balitribune.co.id | Mangupura - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung meraih tiga penghargaan dalam ajang Resiliensi Bali Nugraha Tingkat Provinsi Bali 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah
Tiga penghargaan yang diraih masing-masing Terbaik I Bidang Pascabencana, Terbaik II Bidang Penanganan Darurat, serta Terbaik III Bidang Pengurangan Risiko Bencana
Penghargaan tersebut diterima Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Badung bersama jajaran dalam kegiatan yang berlangsung di Denpasar, Rabu (7/10/2026), dalam rangkaian Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026Tak hanya lembaga, apresiasi juga diberikan kepada Dr. I Wayan Deddy Sumantra, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, yang ditetapkan sebagai Tokoh Resiliensi Bali Nugraha 2026.
Capaian tersebut mencakup tiga aspek penting dalam penanggulangan bencana, mulai dari upaya mengurangi risiko sebelum bencana terjadi, kesiapan dan penanganan ketika bencana berlangsung, hingga proses pemulihan setelah bencana.
BPBD Badung menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai unsur dalam penanggulangan bencana. Pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta unsur pentahelix terlibat dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan menghadapi potensi bencana.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi BPBD Badung untuk terus memperkuat pelayanan kebencanaan. Kesiapsiagaan masyarakat, pengurangan risiko, penanganan keadaan darurat hingga pemulihan pascabencana menjadi bagian yang terus didorong.
Dengan tiga penghargaan yang diraih sekaligus serta penghargaan bagi tokoh resiliensi, BPBD Badung menegaskan komitmennya memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.