Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Menuju Harmonisasi, Masyarakat Adat Ungasan Minta Akses Jalan di Belakang GWK Tetap Dibuka untuk Warga

desa adat ungasan
Bali Tribune / Pertemuan masyarakat Adat Ungasan di Pura Dalem Desa Adat Ungasan, Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Polemik pagar beton pembatas di kawasan Banjar Giri Dharma, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, kembali bergulir. Pagar yang berdiri di sekitar kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) itu dinilai menutup akses jalan warga menuju permukiman dan sekolah. Menyikapi hal tersebut, masyarakat adat menggelar pertemuan di Pura Dalem Desa Adat Ungasan, Sabtu (12/10) sore.

Dalam pertemuan itu, Bendesa Adat Desa Ungasan I Wayan Disel Astawa menyampaikan hasil koordinasi dan sikap resmi warga adat terhadap situasi yang mereka sebut “belum menemukan keadilan ruang”. “Kami sudah mendapatkan rekomendasi dari DPRD Provinsi Bali yang menegaskan agar pihak manajemen GWK membongkar pagar beton di sisi timur dan utara, agar berada sepenuhnya di dalam kawasan GWK dan tidak menutup akses jalan masyarakat,” ujar Disel Astawa, yang juga selaku Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bali.

Rekomendasi itu, lanjutnya, telah disampaikan kepada Gubernur Bali, Bupati Badung, dan Satpol PP baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Namun hingga kini, ia berangapan belum ada langkah konkret dari manajemen GWK untuk melaksanakan pembongkaran sesuai rekomendasi tersebut, meskipun dilapangan proses pembongkaran di lokasi tengah dilakukan pihak GWK.

Jika rekomendasi DPRD Bali diabaikan, masyarakat adat bersama lembaga desa dinas dan tokoh-tokoh masyarakat dari 14 banjar dinas dan 15 banjar adat sepakat akan melakukan aksi damai berupa pendudukan pintu gerbang GWK. “Kalau aspirasi kami tidak didengar dan pagar tidak dibongkar, masyarakat akan turun langsung ke lokasi,” tegas Disel Astawa.

Warga juga menyoroti adanya rencana pengalihan jalan alternatif oleh pihak GWK yang disebut melintasi tanah milik pribadi, yakni milik I Wayan Suardika Adiputra, yang kini telah dijual kepada pihak lain. “Solusi jalan alternatif itu bukan jalan umum, jadi bukan penyelesaian,” imbuhnya.

Menurut catatan Desa Adat Ungasan, sejak tahun 2007 sudah ada berita acara kesepakatan antara pihak GWK dan masyarakat, termasuk terkait Jalan Lingkar Timur dan Lingkar Barat yang menjadi akses warga sekitar. Namun masyarakat menilai kesepakatan tersebut tidak dijalankan secara konsisten.

Warga juga mengaku resah dengan perbedaan informasi antara BPN Kabupaten Badung dan BPN Provinsi Bali terkait status jalan. Hal itu, kata Disel Astawa, menimbulkan kesan kurangnya koordinasi antarlembaga. "Inikan menunjukkan tidak adanya kordinasi antar Lembaga tersebut yang membuat masyarakat resah dan gelisah," ungkapnya.

Selain soal akses jalan, warga menyoroti pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2001 Pasal 43 huruf a, yang melarang penutupan jalan atau lahan yang menjadi lalu lintas umum tanpa dasar hukum yang sah.

Meski polemik berlanjut, masyarakat adat menegaskan perjuangan mereka tetap berlandaskan prinsip Tri Hita Karana,  yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. “Kami hanya ingin kepastian hukum dan rasa keadilan. GWK adalah ikon budaya Bali, tapi jangan sampai pembangunan justru memutus akses warga dan melanggar nilai harmoni yang jadi dasar kehidupan kami,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Warga berharap Gubernur Bali dan Bupati Badung segera memediasi kembali pertemuan dengan melibatkan seluruh unsur termasuk desa adat, lembaga dinas, dan manajemen GWK agar persoalan ini tidak berlarut dan menimbulkan keresahan sosial di kawasan pariwisata unggulan tersebut.

Polemik akses jalan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ungasan, kini tinggal selangkah menuju penyelesaian. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Sugita Putra, menegaskan bahwa inti persoalan yang selama ini menjadi perbincangan masyarakat adat Ungasan dan pihak GWK sebenarnya tinggal pada satu titik: penyelesaian Jalan Magada.

Menurut Sugita, keberadaan jalan di belakang tulisan “GWK” menjadi perhatian utama karena jalur tersebut merupakan akses penting bagi warga. “Kalau dari arah depan, posisi jalan itu berada di sisi paling selatan. Itu sudah ada dan digunakan masyarakat sejak lama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyelesaian jalan tersebut sejalan dengan rekomendasi DPRD Badung yang sebelumnya belum tuntas akibat adanya usulan pengalihan jalan dari jalur utama menuju jalan lingkungan masyarakat, sebuah kebijakan yang ditolak warga karena dianggap mengganggu aktivitas harian mereka.

