Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

OJK Gelar Evaluasi Kinerja dan Workshop Penilaian RBBR untuk BPR dan BPRS di Bali

Penilaian Risk Based Bank Rating
Bali Tribune / EVALUASI - OJK Provinsi Bali menyelenggarakan Evaluasi Kinerja dan Workshop Penilaian Risk Based Bank Rating (RBBR) bagi BPR dan BPRS di Provinsi Bali, Senin s.d. Selasa (28-29/7)

balitribune.co.id | Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menyelenggarakan Evaluasi Kinerja dan Workshop Penilaian Risk Based Bank Rating (RBBR) bagi BPR dan BPRS di Provinsi Bali, Senin s.d. Selasa (28-29/7).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setahun sekali ini bertujuan untuk memaparkan kinerja BPR dan BPRS di Provinsi Bali selama setahun dan meningkatkan kompetensi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) tentang ketentuan di sektor perbankan dan isu strategis yang dihadapi.

Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu dalam pembukaan kegiatan itu di Denpasar, Senin (28/7) menegaskan bahwa keberpihakan BPR terhadap sektor UMKM selama ini telah menunjukkan kontribusi positif dalam mendukung perekonomian lokal.

Sehingga untuk menjaga kesinambungan dan kualitas portofolio pembiayaan, BPR dituntut untuk terus meningkatkan kualitas analisis kreditnya. Penguatan aspek credit underwriting, validitas informasi debitur, serta penilaian prospek usaha menjadi krusial agar penyaluran kredit inklusif dan prudent.

“BPR diharapkan dapat terus mendukung pertumbuhan UMKM di daerah dengan kualitas aset yang baik. Secara industri, kesehatan BPR harus dijalankan secara berkesinambungan dan saling melengkapi dengan penerapan market conduct yang baik. Praktik bisnis yang beretika, transparansi kepada nasabah, serta perlakuan yang adil dalam penawaran produk dan layanan merupakan elemen penting dalam membangun kepercayaan publik,” kata Kristrianti.

Ia juga menjelaskan penguatan keamanan sistem informasi perlu menjadi prioritas utama BPR dalam menjaga keberlangsungan layanan. Oleh karena itu, selain memperkuat infrastruktur teknis, BPR juga perlu memastikan seluruh komponen, termasuk prosedur, personel, dan perangkat pendukung berada dalam kendali yang aman dan terstandarisasi. Pendekatan keamanan yang menyeluruh dan konsisten menjadi kunci dalam menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan sistem informasi BPR.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perbarindo Provinsi Bali I Ketut Komplit juga menyampaikan bahwa optimisme harus terus dibangun dalam menghadapi dinamika industri keuangan yang semakin menantang. Penting bagi BPR memiliki keberanian untuk mengubah mindset dari pola pikir konservatif menuju pola pikir adaptif dan terbuka terhadap perubahan.

Kegiatan hari pertama dihadiri oleh 256 peserta yang terdiri dari Direksi dan Dewan Komisaris dari 127 BPR Konvensional dan 1 BPR Syariah. Tiga materi dibahas pada sesi ini yaitu Menyikapi Kerentanan Keamanan Sistem Teknologi Informasi BPR/BPRS, Pengawasan Market Conduct, dan Evaluasi Kinerja BPR/BPRS.

Kegiatan hari kedua dikemas dalam bentuk Workshop tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank (TKS) dihadiri 128 Pejabat Eksekutif yang merupakan pengampu Fungsi Kepatuhan dan Manajemen Risiko di seluruh BPR dan BPRS di Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor OJK Provinsi Bali. Workshop tersebut berfokus pada penerapan pendekatan Risk-Based Bank Rating (RBBR).

Peserta dibekali dengan pemahaman metodologi terbaru penilaian TKS berdasarkan SEOJK 11/SEOJK.03/2022 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang mengintegrasikan empat faktor utama yaitu profil risiko, tata kelola, rentabilitas, dan permodalan (RGEC). Penilaian kesehatan bank kini tidak hanya menilai kondisi historis, tetapi juga menekankan aspek forward-looking dan efektivitas sistem manajemen risiko.

OJK menegaskan bahwa faktor penentu profil risiko, seperti risiko kredit, operasional, likuiditas, dan kepatuhan, harus dinilai secara menyeluruh menggunakan parameter kuantitatif dan kualitatif yang obyektif. Sedangkan dalam aspek tata kelola, self-assessment perlu dilakukan secara jujur dan konsisten berdasarkan bukti pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Direksi dan Komisaris. “Pengelolaan risiko tetap menjadi lesson learned agar kinerja keuangan tetap terjaga positif”, demikian disampaikan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Provinsi Bali, Bp Ananda R. Mooy.

