Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Veda Ega Pratama, Harapan Baru Motorsport Indonesia

Veda Ega Pratama
Bali Tribune / Veda Ega Pratama menjadi harapan baru Motorsport Indonesia dengan prestasinya sebagai runner-up Moto3™ Malaysia 2026. (ist)

balitribune.co.id | Denpasar - Berawal dari seorang anak yang menghabiskan waktu sepulang sekolah berlatih motocross, Veda Ega Pratama kini menjelma menjadi salah satu talenta muda kebanggaan Indonesia di panggung balap dunia.

Prestasi terbarunya sebagai runner-up Moto3™ Malaysia 2026 menjadi bukti mimpi besar yang dibangun sejak dini mulai membuahkan hasil, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masa depan motorsport Indonesia.

Bendera Merah Putih kembali berkibar di panggung balap motor dunia. Kali ini, kebanggaan itu datang dari Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia yang berhasil finis di posisi kedua pada balapan Moto3™ Malaysia 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (1/11/2026) lalu.

Mengawali balapan dari posisi kedelapan, Veda, pebalap berusia 17 tahun yang memperkuat Honda Team Asia ini menunjukkan performa kompetitif sejak awal. Ia mampu merangsek ke barisan depan dan terlibat dalam persaingan sengit untuk memperebutkan posisi podium hingga putaran terakhir.

Veda akhirnya berhasil mengamankan posisi kedua, tepat di belakang Maximo Quiles. Hasil tersebut menjadi pencapaian finis terbaik sepanjang kariernya di kelas Moto3™ sekaligus podium keduanya pada musim 2026, setelah sebelumnya meraih posisi ketiga di seri Brasil.

Pencapaian di Sepang bukan sekadar tambahan podium dalam perjalanan karier seorang pebalap muda. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi kebanggaan bagi Indonesia sekaligus menjadi sinyal positif bahwa talenta Tanah Air memiliki potensi untuk bersaing dan diperhitungkan di kejuaraan balap motor internasional.

Bagi Veda, pencapaian ini merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dimulai jauh sebelum namanya dikenal di panggung dunia.

Lahir dan tumbuh di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Veda sudah mengenal dunia balap motor sejak usia dini. Salah satu kenangan masa kecil yang paling melekat adalah motor pertamanya yang diberikan sang ayah.

Sejak kecil, Veda juga dikenal memiliki karakter yang kuat. Jika orang tuanya diminta menggambarkan dirinya saat kecil, satu kata yang mungkin muncul adalah "ngeyel"—gigih dan sulit menyerah ketika sudah memiliki keinginan.

Kecintaannya pada dunia balap membuat aktivitas sepulang sekolahnya berbeda dari kebanyakan anak seusianya. Ketika masih berkompetisi di motocross, Veda langsung berlatih di Yogyakarta, yang berjarak sekitar satu jam dari rumahnya.

Rutinitas tersebut terus berlanjut ketika ia beralih ke road race. Latihan dilakukan beberapa kali dalam seminggu, sementara kompetisi membawanya semakin jauh dari rumah.

Dukungan keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Sejak usia sekitar tujuh atau delapan tahun, ia mulai mengikuti berbagai kejuaraan motocross nasional. Pada 2018, Veda beralih ke balap road race nasional, sebelum kemudian melangkah ke kompetisi tingkat Asia pada 2021.

Perjalanan tersebut menjadi tahapan penting yang membawanya menuju kejuaraan dunia Moto3™. Dari lintasan motocross dan berbagai kompetisi nasional, Veda perlahan membangun pengalaman, kemampuan, serta mental bertanding untuk menghadapi persaingan di level internasional.

wartawan
RED
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Tunda Pinjam Rp1,6 Triliun untuk Infrastruktur

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menunda rencana pinjaman daerah senilai Rp 1,6 triliun yang semula diproyeksikan untuk membiayai pembangunan infrastruktur pada 2027. Penundaan dilakukan karena sejumlah pekerjaan konstruksi belum siap dieksekusi. Pemkab Badung memilih mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan koridor Gatot Subroto–Canggu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Bali Usulkan Sistem Tol Gate untuk Wisman, Retribusi Rp1 Juta Terintegrasi Asuransi

balitribune.co.id | Singaraja - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Ida Gede Komang (IGK) Kresna Budi mengusulkan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola retribusi wisatawan mancanegara (wisman). Ia mendorong penerapan sistem terpadu satu pintu atau tol gate di luar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang dilengkapi perlindungan asuransi, fasilitas kesehatan, serta pelayanan bernuansa budaya Bali.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Sampah Liar Cemari Hutan Suter, DLH Bangli Mulai Perketat Pengawasan hingga Pasang CCTV

balitribune.co.id | Bangli - Aktivitas pembuangan sampah liar yang mencemari kawasan Hutan Suter, Kecamatan Kintamani, menjadi sorotan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli akan memperketat pengawasan dan membuka peluang pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik rawan. Hal ini untuk mencegah aksi serupa terulang.kembali kedepannya.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.