Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Utsawa Drama Gong Tradisi Duta Kabupaten Badung Tampilkan "Cihnaning Wetu"

Bali Tribune / DRAMA GONG - Sanggar Seni Arsa Wijaya, Banjar Anyar Kaja, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara dalam Usaha (Parade) Drama Gong Tradisi, pada Kamis (20/6) di Kalangan Ayodya, Art Center Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Tampil mewakili Kabupaten Badung, Sanggar Seni Arsa Wijaya, Banjar Anyar Kaja, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara dalam Usaha (Parade) Drama Gong Tradisi, pada Kamis (20/6) di Kalangan Ayodya, Art Center Bali, mendapat sambutan meriah penonton. Dengan membawakan cerita "Cihnaning Wetu", drama going ini tidak saja menghibur namun juga menyampaikan banyak pesan moral. 

"Cihnaning Wetu" menceritakan di hutan Madui tumbuh besar perjaka tampan bernama I Gusti Ngurah Kawya, hidup bersama ayah dan kedua abdinya yang saban hari kegiatannya berburu dan memancing. Pada suatu hari sudah dilarang oleh ayahnya untuk pergi berburu karena hari tidak baik, namun diam-diam dia pergi juga berburu. Setibanya di tengah hutan, ada angin topan datang dan melemparkan mereka bertiga sangat jauh terdampar dan kemudian mereka sampai di suatu taman yang indah milik Raja Daha Pura. 

Di kerajaan Daha Pura memiliki dua orang putri yang sulung dari alm istri pertama raja bernama Dyah Dibyasari (Putri), dan yang kedua Putri Prami sekarang bernama Dyah Ragasmari (liku). Kedua putrinya ini menurut Raja dan Prami sudah layak dijodohkan. Prami pun diam-diam sudah mengirim utusan ke kerajaan Mataum supaya Raja Putra Mataum segera meminang anaknya (liku), begitu juga Raja Mataum sudah sepakat. Raja Mataum pun sudah siap untuk berangkat ke Daha Pura akan menikah. Setelah sampai di Daha Pura, dinikahkanlah dengan liku. 

Putri (Dyah Dibyasari) seperti biasa ke taman bersama dayang-dayangnya membawa sesajen, setelah menghaturkan sesajen bertemu dengan I Gusti Ngurah Kawya. Setelah perkenalan Dyah Dibyasari minta kepada I Gusti Ngurah Kawya supaya mau menjadi abdi di Puri Daha Pura, dan disanggupi. I Gusti Ngurah Kawya ditugaskan merawat tetamanan, dan lama-kelamaan Dyah Dibyasari menaruh hati pada I Gusti Ngurah Kawya. Pada suatu hari di Taman, Dyah Dibyasari minta dicarikan kembang dan lanjut untuk memasang di kepalanya, ketika itu datang permasuari dan Patih Agung melihatnya sehingga sangat marah, Dyah Dibyasari diseret oleh Prami, Patih Agung disuruh membunuh I Gusti Ngurah Kawya oleh permaisuari, begitu hendak dibunuh, datang patih anom menghalangi, perdebatan pun terjadi, Patih Agung kalah silat lidah, langsung memanggil Raja, Raja pun marah, dibalikkan tugasnya Patih Anom yang diperintah raja untuk membunuh Ngurah Kawya, Patih Anom pun tidak bisa mengelak perintah Raja. Ketika ditikam oleh Patih Anom tidak terluka, lalu Ngurah Kawya menyerahkan keris kecil untuk membunuh dirinya ternyata keris itu diketahui oleh Patih Anom bahwa itu Pusaka Koripan, curiga Patih Anom setelah Ngurah Kawya menyatakan keris itu orang tuanya yang memberi, dilihatlah tangannya Ngurah Kawya ada tanda cakra, maka dapat dipastikan Ngurah Kawya adalah Putra Raja Koripan. 

Ketika itu datang Patih Werda yang telah lama mencari Ngurah Kawya, setelah memberi penjelasan, sepakat akan menghadap Raja. Pramesuari menyeret Putri dengan segala makian, datang Patih Agung lalu disuruh membunuh Putri karena dianggap mencemarkan nama baik Puri Daha Pura. Putri disiksa oleh Patih Agung, ketika hendak dibunuh datanglah Raja, Patih Anom, Raja Muda. Putri selamat dan Patih Agung diusir.

Usai pementasan Koordinator Sanggar,  I Wayan Ardana, S.Sn., mengatakan persiapan untuk pementasan menemui banyak kendala karena kesibukan masing-masing pemain drama. "Masing-masing punya kegiatan maka kita sulit menyatukan pemain dan ini pertama kalinya Kuta Utara mewakili drama gong dalam pentas di PKB mewakili kabupaten Badung. Jadi kami harap bisa maksimal, " ungkapnya. 

Hal senada disampaikan Pembina Sanggar, Drs. I Gusti Lanang Subamia, MM.Pd. Ia menyampaikan terima kasih atas kesempatannya yang diberikan kepada Sanggar Seni Arsa Wijaya untuk tampil dalam PKB. "Saya merasa bangga bisa tampil meski dengan latihan yang tidak begitu dapat efektif, terus terang saja karena yang kami pakai memang punya penampilan-penampilan tapi bukan di drama gong sehingga kita hanya memberikan rambu-rambu. Jadi begini penampilan kami karena jam terbangnya belum begitu banyak di drama gong, " ucapnya. 

Kedepannya ia berharap drama gong tetap eksis, karena pementasan drama gong sedikit agak jarang kecuali saat PKB. 

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Drs. I Gd Eka Sudarwitha.S.Sos, M.Si., mengatakan sangat bangga dengan apa yang sudah ditampilkan Sanggar Seni Arsya Wijaya dengan menampilkan drama gong tradisi merupakan Duta Kabupaten Badung. Duta Kabupaten Badung dalam pagelaran drama gong mengangkat kisah atau menggali potensi-potensi seni tradisi dikolaborasikan dengan aspek-aspek yang menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. 

"Dengan cara atau kemasan yang menghibur, hal ini tidak terlepas dari peran para pembina dan Listibia terutama Listibia Kecamatan Kuta Utara sehingga karya ini dapat diwujudkan dan dapat menghibur kita semua semoga dapat terus berkarya untuk menggali seni potensi dan tetap menghibur melalui akar budaya kita," tandasnya.

wartawan
ANA
Category

Punya Hipertensi, Masih Boleh Minum Kopi?

balitribune.co.id | Secangkir kopi sering menjadi tersangka ketika tekanan darah meningkat. Kabar baiknya, penderita hipertensi tidak selalu harus berpisah dengan kopi. Pedoman European Society of Cardiology tahun 2024 menyebut konsumsi kopi tidak berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada populasi umum; konsumsi moderat bahkan dalam penelitian observasional dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click

Diskominfo Tabanan Tegaskan Isu Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Adalah Hoaks

balitribune.co.id | Tababan - Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh beredarnya informasi palsu (hoaks) terkait isu pemadaman jaringan internet secara nasional selama tiga hari yang disebut-sebut dimulai pada 25 September 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.