Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

Youth Talk
Bali Tribune / YOUTH TALK - "Youth Talk" bertajuk “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan” yang digelar Bank Indonesia sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Semangat itulah yang menjadi salah satu fokus Bank Indonesia Provinsi Bali dalam mendorong regenerasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada sektor berbasis keterampilan dan budaya.

Melalui program "Desainer Muda" dan "Desainer Hijau", Bank Indonesia Provinsi Bali membuka ruang bagi talenta muda berusia 18 hingga 40 tahun untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mengembangkan kualitas produk wastra Bali.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan desain. Konsep *sustainable fashion* juga menjadi perhatian utama, salah satunya melalui penggunaan pewarna alam dalam proses produksi kain.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarmawi mengatakan program Desainer Muda dan Desainer Hijau dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi penerus UMKM yang mampu mengembangkan produk berbasis budaya dengan pendekatan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini dilakukan setiap tahun mencakup pendampingan dan 'capacity building' dengan menghadirkan desainer tingkat nasional dari Dewan Industri Kreatif Syariah (IKRA),” kata Achris di Denpasar, Kamis (27/8/2026).

Hasil pendampingan tersebut kemudian mendapatkan ruang untuk ditampilkan kepada publik melalui "fashion show" dalam ajang "Bali Jagadhita" yang digelar secara rutin setiap tahun.

Menurut Achris, proses tersebut penting agar para desainer muda tidak berhenti pada kemampuan menciptakan karya, tetapi juga memahami bagaimana mengembangkan produk yang memiliki kualitas, nilai tambah, dan peluang pasar.

Dengan demikian, regenerasi UMKM tidak sekadar menggantikan pelaku usaha generasi sebelumnya, tetapi menghadirkan generasi baru yang mampu membawa inovasi sekaligus mempertahankan identitas budaya.

Dari sisi lain, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengatakan generasi muda memiliki potensi besar sebagai penggerak inovasi, kewirausahaan, dan regenerasi UMKM Indonesia.

Berdasarkan Survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Gen Z dan Milenial mencapai 49,27 persen dari 284,67 juta penduduk Indonesia. Peran kedua kelompok generasi tersebut dalam ekonomi kreatif juga semakin kuat, dengan sekitar 63 persen tenaga kerja berasal dari kelompok tersebut.

Kedekatan generasi muda dengan teknologi, media sosial, ekonomi digital, serta meningkatnya kebanggaan terhadap produk lokal menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi mereka terhadap UMKM.

Hal tersebut disampaikan Thomas dalam "Youth Talk" bertajuk “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan” yang digelar Bank Indonesia sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, perwakilan kementerian/lembaga, UMKM, wirausaha muda, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, komunitas kewirausahaan, dan mahasiswa.

Thomas menekankan bahwa keberlanjutan UMKM membutuhkan proses regenerasi yang mampu menghubungkan kekuatan antargenerasi.

Pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya perlu diwariskan. Pada saat yang sama, generasi muda membawa cara pandang baru untuk menciptakan nilai tambah dan membuka peluang usaha.

Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen produk kreatif, tetapi juga tampil sebagai pencipta karya, inovator, sekaligus wirausaha baru.

“Berani berkarya, terus berinovasi, dan tetap jaga identitas Indonesia di tengah persaingan global,” pesan Thomas.

Regenerasi menjadi semakin penting bagi sektor wastra dan kriya yang bertumpu pada keterampilan, kreativitas, sekaligus kekayaan budaya.

Bagi Bali, wastra tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga melekat dengan identitas budaya. Tantangannya adalah bagaimana warisan tersebut tetap hidup di tengah perubahan selera konsumen dan perkembangan industri fesyen.

Program Desainer Muda dan Desainer Hijau menjadi salah satu jawaban atas tantangan tersebut. Generasi muda diberikan ruang untuk bereksperimen dengan desain, material, teknik produksi, dan pendekatan fesyen yang lebih ramah lingkungan.

Konsep "sustainable fashion", termasuk pemanfaatan pewarna alam, menjadi bagian penting agar pengembangan wastra tidak hanya mengejar nilai komersial, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.

Di tingkat nasional, penguatan regenerasi UMKM dilakukan Bank Indonesia melalui tiga pilar pengembangan UMKM, yakni korporatisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pembiayaan.

