Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

QRIS Solusi Aman Cara Pembayaran di Era New Normal

Bali Tribune / Webinar yang diselenggarakan KPw Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Universitas Pendidikan Nasional Denpasar.

balitribune.co.id | Denpasar – Mengusung tema “Inovasi & Digitalisasi: Solusi Kebangkitan Ekonomi” yang sangat relevan dengan kondisi saat ini, ditengah pandemi ini, seluruh lapisan masyarakat terutama generasi milenial harus mampu beradaptasi dengan tatanan hidup baru serta mampu menciptakan inovasi-inovasi khususnya yang berbasis digital guna mendorong roda perekonomian agar dapat bangkit kembali. Begitu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho di acara webinar bersama Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Kamis (18/2) di Denpasar.

Tak bisa dipungkiri, Covid-19 telah menyebabkan perekonomian nasional mengalami kontraksi yang dalam, pertumbuhan ekonomi nasional pada keseluruhan tahun 2020 tercatat terkontraksi sebesar -2,07% (yoy). Bali sebagai penyumbang devisa pariwisata nasional terbesar menjadi provinsi yang paling terdampak dengan angka pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 sebesar -9,31% (yoy).

Meski demikian apabila dilihat perkembangan triwulanannya, pada triwulan IV tahun 2020 mulai terjadi tren pemulihan pertumbuhan ekonomi baik nasional dan Bali yang membaik masing-masing sebesar 1.30% (qtq) dan 0.94% (qtq). Pemulihan ini selain merupakan hasil dari upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan berbagai pihak, juga merupakan bukti bahwa masyarakat kini mulai mampu beradaptasi dengan kebiasaan perilaku baru yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Kita semua tentu sepakat bahwa pembatasan mobilitas manusia di tengah pandemi Covid-19 telah mendorong pergeseran perilaku menjadi serba digital, dengan peralihan kegiatan yang dulunya mayoritas offline menjadi online. Pada saat ini seluruh generasi terutama generasi milenial telah menjadi semakin akrab dengan digitalisasi. Sebut saja berbagai e-commerce lokal hingga mancanegara, aplikasi sosial media, aplikasi jasa pembayaran, aplikasi ticketing, aplikasi hiburan, aplikasi logistik, investasi, hingga aplikasi virtual meeting seperti webinar yang sedang kita lakukan sudah sangat melekat di kehidupan sehari-hari kita semua.

Dikatakan, Indonesia merupakan pasar besar dan sangat potensial untuk menyerap arus digitalisasi. Merujuk pada data riset “We Are Social (2020)”, penetrasi penggunaan smartphone, internet dan sosial media di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan negara berpopulasi besar lainnya dengan jumlah generasi milenials yang cukup dominan. Selain itu, saat ini jumlah start up digital sudah sangat besar jumlahnya di Indonesia mencapai 2.196 start up dan 5 diantaranya adalah Unicorn. Indonesia sendiri menurut riset Mckensi disebut sebagai “the fastest growing country in digital economy”.

Pergeseran perilaku menjadi serba digital yang dibarengi dengan potensi digitalisasi yang tinggi memunculkan berbagai inovasi-inovasi layanan digital di berbagai sektor ekonomi. Contohnya seperti “banking from home” is the new banking model, semua pihak mengakses layanan perbankan secara nir sentuh dari mana saja dan kapan saja. Muncul taxi delivery grocery, fuel on delivery, contactless services, resto at home hingga supermarket booking spot. Semua inovasi-inovasi digital ini memerlukan dukungan sistem pembayaran melalui penguatan digital payment from offline to online payment yang berbasis nir sentuh yang sesuai dengan rekomendasi WHO seperti QRIS (QR Code Indonesian Standard).

Salah satu kebijakan Bank Indonesia yang mendukung akselerasi sistem pembayaran nontunai berbasis digital adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan prinsip CeMuMuAH (cepat, mudah, murah, aman dan handal).

“QRIS bukanlah aplikasi, melainkan kebijakan standarisasi QR Code Pembayaran sehingga satu QR dapat dibaca oleh semua aplikasi. Implementasi QRIS terakselerasi sangat cepat sejalan dengan inovasi model-model bisnis yang bergeser dari offline to online,” jelasnya, yang juga menambahkan, selain itu, QRIS juga semakin memudahkan masyarakat baik merchant maupun buyer karena cukup memiliki satu aplikasi dengan cukup satu sumber dana pembayaran.

