balitribune.co.id | Mangupura - Agustus yang merupakan liburan musim panas bagi wisatawan asing asal Asia Timur dan Negara Barat ini mendongkrak tingkat hunian kamar hotel di Bali. Sejumlah hotel di Pulau Dewata mendapat dampak positif dari liburan musim panas tahun ini.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama ITDC (pengelola kawasan pariwisata Nusa Dua Kabupaten Badung), Ahmad Fajar mengatakan, memasuki Agustus tingkat hunian (okupansi) kamar hotel yang ada di kawasan Nusa Dua mengalami kenaikan. Saat ini okupansi atau tingkat hunian rata-rata 90 persen. Sebelum Agustus, okupansi hotel di kawasan rata-rata 70 persen hingga 80 persen.
"Okupansi kita dalam kondisi rata-rata 70 sampai 80 persen. Tapi begitu liburan ini (Agustus) kita sudah lebih dari 90 persen (okupansi) hotel-hotel di Nusa Dua. Jadi itu patut kita syukuri sebagai contoh di Bali ini
ada tempat di Nusa Dua yang lebih sedikit premium namun bagi wisatawan akan nyaman dan event-event-nya sudah mulai banyak," jelasnya di Nusa Dua usai menyaksikan penampilan perdana pementasan Cipta Rwa Loka baru-baru ini.
Saat ini, di kawasan pariwisata tersebut dilakukan revitalisasi agar menjadi ruang publik sekaligus pusat aktivitas wisata yang semakin lengkap. "Kedepan dengan rejuvenasi ini maka akan lebih banyak tempat kuliner dan event-event," katanya.
Ia menambahkan, di dalam kawasan pariwisata ini, wisatawan yang menginap tidak hanya disuguhkan layanan hotel berbintang dengan suasana tropis juga dapat menyaksikan atraksi budaya dengan adanya pertunjukkan tarian khas Bali seperti Tari Kecak dan pementasan Cipta Rwa Loka. "Pementasan ini (atraksi budaya Bali) juga menjadi bagian dari strategi destination activation dalam menghadirkan living destination, yakni kawasan wisata yang tidak hanya menawarkan hotel dan fasilitas premium, tetapi juga aktivitas budaya, hiburan, olahraga, MICE, hingga gaya hidup sepanjang tahun," imbuh Ahmad.
Ia menegaskan, kawasan pariwisata tersebut mengembangkan bukan hanya wisata alamnya, hotel, tetapi lengkap dengan budaya. "Jadi yang kita harap para turis datang, happy, kulinernya oke, alamnya indah dan budayanya menjadi sesuatu yang indah. Sehingga mereka lebih lama di Bali dan spending-nya makin banyak, sehingga quality tourism akan tercipta," ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan atraksi budaya secara rutin menjadi salah satu cara memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay) sekaligus meningkatkan belanja wisatawan selama berada di Bali.