OJK mendorong agar BPR dapat lebih adaptif dalam merespons dinamika lingkungan usaha, meningkatkan efektivitas pengawasan internal, serta memperkuat struktur permodalan dan rentabilitas secara berimbang. Workshop ini merupakan bagian dari upaya OJK dalam mendukung transformasi industri BPR yang sehat, kompetitif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

OJK Provinsi Bali mencatat bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BPR dan BPRS masih terjaga, tercermin dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara konsisten selama periode berjalan. Total DPK tumbuh dari sebesar Rp12,58 triliun pada Desember 2019 menjadi Rp17,32 triliun pada Mei 2025, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 5,31 persen yoy pada Mei 2025 atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK nasional pada periode yang sama.

Capaian ini mencerminkan peran BPR yang tetap relevan di tengah masyarakat serta kemampuan BPR di Bali dalam menjaga kepercayaan publik melalui pendekatan yang responsif, inklusif, dan berbasis kearifan lokal. Penyaluran kredit selama tahun 2025 didominasi oleh kredit modal kerja (44,95 persen), konsumsi (35,27 persen), dan investasi (19,78 persen), dengan kategori debitur UMKM (49,31 persen), yang diikuti retail (33,20 persen) dan korporasi (17,49 persen).

Pada kegiatan dimaksud, OJK juga menyampaikan paparan tentang pengawasan Market Conduct. BPR dan BPRS perlu untuk menerapkan prinsip-prinsip pelindungan konsumen seperti peningkatan edukasi yang memadai kepada masyarakat, keterbukaan dan transparansi informasi produk dan layanan jasa keuangan dan perlakuan yang adil dan perilaku bisnis yang bertanggung jawab. Selain itu, BPR dan BPRS juga perlu menerapkan aspek pelindungan aset, privasi, dan data konsumen serta penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa yang efektif dan efisien, penegakan kepatuhan, dan persaingan yang sehat.

Seluruh prinsip tersebut kemudian diterapkan pada siklus hidup produk dan/atau layanan, mulai dari produk dan/atau layanan didesain sampai dengan pelayanan after sales termasuk penyelesaian permasalahan antara PUJK dan konsumen jika terjadi di kemudian hari.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong seluruh jajaran BPR dan BPRS secara bersama-sama mulai berbenah dan senantiasa meningkatkan kinerja. Manajemen risiko dan tata kelola bukan sekadar kewajiban dalam memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku, akan tetapi merupakan bagian investasi jangka panjang untuk keberlangsungan bisnis. Hasil evaluasi dapat menjadi titik balik untuk mewujudkan industri BPR dan BPRS Bali yang lebih maju dan adaptif di era digital.

wartawan
ARW
Category

Dukung Pencegahan Stunting, Pemkot Denpasar Luncurkan Dapur Abhipraya

balitribune.co.id I Denpasar - Guna mendukung upaya pencegahan Stunting, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar melaksanakan peluncuran Dapur Abhipraya yang terletak di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatut Subroto IVF, Kota Denpasar, sebagai bagian dari semangat Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), Selasa (18/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Populasi Anjing Capai 84.369 Ekor, Denpasar Terus Kebut Vaksinasi Rabies

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar terus menekan risiko penularan penyakit rabies. Tercatat kini sebanyak 50.934 ekor anjing telah mendapatkan vaksinasi atau mencapai 60,37 persen dari estimasi populasi anjing di Kota Denpasar.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Digempur Produk Modern, Permintaan Gerabah untuk Kebutuhan Upacara Adat Masih Stabil

balitribune.co.id I Mangupura - Pembuatan gerabah tradisional hingga saat ini masih ditekuni salah satu perajin di Desa Kapal Kabupaten Badung. Pasalnya, gerabah yang terbuat dari tanah liat tersebut kerap dibeli masyarakat yang akan melaksanakan upacara Pengabenan. Sehingga gerabah menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa lepas dari upacara adat Bali.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Bupati, Wabup dan Ketua DPRD Badung Sambut Silaturahmi Kajari Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Dalam suasana hangat dan kekeluargaan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung yang baru, I Wayan Sumertayasa beserta jajaran di Rumah Jabatan Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (18/8/2026). Bupati didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD I Gusti Anom Gumanti, dan Sekda Ida Bagus Surya Suamba.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Daya Saing UMKM, DPRD Badung Serap Aspirasi Raperda Pelindungan Produk Unggulan Daerah

balitribune.co.id | Mangupura - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung menggelar penyerapan aspirasi masyarakat terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Produk Unggulan Daerah. Ranperda inisiatif ini dirancang guna memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Baca Selengkapnya icon click

Sinergi Pemkab dan HIPMI Tabanan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Visi Tabanan Era Baru

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi terhadap peran serta pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPC Tabanan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.