Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026: Transformasi Kebijakan Kependudukan Menyambut Silver Economy

BKKBN
Bali Tribune / SIMPOSIUM - Kemendukbangga/BKKBN menyelenggarakan Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Konsorsium Perguruan Tinggi, Kamis (23/4/2026)

balitribune.co.id | Denpasar - Kemendukbangga/BKKBN menyelenggarakan Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Konsorsium Perguruan Tinggi pada Kamis (23/4/2026) di Bali yang diikuti oleh perguruan tinggi dan Universitas Udayana Bali sebagai tuan rumah. Simposium ini menyoroti kejadian demografis dimana Indonesia saat ini berada dalam fase demografi yang sangat krusial. Sekitar 68 hingga 70 persen penduduk kita berada pada usia produktif. Kondisi ini menempatkan Indonesia dalam apa yang dikenal sebagai bonus demografi, sebuah peluang langka yang tidak datang dua kali. Periode 2020 hingga 2030 telah diidentifikasi sebagai dekade kritis sebuah jendela peluang yang menentukan apakah Indonesia mampu melakukan lompatan besar menjadi negara maju pada tahun 2045.

Saat ini, Indonesia juga telah mencapai tingkat fertilitas penggantian atau replacement level. Artinya, secara kuantitas populasi relatif stabil. Namun stabilitas ini bukan tanpa risiko. Tanpa intervensi yang tepat, kita dapat menghadapi ancaman depopulasi di masa depan yang berpotensi mengganggu struktur ekonomi dan sosial. 

“Dalam menghadapi dinamika tersebut, pemerintah telah melakukan transformasi paradigma kebijakan kependudukan. Jika sebelumnya pendekatan lebih berfokus pada pengendalian jumlah kelahiran melalui program keluarga berencana, kini pendekatan yang diambil jauh lebih komprehensif. Fokus utama bergeser pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terintegrasi lintas sektor,” ungkap Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D. dalam sambutannya.

Berdasarkan proyeksi tahun 2026, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 288 juta jiwa. Namun tantangan yang kita hadapi tidak hanya soal jumlah, melainkan juga distribusi dan karakteristik wilayah. Pulau Jawa mengalami tekanan kepadatan yang sangat tinggi, sementara wilayah luar Jawa justru menghadapi keterbatasan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia. 

“Oleh karena itu, strategi pembangunan kependudukan harus berbasis wilayah. Di kawasan barat Indonesia, khususnya Jawa, Sumatera dan Bali, kita mulai menghadapi penurunan tingkat kelahiran serta peningkatan jumlah lansia. Fokus kebijakan diarahkan pada manajemen penuaan atau aging management. Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, tantangan utama masih berkisar pada tingginya angka kelahiran, kemiskinan ekstrem, dan prevalensi stunting. Intervensi besar dalam pembangunan kualitas manusia menjadi prioritas utama,” tambah Prof. Budi.

Menurutnya, stunting ini adalah salah satu isu lain yang juga paling mendesak untuk segera ditangani. Masalah ini tidak lagi dapat dipandang semata sebagai isu kesehatan, tetapi sebagai ancaman serius terhadap masa depan ekonomi bangsa. Stunting berdampak permanen terhadap perkembangan kognitif anak, menghambat pertumbuhan fisik, serta menurunkan produktivitas sepanjang hidup. Jika tidak ditangani secara sistematis, hal ini akan mengurangi daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global. Prof. Budi menjelaskan, strategi penanganan stunting dilakukan melalui dua jalur utama. 

“Pertama, jalur hulu yang bersifat preventif, meliputi intervensi prakonsepsi, edukasi keluarga, perbaikan gizi calon ibu, serta peningkatan sanitasi. Kedua, jalur hilir yang bersifat kuratif, yaitu intervensi medis dan gizi spesifik bagi balita yang sudah terdampak, terutama di wilayah dengan prevalensi tinggi,” katanya.

