Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tradisi Ngerebek Keris Ki Baru Gajah Warnai Hari Raya Kuningan di Kediri

Ngerebek keris di tabanan
Bali Tribune / NGEREBEk - Suasana pelaksanaan tradisi atau ritual Ngerebek Keris Ki Baru Gajah dengan menempuh perjalanan sekitar 14 kilometer dari Puri Kediri hingga Pura Luhur Pakendungan tepat saat hari raya Kuningan pada Sabtu (27/6).

balitribune.co.id I Tabanan – Ratusan warga dari enam banjar adat di Desa Adat Kediri, Tabanan, memeriahkan perayaan hari Kuningan dengan menggelar tradisi Ngerebek Pusaka Keris Ki Baru Gajah pada Sabtu (27/6/2026).

Prosesi sakral ini dilakukan dengan berjalan kaki sejauh 14 kilometer menuju Pura Luhur Pakendungan untuk memohon keselamatan wilayah dari ancaman wabah penyakit. Iring-iringan krama dimulai dari Puri Kediri dengan membawa berbagai atribut upacara seperti tombak, hingga kober. Dengan berjalan di bawah terik matahari, perjalanan itu dilakukan dengan diiringi tabuh baleganjur hingga menuju Pura Luhur Pakendungan yang berada di dekat Pura Luhur Tanah Lot.

Salah seorang tetua Puri Kediri, I Gusti Ngurah Gede Sudiarta, menjelaskan bahwa ritual ini merupakan bagian dari sejarah spiritual Danghyang Dwijendra pada abad ke-15. Keberadaan keris pusaka ini menjadi peninggalan Danghyang Dwijendra saat menjadi pemuka agama Hindu di masa pemerintahan Dalem Waturenggong di Klungkung.

Saat itu, Danghyang Dwijendra sering melaksanakan tirta yatra di Pura Luhur Pakendungan dan Tanah Lot sembari menyebarkan ajaran Hindu. Pemberian pusaka itu dibarengi dengan sabda atau pesan agar setiap enam bulan sekali disertai dengan pelaksanaan upacara ngerebeg untuk mencegah wabah, baik penyakit atau hama terhadap tanaman pangan. “Intinya sabda tersebut, jika tidak melaksanakan tradisi atau upacara ngrebek, maka jagat atau wilayahmu akan tertimpa wabah,” ungkap Sudiarta pada Minggu (28/6/2026).

Karena itu, tradisi yang digelar rutin setiap enam bulan ini memiliki tujuan utama untuk menjaga keseimbangan alam dengan menetralisir energi buruk bagi wilayah tempat warga Kediri bermukim atau yang diistilahkan dengan nangluk merana. Tradisi ini rutin digelar bersamaan dengan upacara pujawali di Pura Luhur Pakendungan pada Tumpek Kuningan atau yang lebih dikenal dengan sebutan hari raya Kuningan.

Selama berlangsungnya upacara di Pura Pakendungan, pusaka tersebut akan dilinggihkan atau ditempatkan pada salah satu bangunan pura bermeru di Pura Luhur Pakendungan. Setibanya di pura, Keris Ki Baru Gajah diletakkan pada bangunan meru khusus selama rangkaian upacara yang berlangsung selama tiga hari.

Sudiarta menyebutkan, sarana sesaji yang dipersembahkan untuk pusaka tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku sejak masa lampau. "Sarana upacara di Pura Luhur Pekendungan sama dengan dihaturkan pusaka tersebut. Sehingga sarana upacaranya kembar (sama)," jelasnya.

Meskipun merupakan pratima dari Pura Luhur Pakendungan, tanggung jawab perawatan pusaka ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak Puri Kediri. Benda suci ini biasanya disimpan di tempat khusus dan hanya dikeluarkan pada momen tertentu seperti Tumpek Landep dan pujawali agar kesuciannya tetap terjaga. "Selama ini pusaka itu disimpan di gedong simpen yang ada di Merajan Agung Puri Kediri," pungkasnya.

wartawan
JIN
Category

DPRD Bangli Terima RAPBD 2027 Senilai Rp1,32 Triliun, Fraksi-Fraksi Tekankan Keadilan dan Efektivitas Anggaran

balitribune.co.id | Bangli - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Bangli, Jumat (25/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Punya Hipertensi, Masih Boleh Minum Kopi?

balitribune.co.id | Secangkir kopi sering menjadi tersangka ketika tekanan darah meningkat. Kabar baiknya, penderita hipertensi tidak selalu harus berpisah dengan kopi. Pedoman European Society of Cardiology tahun 2024 menyebut konsumsi kopi tidak berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada populasi umum; konsumsi moderat bahkan dalam penelitian observasional dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.