balitribune.co.id | Mangupura - Rencana pembangunan dermaga water taxi di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, masih dalam tahap kajian mendalam. Pemerintah sedikitnya menyiapkan 14 kajian lanjutan untuk menentukan kelayakan serta desain final proyek tersebut.
Water taxi ini dirancang sebagai transportasi laut alternatif guna mengurai kemacetan jalur darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu dan sekitarnya.
Asisten Sarana dan Prasarana Pendukung Konektivitas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Liz Zeny Merry, menjelaskan bahwa kajian meliputi aspek teknis, lingkungan, sosial-budaya, hingga dampaknya terhadap kawasan pesisir.
Di sisi lain, Perbekel Tibubeneng I Made Kamajaya memastikan proyek ini tidak akan menggusur Pura Dalem Perancak karena posisinya jauh dari area pembangunan. Namun, berdasarkan rancangan Detail Engineering Design (DED), terdapat dua tempat suci kelompok nelayan yang berpotensi terdampak, yakni Pura Segara dan Pelinggih Tugu Barak. Opsi penataan keduanya masih akan dibahas bersama para pengempon dan nelayan.
Perwakilan nelayan Pantai Perancak, Wayan Sena, menyatakan mendukung proyek tersebut selama keberadaan dermaga tetap menjamin akses nelayan untuk melaut serta area tambat jukung. Pemerintah kini berfokus memastikan pembangunan tidak memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan mata pencaharian warga lokal.