Sugita meminta dukungan Gubernur Bali dan Bupati Badung agar turut membantu membuka kembali akses tersebut. “Itu sudah sesuai hasil rekomendasi DPRD. Jadi, tinggal tindak lanjut di lapangan agar segera dikerjakan dan diselesaikan,” katanya.

Selain Jalan Magada, Sugita juga menyoroti pentingnya kelanjutan proyek Jalan Lingkar Timur fase kedua yang sudah lama direncanakan sebagai jalan pengganti Roro Agung. Jalan ini, kata dia, sangat vital karena menjadi jalur utama warga Banjar Giri Madia dan sekitarnya saat menjalankan kegiatan adat maupun upacara kematian. “Setelah Jalan Magada selesai, barulah kita lanjutkan pengerjaan Jalan Lingkar Timur. GWK juga sudah menyiapkan struktur dan badan jalan, jadi tinggal pergeseran tembok serta perapihan di lapangan,” jelas Sugita.

Ia menegaskan bahwa dengan penyelesaian dua titik akses tersebut, hubungan antara desa adat, desa dinas, masyarakat luas dan GWK akan kembali harmonis. “Kita tidak ingin persoalan ini berlarut. Prinsipnya, semua bisa diselesaikan secara baik tanpa harus ada tindakan arogan atau anarkis,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Sugita juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali, Bupati Badung, serta jajaran DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten yang telah membantu membuka sebagian akses yang sempat tertutup. “Sekarang sebagian jalan sudah bisa digunakan kembali oleh warga. Tinggal sedikit lagi yang perlu dituntaskan,” katanya.

Ia berharap sinergi antar-pemerintah daerah dan lembaga terkait bisa terus diperkuat demi terciptanya penyelesaian yang berkeadilan dan berkeadaban. “Kami di DPRD siap mengawal dan memastikan agar solusi yang diambil tidak merugikan masyarakat maupun pihak GWK,” ujarnya.

Sugita menutup dengan nada optimistis bahwa ke depan, kawasan GWK tidak hanya menjadi ikon budaya, tetapi juga simbol harmoni antara pembangunan dan masyarakat adat. “Kalau komunikasi berjalan baik, saya yakin semua bisa selesai tanpa perlu ada gesekan,” tutupnya.

wartawan
ARW
Category

Pemkab Buleleng Luncurkan 10 Inovasi Strategis, Digitalisasi Layanan Pemerintahan Dipercepat

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai mendorong penerapan 10 inovasi strategis untuk mempercepat transformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sepuluh program tersebut merupakan hasil proyek perubahan peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Incar Juara, Pebalap Astra Honda Siap Melesat di Seri Penutup Moto4 Asia Cup 2026 Qatar

balitribune.co.id | Jakarta - Empat pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM) siap melakoni putaran terakhir ajang Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 di Lusail International Circuit, Qatar, pada 6–8 November 2026. Berbekal hasil positif pada seri sebelumnya di Sepang, Malaysia, para pebalap bertekad menutup musim dengan performa terbaik.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Drillo, Startup Pendidikan Berbasis AI Asal Bali Lolos 20 Besar NextDev Telkomsel

balitribune.co.id | Denpasar - Telkomsel kembali menggelar NextDev ke-12, program impact incubator bagi para technopreneur Indonesia yang mengembangkan solusi digital berbasis artificial intelligence (AI). Program tahun ini mengusung tema “AI-Powered Innovations” guna mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan yang menjawab isu sosial dan lingkungan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Dukung AMRun 5K 2026 di Sanur, Joyday Bagikan 2.000 Es Krim Gratis

balitribune.co.id | Denpasar - PT Yili Indonesia Dairy (Yili) bersama merek es krim Joyday berpartisipasi aktif dalam kegiatan Self-Care Antimicrobial Resistance Awareness Run (AMRun) 5K 2026 yang berlangsung di kawasan Sanur, Bali, awal November 2026. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen Yili dalam mendukung gerakan hidup sehat serta mengedukasi masyarakat untuk aktif berolahraga.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jelang Porprov Bali 2027, KONI Buleleng Perkuat Sinergi Media dan Bidik Tiga Besar

balitribune.co.id | Denpasar - Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng mulai memperkuat sinergi dengan media massa. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut terpublikasi secara luas.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Sengketa Tanah Serangan: MA Tolak PK PT BTID dan Desa Adat, Ahli Waris Desak Eksekusi dan Ganti Rugi Rp10,5 M

balitribune.co.id | Denpasar - Perjuangan Siti Sapurah alias Ipung, ahli waris Daeng Abdul Kadir, dalam sengketa tanah di Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, kembali membuahkan hasil. Mahkamah Agung (MA) resmi menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) dan Desa Adat Serangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.