Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bali, Sepi Tapi Rindu

pengamat
Bali Tribune / Umar Ibnu Alkhatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Sebagai destinasi wisata dunia, Bali akan selalu menjadi perhatian semua orang, apa yang terjadi di Bali, seketika menjadi isu yang hangat dibicarakan, baik di level lokal maupun di level internasional, misalnya soal sampah, macet, dan banjir, ketiganya menjadi topik perbincangan global yang hangat, dan hal-hal semacam itu dianggap menjadi penyebab turunnya pamor Bali di mata wisatawan, mereka enggan ke Bali karena tidak nyaman dan frustasi dengan kemacetan, tidak suka lihat tumpukan sampah yang ada di mana-mana, khawatir banjir tiba-tiba menerpa ketenangan mereka, isu-isu itu kemudian diarahkan kepada pemerintah daerah (pemda), pemimpin daerah dianggap tidak mampu mengatasi hal itu, pemda dituding tidak memiliki solusi praktis untuk segera menyelesaikan masalah   yang hampir menjadi klasik itu, dan menariknya, masalah sampah, macet, dan banjir itu dianggap menjadi sebagian dari penyebab sepinya Bali menjelang akhir tahun, para pekerja di sektor wisata mengeluh, jalanan sepi dari para wisatawan, keterisian kamar hotel menurun, kunjungan ke tempat wisata juga tak banyak, situasi ini menimbulkan spekulasi bahwa Bali mulai kehilangan daya tariknya, Bali mulai ditinggalkan, dan sepinya Bali dianggap alarm bagi turunnya daya saing Bali, spekulasi semacam itu tidak bisa dihindari jika melihat fenomena yang ada di lapangan, pelaku pariwisata mengeluh soal Bali yang sepi, kondisi ini diperkuat juga dengan pandangan bahwa sepinya Bali akibat perubahan perilaku wisatawan, mereka khawatir dengan perubahan iklim yang ekstrim sehingga menjadwalkan ulang kedatangannya ke Bali.

Tetapi Bali tetaplah Bali, ia selalu menarik perhatian orang, ibarat seorang gadis manis, Bali selalu menjadi incaran semua perjaka, dalam penilaian yang lebih jujur, Bali adalah magnet, ia terus menarik minat para wisatawan, Bali adalah surga, ia menjadi tempat untuk menemukan kedamaian, dan karena itu tidaklah heran jika Bali selalu menempati peringkat tinggi sebagai pulau terbaik dan terindah di Asia dan Dunia versi majalah  dan agen perjalanan dunia seperti Travel+Leisure, Condé Nast Traveller, dan Trip.com berkat kekayaan budaya, keindahan alam, keramahan, dan pengalaman wisata yang beragam, dalam konteks ini harus diakui bahwa Bali sangat spesial, ia menawarkan sesuatu yang unik, bukan sekedar pemandangan alam yang eksostik, tetapi juga way of life, cara hidup orang-orang Bali yang genuine, berakar dalam tradisi budaya dan agama yang kuat, ia membagikan pengalaman hidup yang otentik dan inspiratif, bagi wisatawan yang kadung jatuh cinta pada Bali, mereka menganggap Bali adalah surga tropis yang indah dengan alamnya yang memukau, budayanya yang kaya, keramahan penduduknya yang tulus, serta energi positifnya yang menenangkan jiwa, karenanya menjadi kontras jika dikatakan Bali mulai ditinggalkan, Bali telah sepi, padahal Bali selalu dirindukan, sepi yang dirasakan hanyalah akibat dari perubahan perilaku, orang-orang ingin masuk ke Bali dengan diam-diam, mencintai Bali dengan sederhana, dan itulah yang kita lihat dari data dan fakta yang ditampilkan pemerintah bahwa tahun 2025 kunjungan wisatawan meningkat, artinya sepi yang kita rasakan bukanlah karena kurangnya orang yang datang, tetapi orang-orang ingin mencintai Bali dengan caranya sendiri, masuk ke Bali dengan jalannya masing-masing, ibaratnya, banyak jalan menuju Roma, mereka datang ke Bali tanpa sorak sorai, tiba-tiba mereka telah memenuhi di semua pelosok Bali.

Badan Pusat Statistik (BPS) RI, seperti yang diberitakan Suara.com, merilis data yang menunjukkan performa impresif sektor pariwisata nasional, di tengah isu yang menyebutkan Bali mulai sepi pengunjung, misalnya, data resmi justru menunjukkan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang mencapai level tertinggi sejak enam tahun terakhir, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari hingga November 2025, Indonesia telah menerima 13,99 juta kunjungan wisman, menurutnya, angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 10,43 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, capaian ini mempertegas bahwa proses pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata Indonesia masih berada di jalur yang kuat (on track), di lain pihak, Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), menyampaikan secara rinci jumlah wisman yang datang ke Bali melalui jalur udara mencapai lebih dari 7.050.000 orang, angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sekitar 6,3 juta wisman, seperti yang ditulis oleh Beritabali.com, Pak Koster juga menyatakan bahwa kedatangan wisman ke Bali juga tercatat melalui jalur laut atau kapal pesiar yang mencapai sekitar 71 ribu orang pada 2025, meningkat dari tahun 2024 yang hanya sekitar 53 ribu orang, data-data yang tersajikan di atas sepertinya menjawab keresahan sebagian orang bahwa Bali sepi, ternyata Bali tidaklah sepi, Bali tetaplah ramai, hanya ramai yang hening, ramai yang menyepi ke seantero Bali.

