Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

SMPN 5 Pupuan Berpotensi Krisis Murid, Disdik Tabanan Galang Dukungan Masyarakat

Kepala Disdik Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama.
Bali Tribune / Kepala Disdik Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama.

balitribune.co.id I Tabanan - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabanan mulai memetakan sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berpeluang kekurangan murid pada tahun ajaran 2026/2027.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberadaan sekolah di wilayah pedesaan yang mulai mengalami tren penurunan jumlah pendaftar. Salah satu sekolah yang masuk dalam radar pemetaan khusus adalah SMPN 5 Pupuan yang berlokasi di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan.

Disdik kini melakukan langkah antisipasi dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan siswa pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) mendatang.

Kepala Disdik Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggalang dukungan dari tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga komite sekolah dasar (SD) pendukung. Dukungan itu diperlukan untuk memperkuat komitmen agar lulusan SD di wilayah setempat tetap melanjutkan pendidikan ke SMP terdekat.

“Semua pendukung sekolah seperti SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Munduk Temu sudah kami undang. Harapannya tidak ada lagi warga yang memilih sekolah ke luar daerah, padahal di desa sudah ada SMP,” ujar Darma Utama pada Rabu (3/6/2026).

Ia menilai pemerataan jumlah siswa sangat penting untuk mencegah terjadinya penumpukan di sekolah perkotaan. Menurutnya, fenomena minimnya siswa di desa sering kali dipicu oleh faktor akses serta persepsi masyarakat yang masih terpaku pada label sekolah favorit.

Padahal, pemerintah menegaskan bahwa kualitas sarana dan prasarana di SMPN 5 Pupuan sudah sangat mumpuni setelah dilakukan rehabilitasi beberapa tahun lalu. Tidak hanya itu, evaluasi pendidikan di sekolah tersebut juga menunjukkan hasil yang positif. 

“Dari sisi mutu, sarana prasarana, dan tenaga pendidik, SMPN 5 Pupuan sangat memadai. Sekolah ini juga sudah direhabilitasi beberapa tahun lalu, dan hasil evaluasi pendidikan menunjukkan kualitasnya baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Pupuan, I Putu Suarta, mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah terbatasnya jumlah lulusan dari tiga SD pendukung di wilayah tersebut. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolahnya menargetkan bisa menerima dua rombongan belajar (rombel). “Tahun lalu kami hanya mendapat 14 siswa dari dua rombel. Tahun ini mudah-mudahan bisa memenuhi target,” kata Suarta.

Berdasarkan data lapangan, sebagian lulusan SD di Munduk Temu justru memilih melanjutkan sekolah ke wilayah Kabupaten Buleleng, seperti ke SMPN 5 Busungbiu. Padahal, akses menuju SMPN 5 Pupuan tergolong baik dan didukung oleh tenaga pendidik yang sudah lengkap. 

“Padahal fasilitas seperti lapangan basket dan voli sudah ada. Termasuk guru sudah lengkap. Hanya lapangan sepak bola yang belum tersedia karena keterbatasan lahan,” pungkas Suarta.

wartawan
JIN
Category

Kebakaran Lahan di Kecamatan Kubu Hanguskan Hektaran Kebun Jambu Mente dan Mangga

balitribune.co.id I Amlapura - Hingga saat ini kebakaran lahan masih terus terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Kubu, Karangasem, salah satunya di Banjar Dinas Caniga, Desa Dukuh. Warga di desa ini pada Minggu (30/8/2026) malam dibuat panik oleh kobaran api kebakaran lahan yang terus membesar dan meluas dan bahkan merembet mendekati areal pemukiman warga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Satu Dekade Denpasar Kite Festival, Jaya Negara Apresiasi Konsistensi Pelestarian Tradisi Layang-Layang

balitribune.co.id I Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi gelaran Denpasar Kite Festival ke-10 di Kawasan Pantai Merta Sari, Sanur, Denpasar, Minggu (30/8/226). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Empat KK di Batuan Hadapi Eksekusi Lahan, Lansia dan Anak Yatim Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

balitribune.co.id I Gianyar - Empat kepala keluarga (KK) di Banjar Griya, Batuan,  Sukawati, Gianyar terancam tidak memiliki tempat tinggal. Pekarangan rumah lengkap dengan merajan yang ditempati selama puluhan tahun kini akan dieksekusi atas putusan pengadilan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.