Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DLH Apresiasi Desa dengan Manajemen Penanganan Sampah

Bali Tribune/ PERTEMUAN - Petugas DLH Gianyar pertemuan dengan prajuru Desa Adat Kemenuh, Sukawati.
Balitribune.co.id | Gianyar - Berlombanya sejumlah desa dalam mewujudkan manajemen penanganan sampah menunjukkan  kesadaran masyarakt dan seluruh komponen terhadap penagan sampah meninggkat pesat.  Menariknya lagi, pembangunan manejemen  pengelolaan sampah kini justru menjadi tren. Penyelengranay pun beragam mulai dari  Banjar, desa adat hingga  desa dinas yang dimotori tokoh masyarakat. 
 
Demkian pula yang kini sedang diwujudkan oleh Desa Adat Kemenuh. Sebagai bentuk keseriusanya, desa adat setempat pun mengawalinya dengan memebuat perarem. Dalam Pararem ini, menekankan agara setiap krama adat tamiu, wajib  untuk menjaga kebersihan dan kesucian desa adat. “Kami juga wajibkan mereka  untuk mengelola sampah yang dihasilkan.  Sampah yang ditimbulkan, wajib dikelola oleh pemilik tempat tinggal krama tamiu, misalnya dia kos, maka pemilik kosnya ini wajib mengelola sampah yang ditimbulkan di tepatnya,” ujar Bendesa Kemenuh Ida Bagus Alit.
 
Dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah, pihaknya saat ini dalam tahap merancang rumah kompos. “Kami meminta pertimbangan pada DLH Gianyar bagaimana bagusnya. Namun untuk lahannya nanti, kami siapkan 45 are. Kami tegaskan yang kami buat bukan TPS atau TPA yang menimbulkan bau. Tetapi kami buat rumah kompos dengan teknologi terbarukan,” ujarnya.
 
Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra mengaku bersyukur, karena masyarakat saat ini tidak hanya mulai sadar tentang kebersihan lingkungan, tetapi mulai bergerak membangun manajemen pengelolaan sampah sistem terbarukan. Pihaknya sangat mengapresiasi adanya desa adat yang memperkuat penanggulangan sampahnya melalui perarem. “Kita memang mengharapkan dukungan dari tokoh adat, agar penangan sampahnya selain dalam bentuk manejemen terbarukan, juga diperkuat dengan perarem,” ujarnya. 
 
Selain desa adat, sejumlah desa dinas juga telah memberikan perhatia penuh terhadap penanggulangan sampah. Seperti di Desa Pejeng, kata Kujus, sebagian besar APBDes digunakan untuk penanggulangan sampah. Disusul desa lainnya, seperti Sebatu, Medahan, Keramas, Tulikup, Melinggih, Bantuan, Guwang dan Bedulu. “Pengelolaan sampah berbasis desa adalah model pengelolaan sampah di Gianyar. Bila hal ini terus menjadi tren, dan diikuti oleh desa-desa lainnya, maka saya jamin, tahun 2021 kita tidak dipusingkan permasalahan sampah,” pungkasnya. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Usai Curi Brankas Senilai Rp500 Juta, Pelaku Nekat Bakar Rumah Ipar

balitribune.co.id | Tabanan - Misteri kebakaran rumah di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Rabu (16/9/2026) lalu akhirnya terungkap. Kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh AR (45), pedagang yang juga merupakan adik ipar korban, demi menutupi aksi pencurian brankas senilai Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Balap Sepeda Bocah Berujung Kasus Hukum, Dua Joki Diamankan Polres Buleleng

balitribune.co.id | Singaraja - Aksi balap sepeda liar yang disertai perjudian di Jalan Kartini, Kelurahan Kaliuntu, Buleleng, dibongkar Polres Buleleng. Sebanyak 32 orang diamankan, 30 di antaranya masih di bawah umur. Polisi menyita uang taruhan Rp3,06 juta, dua sepeda yang telah dimodifikasi, serta tiga ponsel.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.