Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DLHK Munculkan Program “Yadnya Sampah”, Hasil Bank Sampah Diarahkan Bantu Biaya Upacara Adat

Kepala DLHK Badung Made Rai Warastuti
Bali Tribune / Kepala DLHK Badung Made Rai Warastuti.

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus mengoptimalkan program bank sampah melalui inovasi “Yadnya Sampah”. Program ini memanfaatkan hasil penjualan sampah anorganik untuk mendukung pembiayaan kegiatan adat dan keagamaan di tingkat banjar.

Kepala DLHK Badung Made Rai Warastuti, mengatakan program tersebut akan digerakkan melalui bank-bank sampah yang telah terbentuk di berbagai banjar di Kabupaten Badung. Selama ini hasil penjualan sampah umumnya masuk ke kas pribadi anggota bank sampah, namun kini masyarakat didorong agar sebagian hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

“Program Yadnya Sampah ini akan kita gerakkan di bank-bank sampah seluruh Kabupaten Badung. Selama ini hasilnya banyak yang masuk ke kas perorangan, sekarang kita dorong agar bisa masuk ke kas banjar dan dimanfaatkan untuk kegiatan yadnya atau piodalan yang dilaksanakan enam bulan sekali. Saya pikir ini sangat meringankan masyarakat,” ujar Rai Warastuti, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, sejumlah banjar telah menerapkan konsep serupa. Pemerintah tetap memberikan pilihan kepada masyarakat apakah hasil penjualan sampah akan masuk ke kas pribadi, kas PKK, maupun kas banjar.

“Saat ini sudah ada beberapa banjar yang melaksanakan. Kita tetap memberikan opsi kepada masyarakat. Namun jika digunakan untuk yadnya dan dikumpulkan bersama, tentu akan sangat membantu kebutuhan biaya upacara,” katanya.

Rai Warastuti menjelaskan, peran pemerintah dalam program tersebut lebih difokuskan pada komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, DLHK Badung berencana menggelar lomba bank sampah setiap tahun sebagai bentuk apresiasi kepada banjar yang aktif mengelola sampah.

“Peran pemerintah adalah memberikan edukasi dan pendampingan. Ke depan bank sampah yang aktif akan kita lombakan. Sementara untuk pembeli atau offtaker hasil sampah, kami serahkan kepada masyarakat untuk mengelolanya secara mandiri,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, perkembangan bank sampah di Badung menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 98 banjar memiliki bank sampah aktif, sedangkan pada tahun 2026 jumlahnya telah meningkat menjadi lebih dari 120 banjar.

“Yang terpenting adalah masyarakat sudah mulai memilah sampah dari sumbernya. Sampah organik diselesaikan di rumah, sampah anorganik dikumpulkan melalui bank sampah, sedangkan residu dan limbah B3 juga sudah mulai kami fasilitasi pengelolaannya,” ujarnya.

DLHK juga mencatat volume sampah cenderung meningkat saat hari-hari keagamaan seperti Purnama, Tilem, maupun Kajeng Kliwon. Peningkatan tersebut terutama berasal dari sampah organik hasil kegiatan yadnya dan persembahyangan.

“Kalau hari biasa satu dump truck mungkin cukup, tetapi saat rainan atau hari besar keagamaan volumenya bisa meningkat hampir dua kali lipat,” kata Rai Warastuti.

Lebih lanjut, ia menilai program Yadnya Sampah tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah yang masuk ke tempat pengolahan maupun tempat pembuangan akhir, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Daripada dibuang menjadi sampah, lebih baik dipilah dan dikumpulkan karena masih memiliki nilai ekonomis. Hasilnya bisa digunakan untuk membantu biaya yadnya. Walaupun mungkin tidak terlalu besar, setidaknya dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus membangun kesadaran untuk memilah sampah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Rai Warastuti menyebut sejumlah bank sampah mampu menghasilkan pendapatan yang cukup signifikan. Bahkan ada anggota bank sampah yang memperoleh hingga Rp1,7 juta dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan.