Untuk memastikan arah kebijakan yang terstruktur, pemerintah telah menetapkan peta jalan kependudukan 2025–2029 yang bertumpu pada lima pilar utama. Pilar pertama adalah pengendalian kuantitas penduduk melalui intervensi yang terukur. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akselerasi pendidikan dan kesehatan. Ketiga, penguatan ketahanan keluarga sebagai unit dasar pembangunan. Keempat, pengelolaan mobilitas penduduk termasuk urbanisasi dan migrasi. Dan kelima, integrasi data kependudukan berbasis teknologi modern seperti kecerdasan buatan dan analitik prediktif untuk mendukung kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah juga harus mulai menginisiasi pengembangan silver economy sebagai respons terhadap meningkatnya angka harapan hidup. Dalam paradigma baru, lansia tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai aset yang dapat tetap produktif dan berkontribusi dalam pembangunan. Upaya ini bertujuan menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan aktif di usia lanjut.

Indonesia saat ini berada di persimpangan sejarah menuju tahun 2045. Kita dihadapkan pada dua kemungkinan besar. Pertama, skenario optimal di mana bonus demografi berhasil dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, menciptakan sumber daya manusia unggul, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata. Kedua, skenario kegagalan yang berujung pada jebakan pendapatan menengah, ditandai stagnasi ekonomi, meningkatnya pengangguran, serta tekanan sosial dan fiskal yang berat. 

“Pilihan di antara dua skenario tersebut sangat ditentukan oleh langkah yang kita ambil hari ini. Kebijakan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen jangka panjang menjadi kunci utama. Bonus demografi harus kita ubah menjadi kekuatan nyata, bukan sekadar potensi yang terlewatkan,” pungkas Prof Budi.

wartawan
RAY
Category

Cegah Perundungan, Forum PUSPA Bangli Sosialisasi Sekolah Aman di SMPN 3 Bangli

balitribune.co.id | Bangli - Ketua Forum Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPA) Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bullying pada Satuan Pendidikan Tahun 2026 di SMP Negeri 3 Bangli, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini mengusung tema "Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman untuk Pendidikan Bermutu untuk Semua."

Baca Selengkapnya icon click

Gebyar Literasi Denpasar ke-2 Siap Digelar Oktober

balitribune.co.id | Denpasar - Menyusul kesuksesan gelaran perdana, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kembali menggelar Gebyar Literasi (GELIS) kedua tahun ini pada 2–3 Oktober 2026. Acara yang mempertemukan pelajar, penulis, dan pegiat literasi ini akan dipusatkan setiap hari pukul 08.00–17.00 WITA.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Bangli Genjot Percepatan Verval KDMP, 18 Unit Dinyatakan Layak dengan Catatan Perbaikan

balitribune.co.id | Bangli - Pemerintah Kabupaten Bangli terus memacu percepatan verifikasi dan validasi (verval) fisik, gerai, pergudangan, hingga kelengkapan sarana dan prasarana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Langkah krusial ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Verval Pembangunan Fisik, Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan KDMP yang berlangsung di Gedung Bukti Mukti Bhakti, Kantor Bupati Bangli, Kamis (24/9/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Capaian Rendah, Komisi III DPRD Bangli Desak Evaluasi Realisasi Retribusi Parkir

balitribune.co.id | Bangli - Realisasi retribusi parkir di Kabupaten Bangli menuai sorotan tajam dari Komisi III DPRD Bangli saat rapat kerja bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli, Kamis (24/9/2026). Dewan menilai Dishub kerap gagal memenuhi target pendapatan yang ditetapkan setiap tahunnya.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Pembongkaran Ruko Jalan Sulawesi Jalan di Tempat

balitribune.co.id | Denpasar - Penataan kawasan ruko di Jalan Sulawesi yang melanggar sempadan Tukad Badung masih berjalan di tempat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa,Kamis (24/9/2026), menyatakan bahwa pembongkaran bangunan tersebut sepenuhnya masih menunggu kesiapan dari para pemilik lahan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.