Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Petani Bunga Pacah Akui Permodalan Menjaga Keberlanjutan Usaha Pertanian

Bunga Pacah
Bali Tribune / BUNGA PACAH - Selain fluktuasi harga, cuaca menjadi tantangan utama budidaya bunga pacah karena dapat memengaruhi kualitas maupun volume panen.

balitribune.co.id I Mangupura - Bunga pacah menjadi salah satu bahan yang digunakan umat Hindu di Bali dalam membuat sesajen atau Banten. Bunga ini kerap diburu umat Hindu di Pulau Dewata saat hari raya keagamaan yang membuat harga bunga pacah naik signifikan dari hari-hari biasa. 

Salah seorang petani bunga pacah di Desa Kapal, Kabupaten Badung, Made Tarji saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, kendati permintaan bunga untuk kebutuhan upacara keagamaan di Bali relatif stabil, pendapatan petani tidak selalu meningkat. Harga bunga pacah sangat dipengaruhi kondisi pasar. 

Saat pasokan melimpah, harga dapat turun menjadi sekitar Rp10.000 per kilogram. Sebaliknya, ketika produksi berkurang, harga bisa mencapai sekitar Rp40.000 per kilogram. Selain fluktuasi harga, cuaca menjadi tantangan utama karena dapat memengaruhi kualitas maupun volume panen.

Disampaikan Tarji, bunga pacah merupakan komoditas yang membutuhkan perawatan intensif. Tanaman mulai berbunga sekitar tiga minggu setelah ditanam dan dapat dipanen setiap hari selama dua hingga tiga bulan apabila pertumbuhannya baik. Pada masa panen awal, hasil produksi dapat mencapai sekitar 35 kilogram per hari sebelum menurun menjadi sekitar 25 hingga 27 kilogram per hari.

Dikatakannya, bunga yang telah dipanen tidak dapat disimpan terlalu lama sehingga harus segera dipasarkan. Kondisi tersebut membuat petani kerap menerima harga yang ditetapkan pasar maupun pengepul. Karena itu, efisiensi biaya produksi dan ketersediaan modal menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Tarji mengakui, permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian. Kredit dari bank menjadi penopang modal untuk membiayai kebutuhan produksi, mulai dari pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, hingga perawatan tanaman. 

Kata dia, biaya produksi untuk satu siklus tanam bunga pacah dapat mencapai sekitar Rp20 juta. Modal tersebut diperlukan sebelum tanaman menghasilkan, sehingga dukungan pembiayaan menjadi penting agar proses budidaya dapat berjalan optimal. Dukungan modal menjadi salah satu bekal untuk mempertahankan usahanya, dengan modal yang tersedia, petani dapat memenuhi kebutuhan produksi.

Sehingga pasokan bunga pacah untuk kebutuhan upacara masyarakat Bali tetap terjaga di tengah dinamika harga dan tantangan cuaca. "Bantuan modal sangat membantu petani. Karena sebelum panen, biaya untuk pengolahan lahan, bibit, pupuk sampai perawatan sudah lebih dulu dikeluarkan," tuturnya.

wartawan
YUE
Category

Bupati Satria Pastikan Produk Klungkung Siap Tembus Pasar Luas

balitribune.co.id | Semarapura - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria menghadiri pameran kerajinan nasional Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (29/9/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Terseret Arus saat Tangkap Ikan, Nelayan di Lalanglinggah Ditemukan Meninggal

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang nelayan asal Banjar Dinas Yeh Bakung I Nyoman Wiratmaja (56) yang sempat dilaporkan hilang terseret arus laut di Pantai Yeh Bakung akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan terdampar di pesisir pantai tetangga setelah proses pencarian semalaman oleh warga dan aparat sejak Selasa (29/9/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

90 Ribu Kendaraan di Buleleng Tunggak Pajak

balitribune.co.id | Singaraja - Persoalan tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kabupaten Buleleng masih menjadi pekerjaan besar bagi Samsat Singaraja. Sekitar 90 ribu kendaraan roda dua dan roda empat tercatat belum memenuhi kewajiban pajaknya. Di tengah tingginya angka tunggakan tersebut, realisasi penerimaan PKB hingga kini baru mencapai 73,72 persen.

Baca Selengkapnya icon click

Empat Warga Nigeria Diamankan, Satu Nekat Kabur, Dua Ngumpet di Kamar Mandi

balitribune.co.id | Tabanan – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Tabanan mengamankan empat warga negara Nigeria yang terindikasi melanggar aturan keimigrasian di Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan.

Dalam operasi penggerebekan tersebut, seorang WNA sempat nekat melarikan diri mengendarai sepeda motor, sementara dua lainnya ditemukan bersembunyi di dalam kamar mandi kos, Rabu (23/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.