Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pertalite Diburu, Pertamax Ikut Tertekan

praktisi
Bali Tribune / Arief Wibisono, S.I.Kom., M.I.Kom. - Wartawan Bali Tribune/Praktisi Komunikasi

balitribune.co.id | Denpasar - Bagi pengguna kendaraan di Bali, persoalan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar soal harus mengantre lebih lama di SPBU. Di balik antrean kendaraan yang mengular, ada persoalan lain yang ikut terasa - harga BBM nonsubsidi yang semakin berat bagi sebagian konsumen, sementara pilihan BBM yang dianggap lebih terjangkau semakin terbatas. Situasi itu membuat konsumen harus kembali berhitung sebelum mengisi tangki kendaraan.

Ketika Pertalite sulit diperoleh, pilihan berikutnya bergeser ke Pertamax. Namun, ketika konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertalite beralih secara bersamaan, tekanan permintaan ikut berpindah ke produk lain.

Gambaran sederhananya seperti efek domino. Pertalite diburu, stok di sejumlah SPBU menipis. Konsumen kemudian beralih ke Pertamax. Produk yang sebelumnya menjadi pilihan sebagian pengguna kendaraan itu pun ikut menghadapi peningkatan permintaan.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat menghadapi apa yang secara sederhana bisa disebut masyarakat "dipaksa naik kelas” konsumsi BBM—bukan karena pilihan, melainkan karena kondisi pasokan dan harga.

Tekanan itu semakin terasa karena harga keekonomian BBM nonsubsidi dipengaruhi sejumlah faktor eksternal. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta pergerakan harga minyak dunia dapat meningkatkan biaya pengadaan BBM, sehingga turut memberikan tekanan terhadap harga produk nonsubsidi.

Kondisi geopolitik di Timur Tengah juga menjadi salah satu faktor yang membuat pasar minyak dunia bergerak lebih fluktuatif. Ketika harga minyak naik dan rupiah melemah terhadap dolar, biaya dalam rupiah untuk memperoleh produk berbasis minyak menjadi semakin besar.

Bagi masyarakat, berbagai dinamika tersebut pada akhirnya diterjemahkan dalam satu persoalan sederhana - berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk mengisi tangki kendaraan?

Di Bali, persoalan itu kemudian bertemu dengan gangguan pasokan Pertalite yang terjadi sebelumnya. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengakui adanya keterlambatan pasokan dan menyatakan terus melakukan penyesuaian pola suplai untuk menjaga ketersediaan BBM.

Pasokan Pertalite telah tiba pada 7 Oktober 2026. Pertamina kemudian mempercepat kedatangan pasokan berikutnya. Kapal pengangkut Pertalite dijadwalkan tiba di Integrated Terminal (IT) Manggis pada Minggu (11/10/2026) dini hari.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan perusahaan terus memantau kondisi stok dan menyesuaikan pola distribusi berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

Pihak Pertamina mengakui, memang sebelumnya ada keterlambatan pasokan Pertalite. Namun, pasokan telah tiba pada 7 Oktober dan terus melakukan pengaturan suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah Bali.

Menurut Pertamina, kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU juga mulai berangsur kondusif. Namun jika kita berkaca pada kondisi riil di lapangan antrian panjang di beberapa SPBU masih terjadi. Pertamina menyebut, perusahaan melakukan optimalisasi stok, kesiapan sarana dan fasilitas, serta koordinasi operasional agar penyaluran BBM dapat kembali berjalan secara optimal.

Namun, normalisasi pasokan tidak serta-merta menghapus persoalan yang dirasakan konsumen. Sebab, ketika harga BBM nonsubsidi berada di level yang lebih tinggi dan pasokan BBM dengan harga lebih terjangkau terbatas, konsumen tetap harus menyesuaikan pola konsumsi.

Bagi sebagian masyarakat, pilihan itu sederhana tetapi tidak mudah - membeli BBM yang lebih mahal atau menunggu BBM yang lebih murah tersedia.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa persoalan BBM tidak hanya menyangkut ketersediaan produk di SPBU. Ia juga bersinggungan langsung dengan daya beli masyarakat, harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta pola konsumsi kendaraan.

Karena itu, ketika Pertamina mempercepat kedatangan pasokan Pertalite dan antrean mulai mereda, perhatian masyarakat kini tidak hanya tertuju pada kapan stok kembali normal, tetapi juga pada bagaimana tekanan harga BBM akan memengaruhi pengeluaran sehari-hari.

Sementara itu, Pertamina mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi mengenai pasokan BBM yang belum terverifikasi.

Bagi para pengguna kendaraan, mungkin istilah “pejuang bensin” terdengar ringan. Namun di tengah harga yang bergerak, pasokan yang sempat tersendat, dan pilihan yang terbatas, mengisi tangki kendaraan kini menjadi bagian dari perhitungan ekonomi rumah tangga yang semakin serius.

Sebab antrean di SPBU itu bukan sekadar barisan kendaraan. Di dalamnya ada orang yang sedang mengejar jam kerja, mengantar anak, mencari nafkah, mengirim barang, membawa wisatawan, atau sekadar ingin pulang tanpa harus menghabiskan separuh hari untuk mencari bensin.

Dan kalau mau jujur, masyarakat sebenarnya tidak meminta terlalu banyak. Mereka hanya ingin datang ke SPBU, mengisi BBM, membayar, lalu pergi. Tidak perlu drama! 

wartawan
RED
Category

Bupati Satria Minta Perumda Panca Mahottama Lakukan Pemerataan Distribusi Air Minum

balitribune.coid | Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Perumda Air Minum Panca Mahottama Kabupaten Klungkung di Halaman Kantor Perumda Air Minum Panca Mahottama, Senin (14/9/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana serta seluruh jajaran manajemen dan staf Perumda.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Niat Healing di Laut, WNA Inggris Malah Tenggelam di Crystal Bay Nusa Penida

balitribune.co.id | Semarapura - Seorang wisatawan mancanegara (WNA) berkebangsaan Inggris, Archibald Frederick Taylor, meninggal dunia setelah mengalami musibah tenggelam saat berenang di Pantai Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 15.40 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Akui Data 16 Ribu ASN Badung Bocor, Sekda Diminta Ambil Langkah Strategis

balitribune.co.id | Mangupura - Polemik dugaan kebocoran data pribadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Badung memasuki babak baru. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengakui telah menerima informasi mengenai kebocoran data pegawai dan langsung meminta Sekda Badung mengambil langkah strategis.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gigitan HPR di Karangasem Capai 5.756 Kasus, Satu Orang Meninggal Dunia Terpapar Rabies

balitribune.co.id | Amlapura - Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Karangasem di Tahun 2026 ini masih cukup tinggi, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Karangasem, rata-rata terjadi sebanyak 500 kasus gigitan HPR perbulan. 

Baca Selengkapnya icon click

Badung Dorong Integrasi Kinerja ASN melalui Sistem Digital

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) untuk mengintegrasikan proses kerja dan penilaian kinerja aparatur sipil negara (ASN). Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Manajemen SPBE atau Pemerintahan Digital Tahun 2026 yang digelar di Ruang Samasta BKPSDM Badung, Senin (14/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.