balitribune.co.id | Mangupura - Aktivitas layanan pengaduan masyarakat melalui Call Center 112 Kabupaten Badung tergolong tinggi. Dalam sebulan, layanan yang menjadi bagian dari Badung Command Center (BCC) tersebut menerima sekitar 20.000 panggilan dari masyarakat.
Tingginya volume panggilan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Badung. Pemkab kini memperkuat kapasitas petugas BCC agar mampu menghadapi beban layanan sekaligus memberikan respons yang cepat dan tepat kepada masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung I Ketut Gede Arta, mengatakan puluhan ribu panggilan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan informasi, pengaduan maupun penanganan kondisi darurat.
“Pelatihan peningkatan kapasitas ini dilaksanakan untuk memperkuat peran petugas Call Center 112 dan Kontak Bupati. Selain penanganan darurat dan bencana, kapasitas petugas terus dioptimalkan agar mampu memberikan edukasi serta informasi yang akurat kepada masyarakat,” ujar Arta saat pelatihan dan penguatan mental petugas BCC di Kantor Diskominfo Badung, Selasa (6/10/2026).
Dengan jumlah panggilan mencapai sekitar 20.000 per bulan, rata-rata terdapat lebih dari 600 panggilan setiap hari yang harus ditangani. Laporan masyarakat yang masuk beragam, mulai dari persoalan air bersih, penerangan jalan, kemacetan lalu lintas hingga kondisi yang membutuhkan penanganan darurat.
Layanan BCC beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Kondisi tersebut menuntut petugas tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menerima dan meneruskan laporan, tetapi juga kesiapan mental ketika menghadapi beragam karakter dan situasi masyarakat.
Bunda Literasi Digital Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengatakan petugas harus tetap tenang ketika menerima pengaduan, termasuk saat warga menyampaikan keluhan dengan nada emosional.
“Tugas adik-adik di sini sangat penting untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat serta wisatawan. Dalam menghadapi aduan masyarakat yang kadang disampaikan dengan nada emosi atau kurang puas, petugas harus tetap tenang, berhati dingin, dan tidak ikut terbawa emosi,” katanya.
Menurut Rasniathi, operator harus mampu memposisikan diri sebagai masyarakat yang sedang membutuhkan solusi. Karena itu, sikap empatik, ramah dan profesional menjadi bagian penting dalam menangani setiap panggilan.
Selain memperkuat Call Center 112 dan Kontak Bupati, Pemkab Badung juga menyiapkan kanal pelayanan baru bernama “Halo Ibu Badung”. Kanal ini direncanakan diluncurkan pada ajang Pesona Ibu Badung, 22 Desember mendatang, dengan menggandeng Dinas P2KBP3A untuk menyediakan layanan konseling dan pendampingan psikologis.
Tingginya jumlah panggilan Call Center 112 sekaligus menjadi tantangan bagi Pemkab Badung untuk memastikan setiap laporan masyarakat tidak berhenti sebagai catatan pengaduan, tetapi mendapatkan respons dan penanganan sesuai kebutuhan.