumlah kampung muslim di Kabupaten Karangasem saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Kampung Muslim Sindu, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Karangasem, warga menggelar Tradisi Ngurisang, Metabur dan Tradisi Megibung.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Satria Pastikan Proses Docking KMP Nusa Jaya Abadi Berjalan Lancar

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati, Tjokorda Gde Surya Putra melakukan kunjungan ke galangan kapal PT. Dewa Ruci Agung di Surabaya, Senin (24/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan sekaligus melihat secara langsung proses pelaksanaan docking KMP Nusa Jaya Abadi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.