“Ada yang sampai Rp1,7 juta per orang dalam tiga sampai enam bulan. Bahkan ada kas banjar yang terkumpul sampai puluhan juta rupiah dari hasil pengelolaan sampah. Ini menunjukkan bahwa sampah sebenarnya memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, pendapatan tersebut tidak hanya berasal dari botol plastik, tetapi juga kardus, kertas, dan berbagai jenis sampah anorganik lainnya yang memiliki nilai jual di pasaran.

“Sekarang harga plastik juga sedang cukup bagus. Jadi potensi ekonominya memang besar. Karena itu kami berharap masyarakat semakin sadar memilah sampah dan memanfaatkan bank sampah sebagai bagian dari budaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya. 

wartawan
ANA
Category

Sengketa Tanah Serangan: MA Tolak PK PT BTID dan Desa Adat, Ahli Waris Desak Eksekusi dan Ganti Rugi Rp10,5 M

balitribune.co.id | Denpasar - Perjuangan Siti Sapurah alias Ipung, ahli waris Daeng Abdul Kadir, dalam sengketa tanah di Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, kembali membuahkan hasil. Mahkamah Agung (MA) resmi menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) dan Desa Adat Serangan.

Baca Selengkapnya icon click

Polres Bandara Ngurah Rai Ungkap 5 Kasus dari Porter Nakal hingga Haji Bodong

balitribune.co.id | Mangupura - Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai menggulung lima kasus tindak pidana yang terjadi di lingkungan bandara maupun di dalam penerbangan. Pengungkapan berbagai perkara mulai dari ulah porter nakal, pencurian kabin oleh WNA, haji bodong, hingga penggelapan dana maskapai asing tersebut dipaparkan dalam konferensi pers di Aula Lantai III Mapolres Bandara, Kamis (5/11/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dokumen Perkara Belum Memenuhi Syarat, Kejari Tabanan Kembalikan Berkas Kasus Juwuk Legi

balitribune.co.id | Tabanan – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan mengembalikan berkas pemeriksaan para tersangka pengeroyokan maut terduga maling ayam di Desa Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti.

Baca Selengkapnya icon click

Instalasi Listrik Terbakar, Pelayanan Kantor Samsat Jembrana Terganggu

balitribune.co.id | Negara - Kebakaran instalasi listrik berupa KWh meter dan Miniature Circuit Breaker (MCB) di Kantor Samsat Jembrana, Banjar Baluk 1, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026), menyebabkan aktivitas pelayanan terganggu. Pegawai dan masyarakat yang sedang mengurus administrasi kendaraan bermotor berhamburan keluar gedung setelah muncul asap tebal, percikan api, dan suara ledakan kecil dari instalasi listrik tersebut.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sisir Kawasan Genteng Biru, Tim Gabungan Penertiban Parkir Liar Denpasar Jaring 4 Orang

balitribune.co.id | Denpasar - Tim gabungan dari Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), Polresta Denpasar, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar menggelar penertiban parkir liar di kawasan Genteng Biru, Denpasar Barat, Kamis (5/11/2026). Dalam aksi tersebut, empat orang terjaring dan langsung diamankan ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Pohon Aren 20 Meter Tumbang Timpa Bangunan Suci Pura Kerta Sari Taro Kaja 

balitribune.co.id | Gianyar - Setelah hujan ekstrem mereda dua hari, sebuah pura di tengah hutan Desa Adat Taro Kaja, Taro, Tegallalang didapati dalam kondisi mengenaskan.  Bangunan suci di Pura Kerta Sari tersebut rusak tertimpa sebuah pohon aren setinggi sekitar 20 meter. Musibah di pura yang lokasinya jauh dari pemukiman ini, baru di ketahui warga, Rabu (4/11/2026) sore.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.