Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pelaku Pariwisata Bali Minta Pemerintah Kuatkan Skrining Investasi

 Ida Bagus Gede Sidharta Putra
Bali Tribune / Ida Bagus Gede Sidharta Putra.

balitribune.co.id I Denpasar - Pelaku usaha di industri pariwisata Bali merespons positif program pemerintah pusat terkait pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Namun khusus untuk di Bali, pemerintah diminta untuk melakukan skrining investasi diluar investasi hotel dan restoran. 

"Di Bali perlu investasi di bidang pengolahan air, transportasi, jalan, kita tidak butuh hotel lagi, tidak butuh restoran lagi. Jadi itu yang harus dikuatkan skrining investasi," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra di Denpasar baru-baru ini. 

Seperti diketahui, Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa pemerintah telah menentukan lokasi sementara PFII di Jakarta. Kedepan, pemerintah juga membuka kemungkinan pengembangan PFII di Bali dan kawasan lain di Indonesia yang memiliki potensi untuk menarik dana-dana besar dari luar negeri. 

Ia yang akrab disapa Gusde mendorong pemerintah membuka investasi di bidang lainnya selain perhotelan dan beach club. Mengingat Bali berkomitmen menawarkan pariwisata budaya, sehingga investasi yang dibuka harus sesuai dengan karakter Bali sebagai pariwisata budaya dan berkualitas. 

"Kalau seperti ini (investasi perhotelan dan beach club) mana pariwisata budaya. Karena pariwisata berkualitas itu semua harus solid bukan hanya hotelnya saja yang bagus. Parkir juga harus ditata sebagai perwujudan dari pariwisata berkualitas. Udara yang dihirup juga low emission," katanya. 

Ia mencontohkan, Dubai yang menjadi pusat finansial global itu mengubah tempat yang awalnya tidak produktif menjadi daya tarik untuk investasi. Pemerintah di Bali maupun pusat kata dia seharusnya membuka investasi di sektor yang tidak merusak lahan hijau atau lahan produktif. 

"Kalau Dubai pusat finansialnya kan langsung jualan properti di sana, dia bisa mengubah gurun dari non efektif menjadi efektif. Kalau bisa jangan sampai yang hijau serapan air semua berubah. Kalau dibandingkan Dubai kita jauh lebih komplit lebih kaya, jangan dirusak. Kalau di Dubai itu sebenarnya daerah padang pasir yang dibangun menjadi sebuah kota menarik. Kebetulan saya sudah beberapa kali ke sana. Jadi di Bali harus diskrining, investasi apa yang diperlukan," paparnya. 

wartawan
YUE
Category

Lansia Hilang 2 Hari di Selbar Ditemukan Lemas di Saluran Irigasi

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang lansia berusia 70 tahun bernama Ni Wayan Natri alias Mbah Mardi yang sempat dilaporkan hilang selama dua hari akhirnya ditemukan selamat di saluran irigasi Tukad Balian, Banjar Dinas Tegal Kontang, Desa Lumbung Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat (Selbar), pada Senin (26/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Operasi Patuh Agung 2026 Dimulai, Polres Buleleng Sasar Pelanggar Lalu Lintas

balitribune.co.id | Singaraja - Polres Buleleng mulai mengintensifkan pengawasan lalu lintas melalui Operasi Patuh Agung 2026. Selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, polisi akan menyasar pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Denpasar Usulkan Kapten Japa Sebagai Pahlawan Nasional

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar resmi memulai langkah konkret untuk mengusulkan pejuang kemerdekaan lokal, Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa, sebagai Calon Pahlawan Nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran seminar sejarah sekaligus peluncuran buku biografi sang pejuang di Gedung Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Selasa (27/10/2026) pagi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.