Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Beda Fakta dengan Pertamina, Peneliti Temukan Residu Minyak Terendap di Akar Mangrove Tahura

Pertanian Unud
Bali Tribune / DIAGNOSIS - Tim Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana saat melakukan diagnosis

balitribune.co.id | Denpasar - Hasil uji laboratorium terhadap sampel sedimen dan air di kawasan hutan mangrove milik KSOP dan Pelindo mengungkap fakta baru. Tanah di sekitar perakaran (rhizosfer) mangrove dinyatakan positif tercemar senyawa hidrokarbon yang identik dengan bahan bakar minyak jenis diesel atau solar.

Temuan ini merupakan hasil analisis Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) yang dilakukan pada 24–26 Februari 2026 oleh tim Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana. Kawasan terdampak berada di wilayah mangrove selatan Bali, termasuk bagian dari Taman Hutan Raya Ngurah Rai.

Tim peneliti yang dikoordinatori Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga atau kerap disapa Dewangga, sebelumnya menduga kematian massal mangrove disebabkan penyakit abiotik—yakni gangguan akibat faktor lingkungan, bukan infeksi patogen.

Secara visual, mangrove menunjukkan gejala klorosis (daun menguning), nekrosis (kecoklatan), kulit batang mengelupas, pertumbuhan kerdil, akar membusuk atau menghitam, serta penebalan daun (sukulensi). Pola kematian pun tidak menyebar acak, melainkan terkonsentrasi dalam blok vegetasi tertentu—ciri khas paparan zat beracun di area yang sama.

Menurut Dewangga, hipotesis awal menyebutkan bahwa kontaminasi hidrokarbon tidak selalu tampak di permukaan air, melainkan terakumulasi di sedimen. Minyak yang masuk ke pori tanah dapat menutup sistem perakaran, menghambat penyerapan nutrisi, dan merusak sel tanaman dalam waktu relatif singkat.

Hasil pengujian GC-MS pada sampel air menunjukkan hanya satu senyawa organik, yakni squalene, yang lazim ditemukan pada organisme alami. Artinya, tidak ditemukan indikasi pencemar hidrokarbon pada air permukaan.

Namun hasil berbeda muncul pada sampel tanah. Dari 45 senyawa volatil yang terdeteksi, sebanyak 41 merupakan senyawa hidrokarbon. Beberapa di antaranya adalah n-Hexadecane, n-Heptadecane, Pentadecane turunan trimethyl dan tetramethyl, serta n-Eicosane—senyawa yang umum ditemukan dalam bensin, minyak tanah, dan terutama solar.

Dominasi hidrokarbon dengan rentang atom karbon C15–C24 mengarah kuat pada kontaminasi diesel (solar). Peneliti menyimpulkan sedimen mangrove positif tercemar limbah minyak bumi.

Menurut laporan tersebut, tidak ditemukannya hidrokarbon pada sampel air diduga karena telah dilakukan proses pembersihan (clean-up), sehingga residu minyak berpindah dan mengendap di tanah.

"Endapan inilah yang kemudian mengganggu sistem akar mangrove," ungkapnya.

Minyak yang terakumulasi membuat tanaman kesulitan menyerap air dan mineral. Dalam jangka waktu tertentu, senyawa tersebut masuk ke jaringan tanaman, merusak sel kambium, memicu daun menguning, mengering, hingga akhirnya mati.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, tim peneliti merekomendasikan sejumlah langkah strategis:

  1. Pemantauan rutin kesehatan mangrove sebagai bagian dari pengelolaan kawasan konservasi.
  2. Isolasi dan aplikasi bakteri pendegradasi minyak sebagai agen bioremediasi tanah.                                                                                                                 
  3. Audit menyeluruh infrastruktur energi di wilayah pesisir Bali Selatan, termasuk penggantian pipa yang melewati umur teknis dan pemasangan sensor kebocoran real-time.
  4. Penegakan hukum dan evaluasi dokumen AMDAL di kawasan sensitif.
  5. Rehabilitasi substrat sebelum dilakukan penanaman ulang mangrove.
  6. Penertiban status lahan di kawasan hutan lindung agar fungsi ekologisnya tidak terganggu kepentingan non-konservasi.

