balitribune.co.id | Bangli - Nasib naas dialami I Ketut Selamat (49), pasalnya pria asal Banjar Desa, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani ini ditemukan meninggal dunia dengan posisi tertindih sepeda motor di jalan Perkebunan menuju pondokan Dadem, Desa Sukawana, Kintamani pada Selasa (6/10/2026) sekira pukul 14.00 wita. Polisi telah melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian korban.
Informasi yang berhasil dihimpun korban pertama kali ditemukan oleh saksi Mike Loumbrow. Warga negara asing (WNA) asal Manchester, Inggris ini bersama anaknya melakukan aktifitas offroad dengan rute strar dari Batur Natural Hot Spring kemudian menuju jalan Poh Desa Songan dan melintasi jalan perkebunan Pondokan Dadem, yang berlokasi di Kawasan Hutan Desa Sukawana. Saat asyik melintasi kawasan hutan pandangan saksi tertuju dengan seseorang yang tertimpa sepeda motor. Melihat hal tersebut saksi langsung menghampirinya dan mendapati korban dalam keadaan berlumuran darah.
Selanjutnya saksi mengangkat dan memindahkan sepeda motor yang menimpa korban dan saksi langsung mengecek urat nadi korban. Saat itu saksi mengira korban sudah dalam keadaan meninggal dan saksi I langsung mengarah ke jalan raya untuk menyetop orang melintas untuk meminta pertolongan. Selang beberapa menit kemudian saksi bertemu Jro Widiarta dan saksi menginformasikan peristiwa yang terjadi. Selanjutnya saksi bersama Jro Widarta bersama-sama menuju ke lokasi kejadian. Jro Widarta langsung menghubungi keluarga korban atas nama. Repan. Beberapa menit kemudian datanglah Kadus Br. Sukawana dan selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja Rimbawa saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026), membenarkan kejadian tersebut. ”Petugas telah turun lakukan olah TKP dan juga telah dilakukan pemeriksaan medis,” jelasnya. Dari hasil pemeriksaan medis menunjukan korban alami luka dan retak tulang belakang kepala, perdarahan dari telinga dan hidung. ”Untuk memastikan penyebab kematian korban telah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Denpasar,” jelas Kompol Dwi Puja.