balitribune.co.id | Mangupura - Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung membidik pengembangan lahan bawang merah seluas 12 hektare dengan pola tanam serempak. Dari lahan tersebut, produksi bawang merah ditargetkan mencapai 174 ton.
Kepala Diperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana mengatakan pengembangan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga pasokan sekaligus menekan harga bawang merah.
“Ketika nanti panen bawang merah ini serempak di 12 hektar, kami berharap 174 ton itu akan mampu untuk menekan harga. Artinya pengendalian inflasi ini bisa,” ujar Raka Sudana, Jumat (2/10/2026).
Target tersebut mengacu pada hasil panen bawang merah di Subak Delod Sema, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi. Dari lahan seluas 2 hektare dengan masa tanam sekitar dua bulan, petani mampu menghasilkan hampir 26 ton bawang merah.
Untuk menjaga kesinambungan produksi, Diperpa Badung mendorong petani membentuk kelompok tani khusus pengembangan hortikultura. Kelompok tersebut juga diarahkan menerapkan diversifikasi tanaman agar lahan pertanian tidak hanya ditanami padi.
Raka Sudana mengatakan pola tanam bergilir dengan palawija penting untuk menjaga kualitas dan kesuburan tanah. Penanaman padi secara terus-menerus dinilai dapat meningkatkan keasaman tanah yang berpotensi mengganggu kesuburan serta menurunkan produksi.
“Ketika padi terus ditanam, ini akan meningkatkan keasaman tanah sehingga kesuburan tanah itu terganggu, sehingga produksi padi itu juga akan menurun. Harapan kami diversifikasi tanaman ini sangat penting dalam rangka untuk menjaga produksi di bidang horti ke depan,” jelasnya.
Pengembangan bawang merah tersebut tidak hanya dilakukan di Mengwi, tetapi mulai diperluas ke Kecamatan Petang dan Abiansemal. Pemkab Badung juga menyiapkan dukungan bagi kelompok tani agar program pengembangan hortikultura dapat berlanjut hingga 2027.