QRIS sebagai cara bayar nirsentuh telah mengalami akselerasi yang sangat cepat sejalan dengan inovasi digitalisasi yang bergeser mengikuti prinsip cleanliness, health, safety, and environmental (CHSE), karena tidak membutuhkan kontak fisik baik langsung maupun tidak langsung (tanpa tatap muka) dalam prosesnya. Dengan QRIS diharapkan dapat semakin meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari proses bisnis yang ada sehingga akan berdampak pada percepatan kebangkitan geliat perekonomian Bali.

Hingga 11 Februari 2021, jumlah merchant yang sudah menerapkan digitalisasi pembayaran berbasis QRIS di Provinsi Bali tercatat sebanyak 187.043 merchant, atau meningkat 633% bila dibandingkan dengan tahun 2020. Ekspansi jumlah merchant tersebut mampu meningkatkan penggunaan transaksi digital berbasis QRIS di masyarakat dengan jumlah transaksi lebih dari 269 ribu kali transaksi dengan nominal mencapai Rp 22,72 miliar pada akhir Desember 2020 di mana 70% berasal dari transaksi pada usaha mikro, kecil dan menengah. Adapun saat ini, wilayah Bali menjadi Provinsi ke-8 dengan jumlah merchant terbesar di Indonesia dan hal ini saya yakini akan terus meningkat terutama dalam tatanan hidup era baru saat ini.

Trisno Nugroho kembali menyampaikan, adanya pandemi Covid-19 telah membuat transformasi digital semakin tidak terbendung dan tidak terhindarkan, sehingga “digitalization is a must, Be ready for new normal”.  Bahkan secara khusus mengajak para mahasiswa dan mahasiswi untuk merespon digitalisasi dengan positif termasuk didalamnya penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran dalam berbagai kegiatan di kampus perguruan tinggi dan di masyarakat dalam kegiatan sehari hari serta untuk mendorong penggunaan inovasi-inovasi berbasis digital dalam pengembangan Enterpreneurship di kalangan generasi Milenial untuk masa depan.

“Kami berharap seluruh civitas akademika UNDIKNAS dapat menjadi penggerak perubahan dan menjadi duta digitalisasi termasuk QRIS diseluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam webinar kali ini antara lain, Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T.,S.Sos.,M.M., Prof. Dr. IB Raka Suardana, Dekan FEB Undiknas selaku moderator kegiatan kali ini, serta beberapa narasumber lainnya seperti Luh Putu Mahyuni, Ph.D., CA., CSRA., CMA., selaku dosen FEB Undiknas dan Agustina Samara selaku praktisi dari DANA.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Waspada Angin Kencang di Bali, Astra Motor Bali Serukan #Cari_Aman

balitribune.co.id | Denpasar - Kondisi angin yang cukup kencang di sejumlah wilayah Bali menjadi perhatian serius bagi para pengguna sepeda motor. Kondisi cuaca ini dapat memengaruhi keseimbangan dan stabilitas kendaraan, terutama saat melintas di jalan terbuka maupun ketika berpapasan dengan kendaraan berukuran besar.

Baca Selengkapnya icon click

Proyek Dermaga Gilimanuk Picu Antrean Panjang, Polisi Siaga di Gilimanuk

balitribune.co.id | Negara — Pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga Mobile Bridge (MB) 2 di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk berdampak terhadap arus lalu lintas di sekitarnya. Antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa terpantau mengekor hingga keluar kawasan pelabuhan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menuju 70 Tahun, Astra Rilis Logo Baru Serta Galang Donasi untuk NTT

balitribune.co.id | Jakarta - Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, and kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Perjalanan tersebut terjalin bersama pemerintah, karyawan, mitra, pelanggan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan di berbagai daerah yang menjadi bagian dari perjalanan Astra hingga hari ini.

Baca Selengkapnya icon click

FIFGROUP Peduli Salurkan 1.200 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

balitribune.co.id | Kupang - Bencana Gempa bumi yang melanda wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) membawa dampak besar bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu hal penting untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar

balitribune.co.id I Singaraja - Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8/2026). 

Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp3.6 miliar lebih.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.