Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Selamat Hari Keluarga, Dari Keluarga untuk Indonesia Maju

keluarga
Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | Denpasar - Untuk seluruh keluarga Indonesia, selamat Hari Keluarga Nasional. Mari, sejenak memeluk keluarga kita dengan erat, tempat kembali untuk pulang setelah berjuang, dan resapi bahwa untuk keluargalah perjuangan itu.

Kekuatan keluarga akan mengubah Indonesia. Keluarga juga menjadi kekuatan utama dalam bernegara. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengambil langkah tepat dan serius, mentransformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan

Keluarga/BKKBN sebagai langkah awal yang merepresentasikan bahwa ketahanan keluarga sangat penting untuk kemajuan bangsa. "Keluarga itu penting, keluarga itu fondasi, keluarga itu kekuatan,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd.

Ketahanan keluarga menurutnya penting untuk masa depan Indonesia. Menciptakan generasi emas di dalam keluarga yang berketahanan didukung dengan 5 Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan Super Apps Keluarga Indonesia. "Untuk keluarga kita berjuang, seberat dan sejauh apapun berjuang, keluargalah tempat kita kembali pulang," katanya.

Pada 22 Juni 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan Bangsa Indonesia secara utuh. Seminggu kemudian, tepatnya pada 29 Juni 1949, para pejuang kembali kepada keluarganya. Inilah yang juga melandasi lahirnya Hari Keluarga Nasional, sebagai pemberian penghargaan kepada rakyat Indonesia yang telah berjuang merebut dan mempertahankan RI dengan meninggalkan keluarganya. "Artinya, ini hari penting. Ini peristiwa penting di mana para pejuang yang telah mendedikasikan dirinya untuk kemerdekaan juga semuanya kembali ke keluarga. Inilah sejarahnya. Begitulah saat ini kita berjuang lalu kembali kepada keluarga. Keluarga adalah sumber yang selalu menghidupkan, tempat bertumbuh dan berkembang bersama, serta mengarahkan kekuatan sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi," ujar Wihaji.

Dikatakannya, menuju Indonesia Emas 2045 bukan hal yang tak mungkin diraih. Selayaknya filosofi menambang emas, yang harus diimbangi dengan cara-cara terbarukan agar lebih cepat dan tepat sasaran. Menurutnya, memang tidak mudah menambang emas,

begitu pula menciptakan generasi emas. “Mari, kita ciptakan tambang kemanusiaan tidak hanya melalui cara tradisional. Kalau melalui cara tradisional prosesnya panjang. Tapi coba kita percepat. Generasi emas perlu menggunakan cara-cara baru, cara teknologi. Mengubah perilaku kita coba pakai pendekatan teknologi, juga pencegahannya. Dari Keluarga untuk Indonesia Maju,” katanya optimis.

Melalui siklus kehidupan, Kemendukbangga/BKKBN ikut andil dalam mengelola bonusdemografi yang kini Indonesia alami dengan berbasis keluarga. Kemendukbangga/BKKBN membersamai keluarga agar mandiri, tentram dan bahagia. Data Kemendukbangga/BKKBN tahun 2024, estimasi jumlah keluarga Indonesia sebanyak 87.845.879. Keluarga yang sehat juga investasi bagi bonus demografi. Stunting menjadi urusan penting untuk dientaskan di dalam keluarga Indonesia untuk mengoptimalkan bonus demografi. “Hari ini yang kita cegah melalui GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) adalah sebabnya stunting apa, hulunya di mana, itulah yang akan kita urai. Apakah air bersih, sanitasi, asupan gizi, atau apakah pernikahan dini. Tidak keluar dari situ. Hari ini kita fokus pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Itulah objek penting supaya nanti prevalensi stunting ke depan tambah baik,” tegas Wihaji.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting secara nasional sebesar 19,8%. Sementara tahun 2023  sebesar 21,5%. Target Presiden RI melalui RPJMN untuk 2025 ini adalah 18%. Kemudian untuk 2029 adalah 14%. Semoga penurunan prevalensi stunting bukan hanya sekedar angka. Tetapi ini tentang bagaimana anak-anak

Indonesia bertumbuh dan berkembang dengan baik menjadi Generasi Emas Indonesia 2045. "Mari, berjuang bersama ciptakan keluarga Indonesia yang mandiri, tentram dan bahagia. Dari Keluarga untuk Indonesia Maju. Selamat Hari Keluarga Nasional ke-32 bagi seluruh Keluarga Indonesia dari Sabang hingga Merauke, dari Talaud hingga Rote," pungkasnya.

wartawan
RAY
Category

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata Tegaskan Rp32,45 Miliar untuk Revitalisasi 94 Sekolah

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 32,45 miliar untuk merevitalisasi 94 satuan pendidikan pada Tahun Anggaran 2026. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dibuka langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) Karangasem pada Kamis (10/9/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click

Bos PMA Asal India Kabur Bawa Ratusan Miliar, Komisaris Serahkan Mobil Mewah ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Aksi investasi bodong berkedok jual beli emas kembali menelan ratusan korban di Indonesia. Direktur Utama PT Nellafa Refinery and Bullion sekaligus PT Nellafa Fine Jewellery, Jaya Krishna Reddy, warga negara asing (WNA) asal India, dilaporkan kabur ke luar negeri setelah melarikan dana dan emas nasabah yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gerebek Bandar Sabu Polisi Temukan Senpi

balitribune.co.id | Singaraja - Satresnarkoba Polres Buleleng menangkap seorang petani berinisial MN (50) di rumahnya, Banjar Dinas Tamblingan, Desa Munduk, Banjar, Buleleng (3/9/2026). Penangkapan tersangka pengedar sabu ini justru membuka kasus pidana lain setelah polisi menemukan senjata api (senpi) rakitan beserta delapan butir amunisi ilegal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jenazah Dua PMI Jembrana Segera Pulang

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah Kabupaten Jembrana memfasilitasi pemulangan jenazah dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana yang meninggal dunia di luar negeri. Kedua almarhum, yakni I Komang Tedy Arsa Biantara Putra dan Putu Darmayasa (52), dipulangkan melalui jalur internasional dan jadwal yang berbeda.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.