Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perajin Endek Masih Bertahan di Masa Pandemi

Bali Tribune / ENDEK - Di masa pandemi Covid-19 para perajin kain endek Bali berinovasi menciptakan motif baru yang dipasarkan online

balitribune.co.id | Badung - Berbagai strategi dilakukan perajin kain endek untuk tetap bertahan di masa pandemi Covid-19. Tak hanya mengandalkan pemasaran langsung, para perajin tenun Bali ini semakin giat menciptakan inovasi motif baru untuk menarik minat pembeli lewat penjualan di media sosial maupun di pasar daring (online). 

Penggunaan kain endek di Bali banyak digemari untuk kegiatan religi, seragam kantor, menghadiri acara formal hingga aktivas sehari-hari di kalangan milenial. Namun demikian di masa pandemi ini penjualan endek juga mengalami kelesuan. Guna tetap mempertahankan penjualan,  berbagai strategi pun dilakukan para perajin endek yang ada di Kabupaten Badung.

Salah seorang perajin endek, Dewa Ayu Nyoman Narti beberapa waktu lalu di Abiansemal, Badung menyatakan untuk tetap menarik minat pembeli ia menciptakan motif - motif baru untuk produksi pembuatan endek yang merupakan kain tenun tradisional Bali.

Kata dia, motif kain endek yang masih banyak disukai masyarakat diantaranya adalah motif bedeg, batu paras, bunga gringsing dan lainnya. Desain motif baru yang digunakan dalam menenun kain tersebut dibuat dengan bantuan anaknya. "Harga jual endek Bali ini mulai Rp 250 ribu sampai Rp 800 ribu," sebut Narti. 

Sementara itu Kadek Antari desainer endek Bali mengaku selain membuat desain dirinya juga berupaya membantu usaha keluarganya ini melalui penjualan lewat media sosial maupun di marketplace atau pasar daring. Bahkan usahanya di masa pandemi ini tetap bisa bertahan ketika banyak pengusaha lain melakukan pemutusan hubungan kerja para karyawannya. 

"Saat ini di masa pendemi pemasaran online baik melalui media sosial dan marketplace sangat efektif. Saya sudah 4 tahun menggunakan pemasaran online. Apalagi di saat seperti ini penjualan dengan cara konvensional banyak yang tutup dan memutuskan hubungan kerja. Namun usaha saya tidak mengalami pemutusan hubungan kerja, usaha tetap berjalan karena mengandalkan promosi online," bebernya. 

Meskipun pesona kain endek Bali menjadi salah satu perhatian dunia dengan diikutsertakannya endek di ajang Paris Fashion Week pada Selasa 29 september 2020 lalu, namun kendala ekonomi membuat sebagian orang menghemat demi bertahan hidup di tengah situasi pandemi.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terdeteksi Terlibat Judol dan Pinjol, Puluhan Warga Buleleng Kehilangan Hak Penerima Bansos

balitribune.co.id I Singaraja - Sejumlah warga Buleleng terpaksa kehilangan hak penerimaan bantuan sosial (Bansos) setelah mereka ditemukan terlibat dalam permainan judi online (judol). Tidak hanya itu, beberapa diantaranya juga terpaksa dicoret dari daftar penerima bansos akibat terdeksi penerima pinjaman online (pinjol). Hal itu diungkap Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.