Implementasinya antara lain melalui Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, termasuk Citra Nusa, kompetisi Inovasi Wastra Nusantara yang melibatkan 580 UMKM wastra terpilih dari seluruh Indonesia. Sebagian besar peserta merupakan wirausahawan muda.

Program Citra Nusa diarahkan untuk mendorong regenerasi sektor wastra sekaligus meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat integrasi rantai pasok.

Bank Indonesia juga memfasilitasi pembekalan pengelolaan bisnis di lokapasar serta perluasan pemasaran domestik dan global bagi 2.156 UMKM.

Pendampingan penerapan praktik usaha hijau juga diperkuat untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran strategis sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Penguatan sektor tersebut dilakukan melalui delapan klaster prioritas ASTA EKRAF yang mencakup pengembangan ekosistem, talenta, pembiayaan, pemasaran, hingga diplomasi ekonomi kreatif.

Sinergi pemerintah dan Bank Indonesia turut diarahkan untuk mendukung agenda tersebut melalui pembiayaan, infrastruktur, pemasaran, dan insentif sesuai Rencana Aksi Ekonomi Kreatif Tahap I 2026–2029.

“Dengan kolaborasi, semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang terakselerasi. Dari 'local heroes' yang 'go national' hingga menjadi 'national champions' yang 'go global',” ujar Riefky.

Semangat tersebut juga tercermin dalam "Youth Talk" KKI 2026 yang menghadirkan narasumber dari Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia Rosita Dewi serta Dosen Sekolah Bisnis IPB University Suhendi.

Dari kalangan pelaku UMKM lintas generasi, Ryandika Tera Gandewa dari LAMOPS Craftworks Lombok dan Hisyam Suleiman dari EB Batik Tradisional Cirebon turut berbagi pengalaman dan motivasi.

Dialog lintas generasi itu mempertegas bahwa regenerasi UMKM harus bersifat transformatif. Generasi baru perlu mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari pelaku sebelumnya, sekaligus diberi ruang untuk menciptakan inovasi baru.

Dengan pendekatan tersebut, keunikan, kreativitas, dan identitas budaya dapat tetap dipertahankan tanpa menghambat UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan pasar.

Semangat regenerasi juga diwujudkan melalui area “Rupa Kini” dalam KKI 2026. Area tersebut menghadirkan produk UMKM kekinian yang dirancang relevan dengan tren anak muda.

Tidak hanya menampilkan produk, Rupa Kini dilengkapi pengalaman interaktif seperti lokakarya kreatif, photobooth, dan berbagai aktivitas lainnya.

Kehadiran ruang semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan generasi muda dengan produk lokal melalui pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Pada akhirnya, regenerasi bukan sekadar soal siapa yang meneruskan usaha, melainkan bagaimana warisan budaya dapat terus hidup melalui tangan generasi baru.

Bagi Bank Indonesia, penguatan talenta muda menjadi bagian dari upaya membangun UMKM yang mandiri, inovatif, berdaya saing, sekaligus mampu beradaptasi dengan tuntutan ekonomi berkelanjutan.

Bank Indonesia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus membuka ruang bagi generasi muda agar berani berkarya, berinovasi, dan mengembangkan kewirausahaan.

Sejalan dengan semangat KKI 2026, “Beudaya MeusareSare” atau "Berdaya Bersama-sama", kolaborasi lintas generasi diharapkan melahirkan semakin banyak wirausaha muda yang produktif dan berdaya saing.

Dari wastra Bali hingga berbagai produk kreatif Nusantara, regenerasi diharapkan mampu menjaga warisan budaya tetap hidup dan relevan, sekaligus membawanya melangkah lebih jauh—dari pasar lokal menuju panggung nasional hingga pasar global.

wartawan
ARW
Category

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nutug Karya di Pura Dalem Batununggul, Merawat Bhakti dan Tradisi Warisan Leluhur

balitribune.co.id I Semarapura - Rangkaian upacara piodalan di Pura Dalem, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Piodalan yang bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Matal menjadi momentum penting bagi krama dalam melaksanakan kewajiban adat dan keagamaan, Rabu (26/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Ayam Potong Naik, Kini Rp45.000 per Kilogram

balitribune.co.id I Denpasar - Harga daging ayam di pasaran belakangan mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp45.000 per kilogram. Normalnya daging ayam berada dikisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari minimnya populasi ayam siap panen hingga meningkatnya permintaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.