Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Anggaran Daerah Cekak, Pemkab Bangli Tunggu Regulasi Pusat Pengangkatan PPPK Jadi PNS

Kepala BKPSDM Kabupaten Bangli, I Made Mahendra Putra.
Bali Tribune / Kepala BKPSDM Kabupaten Bangli, I Made Mahendra Putra.

balitribune.co.id I Bangli - Wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peralihan PPPK paruh waktu menjadi Penuh Waktu membuat sumringah  para tenaga pendidik di Kabupaten Bangli.  

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli menyatakan siap mendukung penuh, namun demikian harapan tenaga pendidik  masih menunggu kepastian regulasi dari Pemerintah Pusat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bangli, I Made Mahindra Putra, S.STP, MM, mengatakan keterbatasan kondisi fiskal daerah menjadi tantangan utama dalam merealisasikan pengangkatan tersebut secara mandiri. Atas realita tersebut maka untuk skema pembiayaan dari pusat sangat dinantikan.

"Tentu apa pun kebijakan pusat, kami di daerah akan menyambut baik. Apalagi jika take home pay (gaji dan tunjangan) untuk PPPK maupun PPPK paruh waktu sepenuhnya dibebankan ke pusat. Jujur saja, melihat kondisi fiskal Bangli tentu, belum mampu  ditanggung secara mandiri," ungkap pejabat asal Desa Kedisan, Kintamani ini.

Ia menambahkan, jika skema penggajian tersebut nantinya ditanggung APBN, beban anggaran belanja pegawai di APBD Bangli diperkirakan bisa menyusut signifikan. "Jika dibebankan ke pusat, pembebanan anggaran daerah bisa berkurang sekitar 5 sampai 10 persen. Ini tentu sangat membantu postur anggaran kita," jelas mantan Kabag Humas Pemkab Bangli ini.

Pihaknya mengimbau seluruh tenaga PPPK dan pengabdi di Bangli untuk tetap fokus bekerja dan tidak tergesa-gesa menyimpulkan informasi sebelum ada petunjuk teknis (Juknis) resmi. "Kami imbau teman-teman PPPK dan paruh waktu untuk tetap bersabar dulu. Jangan terburu-buru. Apapun itu, kita wajib menunggu juklak, juknis, dan regulasi resmi dari KemenPAN-RB maupun Kemenkeu. Begitu aturan resminya turun, pasti langsung kami laporkan ke pimpinan  selanjutnya di sosialisasikan ," ujar Mahendra Putra.

Di sisi lain, Mahendra tidak menampik bahwa Kabupaten Bangli saat ini masih mengalami krisis ketersediaan guru berstatus PNS. Selama ini, operasional dan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah sangat bergantung pada dedikasi para guru pengabdi. "Diakui untuk guru PNS kita memang masih sangat kurang. Bersyukur ada teman-teman pengabdi yang mau mengisi ruang-ruang kosong itu. Untuk menutupi kekurangan tersebut, tahun ini kami sudah resmi mengusulkan 100 formasi guru baru untuk Kabupaten Bangli," kata Mahendra Putra. 

wartawan
SAM
Category

Polda Bali Kerahkan Personel Amankan Antrean BBM

balitribune.co.id | Denpasar - Merespons situasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di wilayah Bali, Polda Bali bersama jajaran Polres dan Polsek menerjunkan ratusan personel mengamankan dan mengatur lalulintas di lapangan, Selasa (13/10/2026). Di lapangan personel berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan instansi terkait.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Seribu KK Lebih Terdampak Kekeringan di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Kekeringan di Jembrana dampaknya semakin dirasakan. Menyusutnya air dari hulu mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih. Seribu kepala keluarga (KK) lebih beberapa bulan terakhir hanya berharap dari distribusi bantuan air bersih instansi terkait. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tiga Warga Buleleng Meninggal Gara-Gara Rabies, Dinkes Soroti Rendahnya Kesadaran Penanganan Gigitan

balitribune.co.id | Singaraja - Ancaman rabies di Kabupaten Buleleng masih menjadi persoalan serius. Hingga September 2026, kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) tercatat cukup tinggi, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Minimnya pelaporan setelah gigitan dan ketidakpatuhan menjalani vaksinasi menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dalam memperkuat upaya pencegahan.

Baca Selengkapnya icon click

Pasokan BBM Terbatas, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jembrana hingga Selasa (13/10/2026). Terbatasnya pasokan membuat BBM bersubsidi jenis Pertalite cepat habis. Bahkan, di sejumlah SPBU, BBM nonsubsidi jenis Pertamax juga kosong.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BBM Langka, Nelayan Tabanan Tak Bisa Melaut

balitribune.co.id | Tabanan – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Tabanan berdampak serius pada sektor perikanan hingga membuat para nelayan setempat tak bisa melaut.

Kondisi memprihatinkan ini terjadi justru di tengah puncaknya musim panen lobster yang semestinya menjadi ladang rezeki bagi masyarakat pesisir.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.