Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DPRD Bali Selesaikan Sengketa Penyegelan SD 2 Puhu

segel
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali Nyoman Parta bersama anggota, saat membuka segel kelas SD 2 Puhu.

BALI TRIBUNE - Sengketa penyegelan sebagian kelas SD 2 Puhu, Kecamatan Payangan, Gianyar oleh pemilik lahan I Made Antara, berakhir sudah. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta, bersama anggota, harus turun tangan melakukan mediasi untuk menyelesaikan kisruh ini, Jumat (21/7).

Selain para wakil rakyat, ikut juga bersama rombongan Ketua Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Provinsi Bali, Agung Anie Asmoro dan anggota. Pada kesempatan tersebut, Parta dan rombongan memohon pemilik lahan agar membuka kembali ruang belajar yang disegel, demi kelancaran siswa belajar.

Di hadapan Parta dan rombongan dalam mediasi tersebut, Made Antara menjelaskan alasan dirinya melakukan penyegelan. Menurut dia, penyegelan adalah usahanya yang terakhir untuk memperjelas status lahan tersebut. Sebab selama ini, segala upaya tak membuahkan hasil.

Ia menjelaskan, dirinya memiliki tanah waris seluas 48 are. Dari jumlah tersebut, sejak tanggal 1 Agustus 1968 lahan miliknya seluas 17 are dimanfaatkan sebagai lokasi SDN 2 Puhu. Selanjutnya untuk mengganti lahan milik Made Antara seluas 17 are ini, ditukar guling dengan lahan milik provinsi yang berlokasi di Banjar Carik Desa Puhu, Payangan.

Kesepakatan tersebut berlaku sejak tahun 2010 hingga 2016. Dalam kesepakatan dimaksud, Made Antara diberikan hak menggarap lahan seluas 25 are. Namun ketika hendak mengurus sertifikat lahannya yang tersisa yakni seluas 31 are, terjadi kendala bangunan SD yang berdiri di lahannya.

Made Antara pun sempat merasa dipingpong saat mengurus sertifikat tanahnya. Karena bertahun-tahun tidak menemukan kejelasan dan kepastian, akhirnya beberapa hari lalu ia pun memasang pagar bambu di lokasi yang berbatasan dengan lahan miliknya. Hanya saja, terdapat 3 kelas yakni kelas IV, V dan VI yang turut dipagar.

Made Antara mengaku malu ketika polemik ini menjadi berita hangat, hingga Komisi IV DPRD Provinsi Bali harus turun tangan. “Saya malu, masalah ini sampai ke DPRD Bali hingga turun ke sini. Padahal tidak ada maksud bikin kisruh. Karena yang belajar di sana anak cucu tyang juga. Tapi seandainya ada di posisi saya, punapi?” ucapnya.

“Tolong saya dibantu, jangan malah memprovokasi. Seolah-olah saya bentrok, padahal saya cuma urus hak saya dengan pemerintah. Yang sebenarnya sudah fair tapi prosesnya yang tersendat-sendat. Tyang juga tidak mau warisi masalah pada anak cucu tyang,” imbuhnya, saat mediasi yang berlangsung di Kantor Desa Puhu, itu.

Mendengar penjelasan Made Antara, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali Nyoman Parta dan jajaran memohon agar segera membuka pagar penutup yang terpasang demi kelancaran siswa belajar, tanpa mengesampingkan sengketa yang terjadi. Parta bahkan siap menjamin akan mengawal sengketa ini.

“Permasalahan lahan akan tetap dilanjutkan dan saya sebagai jaminannya. Mohon jangan sampai anak-anak trauma dengan kejadian ini,” pinta Parta.

Menurut Parta, urusan tanah tersebut sejatinya sudah klir. Karena tinggal menunggu pembangunan gedung baru, sebelum membongkar ruang kelas lama yang berdiri di atas lahan Made Antara. Hanya saja memang pihaknya meminta kepada pemerintah kabupaten supaya cepat menyelesaikan permasalahan ini.

“Di sini ada sedikit kesalahan komunikasi, tapi saya sebagai anggota DPRD Bali minta tolong supaya Pak Made bersedia buka pagar druwene. Di sini ada dari Kantor Pertanahan Gianyar, tolong dibantu bapaknya. Bila perlu ulang pendaftarannya dari awal,” pinta Parta.

Adapun Kepala Subseksi Sengketa Konflik Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar, Desak Putu Ariasih, memaparkan kendala sehingga lahan tersebut belum bisa disertifikat. Kendala utamanya adalah ada bangunan di lahan tersebut.

“Selama bangunan itu masih ada, gak bisa. Sekarang pastikan dulu administrasinya. Bangunan di atas lahan mau diserahkan apa mau dibongkar. Kalau untuk tukar menukarnya, saya rasa gak ada masalah,” ujarnya.

Setelah terjadi kesepakatan dalam mediasi, akhirnya semua pihak yang hadir menuju SD 3 Puhu untuk membuka pagar penutup. Secara bersama-sama mereka membongkar pagar yang terbuat dari bambu itu.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali dan KPPAD Bali juga sempat meninjau kegiatan belajar mengajar siswa yang meminjam Wantilan Pura Simpangan yang terletak kurang lebih 150 meter dari SD 2 Puhu.

wartawan
San Edison
Category

Proyek PPN Pengambengan Resmi Dimulai

balitribune.co.id | Negara - Proyek penataan dan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan resmi memasuki tahap konstruksi fisik. 

Proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market (IFP-IFM) Phase-I senilai Rp1,276 triliun ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Wahyu Sakti Trenggono, Selasa (29/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Made Westra Resmi Gantikan Suadi Putra di DPRD Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - DPRD Kota Denpasar menggelar Rapat Paripurna Istimewa Peresmian Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kota Denpasar sisa masa jabatan 2024-2029 di Ruang Sidang DPRD setempat, Selasa (29/9/2026). 

Dalam sidang tersebut, I Made Westra resmi dilantik menggantikan I Wayan Suadi Putra yang sebelumnya mengajukan pengunduran diri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

18 Ekor Ular King Kobra Teror Permukiman Warga Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan – Sebanyak 18 ekor ular king kobra meneror kawasan permukiman warga di Kabupaten Tabanan dalam kurun tiga bulan terakhir. Seluruh ular berbisa mematikan tersebut berhasil dievakuasi oleh Yayasan Reptil Asih Tabanan di tengah lonjakan pergerakan satwa akibat siklus musim kawin.

Baca Selengkapnya icon click

Tabrak Pohon, Sopir Alami Luka Robek di Wajah

balitribune.co.id | Tabanan – Pengemudi mobil pikap, Sudiyo (58), pingsan dan mengalami luka robek parah pada bagian wajah usai kendaraannya menabrak pohon perindang di Jalur Denpasar-Gilimanuk pada Selasa (29/9/2026). Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita tepatnya di lingkungan Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Beringin Ratusan Tahun Tumbang, Hancurkan Pura Dukuh Banjar Pucangan

balitribune.co.id | Bangli - Cuaca ekstrim berupa angin kencang yang menerjang Bangli selama sepekan terakhir kembali memicu sejumlah bencana bencana. Kali ini, pohon beringin berusia ratusan tahun di Pura Dukuh, Banjar Dinas Pucangan, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, roboh dan menghantam bangunan pura hingga menimbulkan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.