Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perumda Pasar Rencanakan Revitalisasi Total Pasar Kreneng Senilai Rp140 Miliar

pasar
Bali Tribune / kondisi Pasar Kreneng, Denpasar yang akan direvitalisasi total dengan mengusung konsep seperti Pasar Seni Ubud

balitribune.co.id | Denpasar - Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar menyiapkan rencana revitalisasi total Pasar Kreneng yang telah beroperasi sejak 1983. Memasuki usia lebih dari empat dekade, kondisi pasar dinilai membutuhkan pembaruan menyeluruh untuk mengoptimalkan sirkulasi dan ruang perdagangan.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, menjelaskan bahwa persoalan utama pasar bukan sekadar fisik bangunan, melainkan biaya pemeliharaan yang membengkak serta tampilan kawasan yang berkesan kumuh.

"Bangunannya secara struktur sebenarnya masih bagus, cuma usianya sudah lebih dari 30 tahun," ujar Suadi Putra, Kamis (1/10/2026).

Untuk merealisasikan pembaruan tersebut, pihak Perumda Pasar tengah mempersiapkan pengajuan dana bantuan APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) senilai Rp140 miliar. Langkah ini diambil usai mengikuti koordinasi bersama Kementerian PU yang difasilitasi Gubernur Bali.

Proses pengajuan masih melalui beberapa tahapan administrasi dan verifikasi kelayakan di lapangan oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian PU. Pihak Perumda menargetkan penyempurnaan Dokumen Evaluasi Diri (DED) dan persyaratan selesai pada 2027, sehingga pengerjaan fisik dapat dimulai pada 2028.

Dalam rancangannya, bangunan lama Pasar Kreneng akan dibongkar total dan diganti dengan konsep bangunan maksimal tiga lantai—terdiri atas dua lantai di atas tanah serta satu lantai semi-basement.

Konsep semi-basement ini mengadaptasi penataan di Pasar Seni Ubud guna mengakomodasi keberadaan 1.178 pedagang, termasuk pedagang tumpah, agar aktivitas bongkar-muat tidak lagi mengganggu sirkulasi jalan.

"Selama proses pembangunan nanti, seluruh pedagang akan dipindahkan sementara. Salah satu opsi lokasi relokasi yang dinilai paling memungkinkan adalah kawasan tempat pameran di sebelah timur Setra Bantas, namun ini masih perlu pembahasan lebih lanjut," jelas Suadi.

Revitalisasi ini tidak hanya menyasar bangunan utama, tetapi juga menata infrastruktur penunjang di sekitarnya, seperti akses Jalan Rijasa, penataan kawasan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), serta integrasi fungsi terminal di kawasan Pasar Kreneng.

wartawan
JRO
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.