Para peneliti mengingatkan bahwa tanpa tindakan tegas dan terukur, degradasi mangrove di Bali Selatan dapat berlanjut dan berdampak luas.

"Mangrove bukan hanya pelindung abrasi dan penyerap karbon, tetapi juga benteng alami menghadapi perubahan iklim dan penyangga keberlanjutan pariwisata Bali," katanya mewanti-wanti.

Kini, hasil uji laboratorium tersebut menjadi dasar penting dalam investigasi lingkungan yang tengah berjalan, sekaligus penentu arah kebijakan pemulihan ekosistem mangrove di kawasan strategis pesisir Bali.

Seperti diktahui temuan peneliti berbanding terbalik dengan pihak Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya menyatakan hasil pemeriksaan visual tidak menemukan lapisan minyak di permukaan air. Namun para ahli ekologi mengingatkan bahwa kontaminasi hidrokarbon dalam ekosistem mangrove kerap terperangkap di sedimen.

wartawan
ARW
Category

Dokumen Perkara Belum Memenuhi Syarat, Kejari Tabanan Kembalikan Berkas Kasus Juwuk Legi

balitribune.co.id | Tabanan – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan mengembalikan berkas pemeriksaan para tersangka pengeroyokan maut terduga maling ayam di Desa Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti.

Baca Selengkapnya icon click

Instalasi Listrik Terbakar, Pelayanan Kantor Samsat Jembrana Terganggu

balitribune.co.id | Negara - Kebakaran instalasi listrik berupa KWh meter dan Miniature Circuit Breaker (MCB) di Kantor Samsat Jembrana, Banjar Baluk 1, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026), menyebabkan aktivitas pelayanan terganggu. Pegawai dan masyarakat yang sedang mengurus administrasi kendaraan bermotor berhamburan keluar gedung setelah muncul asap tebal, percikan api, dan suara ledakan kecil dari instalasi listrik tersebut.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sisir Kawasan Genteng Biru, Tim Gabungan Penertiban Parkir Liar Denpasar Jaring 4 Orang

balitribune.co.id | Denpasar - Tim gabungan dari Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), Polresta Denpasar, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar menggelar penertiban parkir liar di kawasan Genteng Biru, Denpasar Barat, Kamis (5/11/2026). Dalam aksi tersebut, empat orang terjaring dan langsung diamankan ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Pohon Aren 20 Meter Tumbang Timpa Bangunan Suci Pura Kerta Sari Taro Kaja 

balitribune.co.id | Gianyar - Setelah hujan ekstrem mereda dua hari, sebuah pura di tengah hutan Desa Adat Taro Kaja, Taro, Tegallalang didapati dalam kondisi mengenaskan.  Bangunan suci di Pura Kerta Sari tersebut rusak tertimpa sebuah pohon aren setinggi sekitar 20 meter. Musibah di pura yang lokasinya jauh dari pemukiman ini, baru di ketahui warga, Rabu (4/11/2026) sore.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rumpon Nelayan Bali Utara Bakal Dibongkar untuk Survei Migas

balitribune.co.id | Singaraja - Rencana survei seismik migas di perairan Bali Utara membawa konsekuensi bagi nelayan setempat. Puluhan atau bahkan lebih rumpon yang berada di jalur survei dipastikan harus dibongkar. Meski pemiliknya dijanjikan ganti rugi, hilangnya rumpon sebagai tempat berkumpulnya ikan berpotensi mengurangi hasil tangkapan dan pendapatan nelayan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Kunjungi Sekolah Rakyat Karangasem, Pangdam Udayana Tekankan Disiplin dan Karakter

balitribune.co.id | Amlapura - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan ini bertujuan menanamkan nilai disiplin dan memotivasi para siswa sebagai generasi penerus bangsa.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.