balitribune.co.id | Bangli - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kabupaten Bangli. Dampaknya terjadi antrean kendaraan. Bahkan di beberapa SPBU antrean kendaraan mengular hingga sepanjang 1 kilometer. Mengantisipasi terjadinya kemacetan arus lalin dan juga menjaga kondisi agar tetap aman dan kondusif puluhan petugas dari Polres Bangli turun melakukan pengawasan.
Pantauan antrian panjang kendaraan terlihat di SPBU Jalan Erlangga, Cempaga, Bangli. Fenomena ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Kondisi sama juga terjadi di SPBU di Jalan Ngurah Rai Bangli. Mengantisipasi kemacetan arus lalin karena sebagian bahu jalan di penuhi kendaraan yang mengantri petugas dari Sat Lantas dan Samapta Polres Bangli serta Dinas Perhubungan Bangli turun mengatur arus lalin.
Menurut karyawan SPBU I Ketut Alit Mardika antrean kendaraan panjangnya hingga capai setengah kilo meter. Karena membludaknya kendaraan untuk stok BBM yang tersedia cepat habis. “Setiap hari kami mendapat pasokan Pertalite sebanyak 8 ribu liter dan Petrtamak 3 ribu liter serta solar 6 ribu liter, karena tingginya permintaan dalam kurun waktu kurang dari setengah hari BBM sudah habis,” ujarnya.
Sejatinya telah dilakukan pengaturan pembelian dimana untuk mobil pembelian BBM dibatasi maksimal 20 liter sedangkan untuk sepeda motor tidak ada pembatasan. ”Kelangkaan BBM terjadi informasi yang kami dapat karena pengiriman BBM dari Depo Pertamina mengalami keterlambatan,” ujarnya.
Kasi Humas Polres Bangli IPTU Gede Gumiliarta mengatakan dari hasil pantauan kelangkaan BBM terjadi sejak dua hari terakhir. Guna menjaga kondisi tetap aman dan kondusif petugas dari Polres Banglii turun melakukan pengamanan di setiap SPBU. “Total ada 9 SPPBU di Bangli, pengamanan libatkan fungsi Intel dan Sat Lantas dan Samapta serta Reskrim,” jelasnya.
Lanjut IPTU Gumiliarta, pengamanan dilakukan hingga operasional SPBU tutup “ Sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi penimbunan, jika terbukti melakukan penimbunan maka akan ditindak tegas,” kata IPTU Gumuliarta.