Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ritual Mendak Toya, Petani Taro Berharap Padi Selamat hingga Panen

Mapag Toya
Bali Tribune / MENDAK TOYA - Warga subak gelar ritual Mendak Toya pada Minggu (4/10/2026).

balitribune.co.id | Gianyar - Walau pun hujan ringan, warga Desa Taro, Tegallalang  menyambut penuh syukur,  Minggu (4/10/2026). Menyusul upacara Mendak Toya di Pura Dugul atau Pura Ulun Suwi yang digelar krama Subak Patas dan Subak Belong, Taro. Dalam proses itu, warga petani  memohon agar sumber air dan saluran irigasi tetap mengalir serta hujan segera turun.

Ritual ini digelar lantaran musim panas berkepanjangan membuat sejumlah lahan persawahan di Banjar Patas dan Banjar Belong mulai mengering. Sejumlah petak sawah bahkan mengalami retakan pada permukaan tanah akibat minimnya pasokan air. Kondisi ini membuat petani khawatir tanaman padi yang tengah memasuki fase pertumbuhan terganggu dan tidak dapat bertahan hingga panen.

Salah seorang warga Subak Patas, I Made Nuki, mengatakan dampak musim panas tahun ini cukup terasa. Selain sawah mulai mengering, permukaan tanah di sejumlah lokasi bahkan pecah-pecah. “Musim panas kali ini sangat terasa dampaknya. Sawah sudah mulai kering, bahkan tanahnya sampai pecah-pecah. Kami tentu khawatir dengan kondisi tanaman padi yang sudah ditanam,” ujar Nuki.

Menurutnya, hujan yang mulai turun memberikan harapan agar tanaman padi tetap tumbuh. Petani berharap hujan tidak hanya turun sekali, tetapi berlanjut dengan intensitas yang cukup. “Setelah hujan mulai turun, kami merasa lega dan bersyukur. Mudah-mudahan ini menjadi awal turunnya hujan secara berkelanjutan, sehingga tanaman padi bisa tetap tumbuh dan kami bisa berharap sampai panen nanti,” harapnya.

Pekaseh Subak Patas I Ketut Munjuk mengatakan upacara Mendak Toya  dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Upacara Mendak Toya ini merupakan bentuk bhakti dan permohonan kami agar air irigasi tetap mengalir, hujan segera turun, dan tanaman padi yang kami tanam diberikan keselamatan hingga panen,” kata Munjuk.

Menurutnya, ritual tersebut merupakan tradisi turun-temurun sekaligus wujud harapan krama subak agar keseimbangan alam tetap terjaga. Namun, ikhtiar petani tidak berhenti pada upaya niskala. Perawatan tanaman tetap dilakukan, termasuk mengantisipasi hama tikus, burung, dan gulma. "Perpaduan upaya sekala dan niskala wajib kami jalani untuk menjaga keberlangsungan pertanian di tengah cuaca yang belum bersahabat," jelasnya.

wartawan
ATA
Category

Lomba Layang-Layang 2026, Ribuan Rareangon Matemuwirasa di Pengambengan

balitribune.co.id | Negara - Ribuan rareangon (pecinta layang-layang) dari berbagai daerah di Bali tumpah ruah memadati Sirkuit All In One Pengambengan, Negara, Minggu (30/8/2026). Mereka antusias mengikuti lomba layang-layang tahunan yang menjadi agenda rutin Kabupaten Jembrana sekaligus wadah silaturahmi pencinta tradisi layangan.

Baca Selengkapnya icon click

Baru Tiba di Guyana, PMI Asal Jembrana Tewas Kecelakaan

balitribune.co.id | Negara - Kembali Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilaporkan meninggal dunia di luar negeri. Seorang pemuda asal Desa Perancak, Kecamatan Jembrana I Komang Tedy Arsa Bantara Putra yang memiliki panggilan Tedy ini meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Guyana, Amerika Selatan. Saat kejadian korban tengah dalam perjalanan menuju lokasi tempatnya bekerja.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perlu Komitmen Soal  Anggaran Transportasi Publik Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Seiring bertambahnya penduduk, berkembangnya kawasan perkotaan, serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata, kebutuhan akan sistem transportasi yang mampu melayani mobilitas masyarakat secara aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan juga meningkat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Jembrana Tetapkan Dua Perda

balitribune.co.id | Negara - Setelah melalui proses pembahasana, DPRD Kabupaten Jembrana kini telah menyetujui dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Kedua Perda anyar tersebut adalah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026 dan Perda Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Pelindungan Masyarakat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Suara Tuhan di Rumah Rakyat

balitribune.co.id | Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali bergemuruh oleh lautan massa aksi pada tanggal 27 Agustus lalu. Di bawah terik matahari, gelombang demonstran yang datang dari berbagai daerah khususnya elemen warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendatangi rumah wakil rakyat  membawa tuntutan tajam yang mencerminkan kejenuhan publik terhadap darurat rasuah di tanah air.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.