balitribune.co.id | Mangupura - Menjadi kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan, tetapi juga dituntut mampu memimpin, mengelola sumber daya, serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Untuk menyiapkan pemimpin pendidikan yang kompeten, sebanyak 90 bakal calon kepala sekolah (BCKS) di Kabupaten Badung mengikuti pelatihan tahun 2026.
Pelatihan yang digelar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi kepemimpinan sekolah, sekaligus mengantisipasi kekosongan jabatan akibat kepala sekolah memasuki masa pensiun.
Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, menjelaskan, 90 peserta tersebut merupakan hasil seleksi lanjutan dari 180 orang yang sebelumnya mengikuti seleksi substansi. Pelatihan dibuka di Hotel Hilton Garden Inn, Tuban, Kuta, Kamis (22/10/2026).
“Melalui pelatihan ini, kami mempersiapkan calon kepala sekolah agar memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Dwipayana.
Ia menegaskan, calon kepala sekolah harus dipersiapkan melalui proses yang tertib, transparan, dan sesuai regulasi, termasuk mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025. Dengan demikian, ketika ada kebutuhan pengisian jabatan, Badung telah memiliki calon yang memenuhi persyaratan.
Menurut Dwipayana, tugas kepala sekolah tidak cukup hanya menguasai administrasi. Seorang pemimpin sekolah juga harus memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, komunikasi, serta kepekaan sosial dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.
Kepala sekolah diharapkan mampu mengelola sumber daya sekolah, membagi tugas guru sesuai kompetensi, membangun kolaborasi dengan tenaga kependidikan dan orang tua, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan potensi siswa.
Peserta yang dinyatakan lulus pelatihan akan memperoleh sertifikat dan dapat dipertimbangkan untuk mendapat penugasan sesuai kebutuhan sekolah serta mekanisme yang berlaku. Disdikpora Badung juga berharap kuota pelatihan meningkat menjadi sekitar 150 peserta pada 2027 agar regenerasi kepala sekolah dapat berlangsung berkelanjutan.
Melalui penyiapan calon pemimpin sekolah ini, Badung berharap setiap satuan pendidikan dipimpin oleh sosok yang kompeten, mampu mengambil keputusan secara tepat, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.