balitribune.co.id | Bangli - Ketua Forum Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPA) Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bullying pada Satuan Pendidikan Tahun 2026 di SMP Negeri 3 Bangli, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini mengusung tema "Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman untuk Pendidikan Bermutu untuk Semua."
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Bangli I Wayan Jimat selaku narasumber, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bangli, jajaran pengurus Forum PUSPA, Kepala SMPN 3 Bangli beserta dewan guru, dan ratusan siswa peserta sosialisasi.
Dalam arahannya, Ny. Suciati Diar menegaskan bahwa bullying atau perundungan bukan sekadar kenakalan biasa. Tindakan tersebut, baik fisik, verbal, sosial, maupun digital, berdampak serius terhadap psikologis dan tumbuh kembang anak. Ia mendorong penguatan sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Suciati Diar merinci lima pilar utama yang harus dibangun bersama, yakni penanaman budaya saling menghormati, keberanian untuk melapor, penguatan peran guru, keterlibatan aktif keluarga, serta sikap bijak dalam bermedia sosial.
"Jangan takut untuk berbicara. Jika melihat teman yang menjadi korban, jangan ditertawakan atau dibiarkan. Jadilah teman yang peduli dan siap membantu mencari pertolongan," tegas Suciati Diar di hadapan para siswa.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Bangli, A.A. Ari Kurniawan, menyambut positif sosialisasi ini dan memaparkan langkah preventif yang telah berjalan di sekolahnya. Di usia ke-51 tahun, SMPN 3 Bangli konsisten menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA) guna mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak di Bangli.
Salah satu inovasi yang dinilai efektif menekan potensi perundungan di sekolah adalah penyediaan fasilitasi "kotak curhat" bagi siswa. Selain itu, sekolah turut menyalurkan minat bakat siswa melalui 12 organisasi kesiswaan—termasuk klub perfilman—serta menjalin kemitraan dengan desa-desa sekitar.
Pada sesi materi teknis, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Bangli, I Wayan Jimat, mengupas tuntas bentuk-bentuk kekerasan dan perundungan, dampak psikologis pada korban, hingga strategi mitigasi bagi siswa. Ia mengajak siswa membangun benteng diri melalui pertemanan yang sehat, peningkatan kepercayaan diri lewat prestasi, serta keberanian untuk berkomunikasi dan melapor jika menemukan tindakan perundungan.