balitribune.co.id | Semarapura - Warga Banjar Kaleran, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, digegerkan oleh peristiwa tewasnya seorang calon pengantin berinisial MA (28) pada Minggu (11/10/2026) dini hari.
Peristiwa tragis tersebut terjadi hanya beberapa jam sebelum rangkaian acara pernikahan korban dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama.
Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang tersebut pertama kali ditemukan tak bernyawa di dalam kamar ibunya sekitar pukul 03.00 WITA.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, korban sempat tidur sekitar pukul 23.00 WITA pada Sabtu malam.
Namun, sekitar pukul 01.00 WITA, korban terbangun dan sempat berbincang dengan sang ibu. Kepada ibunya, korban mengaku merasa bingung dan terbebani saat memikirkan berbagai persiapan acara pernikahannya.
Saat itu, korban sempat meminta ibunya membuatkan pisang goreng untuk keluarga serta tetangga yang sedang membantu persiapan acara. Sang ibu kemudian menuju dapur, sementara korban masuk ke dalam kamar.
Sekitar pukul 03.00 WITA, paman korban, I Ketut Selamet (44), mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung saat masuk ke kamar tersebut.
Pihak keluarga langsung berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit. Namun, dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
"Dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan luka bekas jeratan pada leher korban yang diduga menjadi penyebab kematian," ujar Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Banjarangkan bersama Unit Reskrim dan Tim Inafis Polres Klungkung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengidentifikasi jenazah.
Hingga Minggu (11/10/2026) siang, jenazah korban masih dititipkan di ruang jenazah RSUD Klungkung.
Berdasarkan keterangan tambahan dari keluarga dan saudara kandung korban, sebelum kejadian MA memang tampak cemas dan memikirkan sendiri berbagai beban rangkaian persiapan pekerjaannya dan acara pernikahan yang akan digelar.