Hemat kita, Bali haruslah dijaga dengan cinta, tidak perlu saling menyalahkan jika ada sesuatu yang mungkin membuat frustasi, kita harus saling membantu, saling percaya, bahwa kita bisa ikut mengurai kemacetan, kita bisa ikut mengelola sampah, dan kita bisa ikut mengatasi banjir, sama-sama menyingsingkan lengan dan bahu-membahu menghadapi situasi yang pelik sekalipun, tidak perlu saling menyalahkan, Bali ini besar, jangan kita kerdilkan dengan saling menyalahkan, Bali rumah bersama kita, dia akan kokoh karena soliditas kita untuk menjaganya, dan ia akan hancur karena sifat saling tuding, jika kita ribut sendiri di dalam, orang yang berada di luar akan enggan masuk, mereka akan pergi mencari tempat yang lebih nyaman, di situlah baru kita menyadari bahwa kita benar-benar sepi, ditinggalkan orang entah ke mana, sekali lagi, Bali harus kita jaga bersama, dalam situasi di mana kita ribut soal sampah, macet, dan banjir saja para wisatawan datang begitu banyak, apalagi kita bisa mengatasi masalah itu dengan baik, in syaa Allah, Bali akan tumbuh menjadi primadona yang tetap bersikukuh dengan nilai-nilai primordialnya yang luhur dan agung.

Akhirnya, Bali adalah spot pariwisata yang indah, keindahannya akan menggugah siapapun untuk datang merasakannya, kita yang di dalam harus merawat keindahannya itu dengan baik, tulus, dan jauh dari sikap saling menyalahkan, Rabindranath Tagore, seorang penyair dunia yang pada tahun 1913 menjadi penulis non-Eropa pertama yang dianugerahi Hadiah Nobel untuk bidang Sastra, yang mengunjungi Bali pada tahun 1927, sangat mengagumi Bali yang disebutnya mampu menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas sekaligus, rasa kagum itu membuat Tagore tiba pada satu kesimpulan bahwa apa yang telah hilang di masa lampau kini masih lestari dengan baik di Bali, tentu saja, kesimpulan Tagore ini bisa dianggap sebagai pesan bagi semua orang bahwa jika mereka ingin tahu bagaimana kebudayaan mereka berasal di masa lalu, maka mereka bisa berkunjung ke Bali, itulah sebabnya Bali akan selalu dirindukan, ia menyediakan sesuatu yang masih lestari dan hidup dengan baik, yakni tradisi leluhur yang aduluhung, dengan demikian, Bali tidaklah lekang oleh waktu, ia sepi dalam keramaian, dan karena itulah ia akan selalu dirindukan, wallahu a'alamu bish-shawab.

Tabanan, 12 Januari 2025.

wartawan
RED
Category

Ombak Pasang Terjang Kawasan Pantai Sindhu Sanur

balitribune.co.id I Denpasar - Pantai Sanur yang umumnya landai dengan tenang kini mulai pasang. Sebagaimana terpantau di kawasan Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar, Rabu (15/7/2026) air laut naik hingga mencapai bibir pantai dan menggenangi area di sekitar sejumlah kafe yang berada di sepanjang pesisir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bentengi Siswa dari Narkoba, DPRD dan Pemkab Perlu Pastikan Sosialisasi Tak Sekadar Seremonial

balitribune.co.id | Mangupura - Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, kembali mengingatkan pentingnya pencegahan  penyalahgunaan narkoba sejak usia sekolah.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK TI Global, Kuta Utara, Rabu (15/7), yang dirangkaikan dengan penyuluhan bahaya narkoba bagi siswa baru.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Karya di Pura Dalem Sempidi, Pemkab Badung Gelontorkan Hibah Rp1,9 Miliar

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menghadiri persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Dalem Desa Adat Sempidi, Kecamatan Mengwi, Selasa (14/7). Kehadiran ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Agung yang diselenggarakan oleh desa adat setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dinsos Badung Raih Nilai Tertinggi Penilaian Ombudsman, Bupati Minta Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan

balitribune.co.id | Mangupura - Dinas Sosial Kabupaten Badung meraih nilai tertinggi dalam penilaian unit layanan Ombudsman Republik Indonesia dengan skor 89,59. Atas capaian tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Kepala Dinas Sosial Badung I Gde Eka Sudarwitha di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (14/7/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

PP Akomodasi Calon Tunggal di Pilkel, Komisi I dan DPMD Tabanan Pilih Tunggu Permendagri

balitribune.co.id | Tabanan – Komisi I DPRD Tabanan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sedang menunggu terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) sebagai acuan teknis pelaksanaan pemilihan perbekel (Pilkel) serentak pada 2027.

Langkah ini dilakukan untuk mengatur mekanisme calon tunggal yang kini telah diakomodir dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026 untuk melawan kotak kosong.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.