Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tanggalnya Koster-Ace, Dwitunggal van Bali

Bali Tribune

balitribune.co.id - Setelah DPP PDIP memutuskan mencalonkan Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Bali beberapa hari yang lalu, maka duet Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati itu dengan sendirinya berakhir. Tentu saja, DPP PDIP di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri memiliki sejumlah alasan yang rasional untuk mengakhiri kerjasama antara Pak Koster dan Pak Cok Ace (Koster-Ace) kendati kedua pasangan ini telah terbukti membawa masyarakat Bali maju selangkah lebih jauh dari pada sebelumnya. Banyak legacy yang mereka tinggalkan untuk masyarakat Bali, di antaranya Undang-undang Provinsi Bali dan Konsep Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan.

Berakhirnya duet Koster-Ace menambah deretan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang tidak lagi berada dalam satu biduk untuk kembali mengarungi periode kedua. Dalam dua puluh tahun terakhir, sejarah politik Bali belum pernah mencatat bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang pernah berduet bisa bertahan, termasuk duet Koster-Ace, untuk bersaing kembali memperebutkan periode kedua kepemimpinannya. Sejarah politik ini sekaligus mencatat bahwa belum pernah ada seorang Wakil Gubernur mampu menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur setelah tak lagi menjabat. Puspayoga, Wakil Gubernur Bali 2008-2013, gagal mengambil tampuk kekuasaan dari Made Mangku Pastika pada Pilkada Gubernur Bali 2013. Demikian pula, Ketut Sudikerta, Wakil Gubernur Bali 2013-2018 tidak berhasil duduk kembali sebagai Wakil Gubernur pada pilkada Gubernur Bali 2018. Dan pada pilkada 2024 ini, Cok Ace lebih memilih menjadi seorang negarawan dengan menerima keputusan DPP PDIP yang tidak lagi menduetkan dirinya dengan Pak Koster.

Dengan munculnya pasangan Koster-Giri, catatan sejarah ini memberikan kita sebuah hal penting yakni bahwa pilihan terhadap pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak legacy yang mereka tinggalkan, tetapi lebih ke arah pilihan politik pragmatis yang mempertimbangkan situasi politik terkini di mana pendulum politik telah bergeser dari PDIP ke partai koalisi yang memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2024-2029. Kemenangan partai koalisi dalam pilpres ini memberikan efek besar dalam penentuan calon-calon pemimpin daerah, termasuk calon gubernur dan wakil gubernur di Bali. Kendati tidak selinier dengan koalisi pusat, koalisi di daerah setidak-tidaknya mengambil bentuk yang hampir sama dengan koalisi pusat. Apalagi ada kesan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih memiliki pengaruh cukup besar terhadap arah pilihan publik dalam pilkada yang digelar serentak pada bulan November 2024 nanti. Dengan demikian, bagi DPP PDIP, Koster-Giri adalah pilihan yang dibutuhkan untuk menghadapi pendulum politik yang telah  berubah tersebut.

Akhirnya, sebagai sebuah catatan sejarah politik lokal Bali, tanpa bermaksud menafikan yang lain, kita pernah melihat model kepemimpinan dwitunggal yang ada di Bali di dalam diri duet Koster-Ace yang memimpin Bali 2018-2023. Pak Koster dan Pak Cok Ace sukses berbagi peran di dalam menjalankan tugas-tugas Pemerintahan Provinsi Bali, dan terlihat sangat produktif di dalam menghasilkan kebijakan dan menonjol dalam mengkonkretkan program-program yang direncanakan. Kedua pemimpin Bali ini tampil sangat menonjol di media dengan pikiran dan tindakan yang bisa dicermati oleh publik. Hampir tidak ada gejolak atau ketidak-akuran di antara keduanya yang muncul ke publik yang kemudian menimbulkan perpecahan. Kendati ada rumors bahwa ada ketidakcocokan, namun keduanya mampu menyimpan perasaan masing-masing dan pandai menutup perasaannya agar tidak menjadi konsumsi publik. Pak Koster yang kadang meledak-ledak dapat diredam oleh ketenangan dan kesantunan Pak Cok Ace. Saat Pak Koster berjibaku dengan tugas-tugas internal, Pak Cok Ace mengemban tugas-tugas eksternal, bertemu dan berbicara dengan publik, begitu pula sebaliknya.

