balitribune.co.id | Mangupura - Pemanfaatan Dermaga Water Taxi Tanjung Benoa hingga kini dinilai belum sesuai dengan tujuan awal pembangunannya. Fasilitas yang digagas sebagai alternatif transportasi laut untuk mendukung konektivitas antarkawasan justru masih lebih banyak digunakan untuk aktivitas wisata bahari.
Dermaga Water Taxi Tanjung Benoa diresmikan pada 24 Juli 2025 dan digagas oleh PT Pelindo Regional 3 Bali Nusra. Selain mendukung transportasi, fasilitas tersebut juga diarahkan untuk menunjang pariwisata bahari serta pemberdayaan UMKM dan masyarakat pesisir.
Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya mengatakan pihaknya sejak awal siap mendukung pengelolaan fasilitas tersebut. Namun, ia menilai belum terlihat tindak lanjut pengembangan yang signifikan setelah peresmian dermaga.
“Semestinya ada tindak lanjut setelah peresmian pelabuhan di Tanjung Benoa,” kata Wijaya yang juga Wakil Ketua DPRD Badung saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Menurut Wijaya, fungsi water taxi perlu kembali diarahkan sebagai moda transportasi alternatif, terutama untuk mengurangi kepadatan lalu lintas menuju kawasan Tanjung Benoa dan Nusa Dua. Rute yang sebelumnya direncanakan antara lain Pelabuhan Benoa–Tanjung Benoa, Tanjung Benoa–Sanur, hingga Tanjung Benoa–Pedungan.
Jalur laut dinilai memiliki keunggulan dari sisi waktu tempuh. Perjalanan Benoa–Tanjung Benoa misalnya, dapat ditempuh sekitar 10–15 menit, sedangkan melalui jalur darat bisa mencapai sekitar 30 menit atau lebih tergantung kondisi lalu lintas.
Wijaya menilai potensi tersebut belum tergarap maksimal. Pengembangan water taxi tidak cukup berhenti pada pembangunan dan peresmian dermaga, tetapi harus diikuti kesiapan rute, pengerukan sedimentasi, keamanan pelayaran, armada, mesin kapal serta fasilitas pendukung lainnya.
Saat ini, water taxi di Tanjung Benoa memang masih dimanfaatkan untuk kegiatan wisata, termasuk konsep tur Teluk Benoa. Namun, pemanfaatan tersebut juga menghadapi kendala sarana dan prasarana, terutama keandalan mesin kapal.
Wijaya menyebut sebelumnya terdapat janji bantuan mesin dari pihak Pelindo. Ia berharap bantuan tersebut segera direalisasikan sehingga operasional water taxi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan rasa aman bagi wisatawan.
“Malu dong saat melakukan tour bersama wisatawan, tiba-tiba mesinnya mati. Jadi kami minta realisasi bantuan mesin harus segera dilaksanakan,” pungkasnya.