Dalam sebuah kesempatan, Pak Koster menyatakan bahwa dirinya dan Pak Cok Ace seperti Baladewa dan Krisna, kakak adik, kadang Pak Koster menjadi Baladewa, kadang pula menjadi Krisna, demikian pula Pak Cok Ace, kadang menjadi Baladewa dan Krisna. Sangat akur jika tampil berdua di hadapan publik. Itulah sebabnya mengapa sepanjang lima tahun kepemimpinan mereka hampir tidak ada persoalan yang membuat keduanya berseberangan jalan, apalagi kemudian berbeda haluan dalam mengkonkretkan visi dan misi Nangun Sat Kerti Loka Bali.

Kini dwitunggal itu telah tanggal dan tinggal menjadi kenangan sejarah politik di Bali. Kita berharap ada dwitunggal baru yang akan memimpin Bali pada tahun-tahun mendatang. Kita tentu membutuhkan duet kepemimpinan yang saling menopang agar menuntaskan semua program yang direncanakan tanpa hambatan dari dalam. Sebagai publik, kita sangat menginginkan duet pemimpin yang saling berbagi peran dan saling asah asih asuh serta saling mengisi dalam berbagai peran yang diembannya. Dan sejauh ini kita bisa melihat Pak Koster dan Pak Cok Ace berhasil memperlihatkan kualitas pribadi masing-masing sebagai pemimpin sehingga tak mudah untuk saling menggunting dalam lipatan. Inilah dwitunggal van Bali yang kelak akan dijadikan panutan dan contoh oleh pemimpin-pemimpin Bali berikutnya. Apakah Koster-Giri akan menjadi dwitunggal van Bali yang baru, allahu a'lamu bish-shawab, Tuhan yang tahu, kita tunggu saja hasil pilkada bulan November mendatang. Wassalam.

Tabanan, 29 Agustus 2024.​​​

 

wartawan
Umar Ibnu Alkhatab
Category

Tingkatkan Akurasi Data Kependudukan, Disdukcapil Klungkung dan Kodim 1610 Tandatangani PKS Inovasi PARA PURNA

balitribune.co.id I Semarapura - Dalam upaya meningkatkan akurasi dan pemutakhiran data kependudukan, khususnya terkait status pekerjaan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Klungkung melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 1610/Klungkung, Rabu (2/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Izin Belum Lengkap, Wahana Diamond Beach Nusa Penida Ditutup Sementara

balitribune.co.id I Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Klungkung menghentikan sementara operasional semua  usaha dan wahana di kawasan Diamond Beach, Nusa Penida, Klungkung, Bali. 

Langkah ini diambil usai petugas menemukan sejumlah perizinan yang belum dipenuhi oleh pihak pengelola, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Didakwa Terlibat Kasus Lab Narkotika di Vila, Dua WNA Rusia Jalani Sidang Perdana

balitribune.co.id I Gianyar - Dua warga negara Rusia, Sergei Trashchenko dan Natalia Tomberg alias Kseniia Kozina, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Rabu (2/9/2026) sore. Keduanya didakwa terlibat dalam produksi narkotika jenis mefedron di sebuah vila di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.

Baca Selengkapnya icon click

Buang Sampah Sembarangan di Kemenuh, Pelanggar Dikenai Sanksi Pacaruan

balitribune.co.id I Gianyar - Tidak hanya diganjar saksi administratif, bagi pelaku pembuang sampah sembarangan di wilayah Desa Adat kini juga diganjar sanksi adat materiil dan imaterrial. Seperti halnya, seorang warga pendatang yang kedapatan membuang sampah sembarangan di Desa Adat Kemenuh, Sukawati. Selain wajib memenuhi denda  senilai 100 Kg beras, pelanggar ini juga dikenai sanksi pembiayaan upacara Caru Eka Sata.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bea Cukai Ngurah Rai Minta Warga Waspada Terhadap Penipuan Modus Tebus Barang

balitribune.co.id I Badung - Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Bali kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan otoritas kepabeanan. Modus yang marak terjadi adalah permintaan sejumlah uang dengan dalih barang kiriman tertahan di bea cukai. 

Baca Selengkapnya icon click

Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah di Pantai Air Kuning, Diduga WN Polandia yang Hilang

balitribune.co.id I Negara - Petugas gabungan yang terdiri dari unsur SAR, kepolisian, dan  TNI menemukan  jenazah di Pantai Air Kuning, Jembrana pada Rabu (2/9/2026) sore. Jenazah tersebut diduga warga negara Polandia, Marcin Dawid Ryzycki. Hingga Rabu malam masih dilakukan identifikasi untuk memastikan identitas jenazah tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.